Scroll untuk membaca artikel
Dwi Bowo Raharjo
Minggu, 13 September 2020 | 00:00 WIB
Kapolres Trenggalek AKBP Doni Satria Sembiring (tengah) menunjukkan barang bukti dan empat dari lima pelaku teror bom molotov dalam gelar ungkap perkara di Mapolres Trenggalek, Trenggalek, Jawa Timur, Sabtu (12/9/2020). (ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko)

SuaraJatim.id - Aparat Polres Trenggalek dibantu Polda Jatim menangkap lima pelaku teror bom molotov yang mengenai dua rumah warga di Desa Ngadirejo, Kecamatan Pogalan, Trenggalek pada Rabu (9/9) dini hari.

Gelar perkara dilakukan Kapolres Trenggalek AKBP Doni Satria Sembiring setelah tim penyidik memeriksa kelima pelaku yang terlibat langsung dalam aksi pelemparan molotov tersebut.

"Aksi ini dilakukan para pelaku, diduga karena ada faktor dendam pribadi," kata Doni Satria, Sabtu (12/9/2020).

Pernyataan Doni sekaligus menepis dugaan teror berkaitan dengan kelompok perguruan silat sebagaimana santer beredar sebelumnya,

Baca Juga: Geger! 2 Rumah Warga Trenggalek Dilempari Bom Molotov, 1 Orang Jadi Korban

Empat dari lima pelaku teror bom yang masih berusia belia itu sempat dihadirkan dalam gelar perkara di hadapan awak media. Mereka adalah Rino Trisna Saputra (19), Dohan Nur Hani (22), Vio Candra (23) dan Faris Veby Andry (28).

Satu pelaku lainnya berinisial GS tidak dihadirkan karena masih di bawah umur (17).

"Otak daripada aksi teror bom molotov ini adalah Vio Candra. Mereka merencanakan teror bom molotov pada malam hari, sesaat sebelum kejadian," kata kata Kapolres.

Aksi dilakukan hampir bersamaan. Kelima pelaku dibagi dua kelompok, lalu bergerak ke dua sasaran berbeda untuk melakukan penyerangan molotov.

Di lokasi yang ditarget pertama di rumah Heri Sulistiawan, pelaku Rino Trisna, GS dan Farid melemparkan bom molotov berupa botol berisi bensin ke arah teras rumah korban.

Baca Juga: Peneror Bom Molotov PDIP Bogor Terus Ditangkap, Total Ada 10 Orang

Sedangkan di lokasi target kedua di rumah Musnan, pelaku yang beraksi adalah Dohan Nur Hani dan Vio Candra.

Load More