SuaraJatim.id - Terkait rencana pemekaran Kabupaten Pamekasan sebagai tindak lanjut wacana pembentukan Provinsi Madura, Direktur Studi Riset Pengembangan Madura (SRPM) Kabupaten Pamekasan, Abdul Gaffar, menilai Pamekasan kurang layak dimekarkan.
"Isu tersebut adalah drama lelucon, karena isu pemekaran kota dan kabupaten tidak semudah membalikkan tangan," ungkap Abdul Gaffar yang saat ini juga menjadi dosen AI Al-Khairat Pamekasan, Senin (07/09/2020).
Kandidat doktor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) tersebut juga mengatakan pembahasan pemekaran kabupaten dan kota terlalu dini karena untuk memekarkan Kabupaten Pamekasan harus mempertimbangkan beberapa aspek.
Abdul Gaffar, mengatakan Sumber Daya Manusia (SDM) Pamekasan masih belum ada yang bergelar profesor. Bahkan bergelar doktor masih bisa dihitung dengan jari.
"Logika ini, berada pada pendirian perguruan tinggi, sebuah lembaga bisa mendirikan perguruan tinggi jika memiliki dosen tetap bergelar magister sebanyak 6 orang," katanya.
Selanjutnya, ia menilai dari aspek Infrastruktur Pamekasan sangat kurang layak. Menurut Gaffar, belum ada yang dibanggakan dari Pamekasan terutama kaitannya dengan penataan kotanya.
"Menurut saya isu Pamekasan mau dimekarkan seperti bermimpi di siang bolong. Dilihat dari penataan kotanya, banyak infrastruktur yang tidak keurus seperti di pinggiran kabupaten pembangunan Taman Gladak Anyar dan Taman Asri Kowel tidak jelas," kata Gaffar.
Selain itu, dari aspek Sumber Daya Alam (SDA), Gaffar menilai pemerintah Pamekasan masih lalai dan tidak bisa memanfaatkan SDA dengan baik. Seperti, tahun 2016 ada penelitian industrialisasi Desa dengan mengangkat pabrik desa yang manual yang bahan dasarnya dari ketela pohong.
"Padahal kalau ditindak lanjuti dari hasil penelitian tersebut menjadi aset Pamekasan. Saya sangat menyangkan, setiap hasil penelitian hanya dijadikan tumpukan koleksi yang tidak bisa bicara," ucap Abdul Gaffar.
Baca Juga: Kapal Layar Obama Tenggelam di Perairan Sapeken Madura, Satu Korban Tewas
Sumber berita: Timesindonesia.co.id
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
- Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Dua Kos di Surabaya Jadi Tempat Simpan Sabu, Pengedar Raup Untung Rp500 Ribu per Gram
-
Gudang Siluman hingga Masuk Gang Sempit: Siasat Licik Penjual Miras di Surabaya Dibongkar Satpol PP
-
Cekcok Pagi Berujung Maut, Pria di Blitar Tewas Dihantam Gagang Cangkul Tetangga
-
Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun
-
Dituding Jadi Imam Mahdi dan Bawa Kabur Rp1,3 Miliar, Figar Siap Lawan di Jalur Hukum