SuaraJatim.id - Aksi penolakan Undang-undang (UU) Cipta Kerja atau Omnibus Law serentak dilakukan hari ini. Kericuhan pun mewarnai demonstrasi di beberapa daerah tersebut tak terkecuali Kota Surabaya.
Kericuhan yang terjadi bukan hanya merusak bangunan negara. Fasilitas umum pun menjadi sasaran amukan demonstrasi yang kecewa adanya pengesahan UU Cipta Kerja.
Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, kepolisian telah menangkap sekitar 100 orang perusuh di depan Gedung Negara Grahadi. Namun data tersebut menurut Truno belum final karena saat ini masih direkap.
"Jumlah total kita belum menerima data, di Surabaya di depan Grahadi ada sekitar 100 orang," ujarnya saat di Grahadi, Kamis (8/10/2020) malam.
Selain di Surabaya, lanjut Truno, kericuhan demonstran juga terjadi di Kota Malang. Data sementara, ada sekitar 100 orang ditangkap.
"Malang Kota juga mengamankan sekitar 100 perusuh. Semua yang tertangkap baik di Surabaya dan Malang akan diperiksa terlebih dahulu. Hukumannya nanti kita lihat dari peran perannya yang pertama ada pengerusakan fasilitas umum, pagar Grahadi. Ada Pasal 218 KUHP," kata dia.
Karena di masa pandemi, polisi juga akan melakukan rapid test terhadap mereka yang tertangkap. Hal tersebut untuk mengantisipasi ada yang terjangkit COVID-19.
"Apabila ada yang reaktif maka akan kita swab. Setelah kita swab apabila positif akan kita lakukan karantina," pungkas Truno.
Kontributor : Achmad Ali
Baca Juga: Demo Tolak UU Cipta Kerja di Palopo, Motor Polisi Dibakar Massa
Tag
Berita Terkait
-
Demo Tolak UU Cipta Kerja di Palopo, Motor Polisi Dibakar Massa
-
Polisi Tangkap Massa Aksi Tolak UU Cipta Kerja di Surabaya
-
Kantor DPRD DIY Babak Belur Usai Ricuh, Ada Coretan Percobaan Pembunuhan
-
Jurnalis Suara.com Dianiaya Sejumlah Polisi Saat Meliput Demo Omnibus Law
-
Transpuan Turun ke Jalan, Ikut Kawal Aksi Demo Tolak UU Cipta Kerja
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Sepenggal Kisah Ketulusan Warga Jombang di Muktamar NU: Sumbang Beras, Sayur hingga Sapi
-
Gus Yusuf di Muktamar NU: Jangan Jegal Kader, Kembalikan Pemilihan ke AD/ART
-
Sudah Ambil Sikap! Nasaruddin Umar Akhirnya Buka Suara soal Pencalonan Ketum PBNU
-
Muktamar ke-35 NU, BAZNAS RI Hadirkan Layanan Konsumsi, Kesehatan hingga Beasiswa