SuaraJatim.id - Tarwi sudah sepuh. Mantan atlet sepeda itu kini umurnya kepala tujuh, tepatnya 73 tahun, sudah kakek-kakek. Namun semangatnya luar biasa. Untuk melawan Corona, Ia bersepeda Surabaya-Jakarta sejauh 1100 kilometer.
Pensiunan PNS Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya ini tampak bahagia setelah mendapatkan penghargaan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur, tepat peringatan Hari Pahlawan, 10 November.
Matanya tampak berkaca-kaca setelah menerima penghargaan dari Ketua Umum KONI Jatim, Erlangga Satriagung. Bahkan kebanggaan kali ini memotivasinya semakin rajin melatih para pesepeda junior bimbingannya.
Tak hanya itu, Tarwi juga melawan usia senjanya. Ngaspal dengan sepeda dari Surabaya sampai Jakarta yang dibagi menjadi 8 etape, dengan rentang waktu dari tanggal 17-26 September 2020 lalu.
Di etape pertama, Tarwi menggenjot sepeda carbon time trialnya dari Surabaya-Rembang dengan jarak 210 KM. Dilanjutkan etape kedua Rembang-Semarang 138 KM, dan etape 3 Semarang-Solo 120 KM, serta melakukan rest day di Jogjakarta.
Tarwi kembali melanjutkan etape 4 Jogja-Purwokerto 170 KM, etape 5 Purwokerto-Cirebon 147 KM, etape 6 Cirebon-Bandung 136 KM, dan rest day di Kota Kembang tersebut.
Tak menghentikan niatnya sampai Jakarta, Tarwi kembali mengayuh sepedanya di etape 7 Bandung-Sukabumi 95 KM, dan diakhiri di etape 8 Sukabumi-Jakarta dengan jarak 115 KM.
Tarwi melahap 1.100 KM hanya dengan memakan 9 hari saja. Meski begitu, dia juga mengalami kendala, terlebih di etape 5 Purwokerto-Cirebon.
"Purwokerto - Cirebon ada kendala, karena ada truk rusak di tengah jalan. Jadi saya harus angkat sepeda, nuntun sepeda, cuaca panas, etape ke-5," kata Tarwi.
Baca Juga: Monyet Masuk SMPN 4 Surabaya, Sempat Duduki Ruang Guru
"Dari Cirebon mestinya tidak rest, rest nya seharusnya di Bandung, akhirnya rest satu hari di Cirebon," tambahnya.
Tak hanya mendapat kendala, Tarwi juga mendapatkan pengalaman unik saat dirinya tiba di Paris Van Java. Ia sempat dijemput oleh para atlet sepeda dan diajak adu speed.
Pemberian penghargaan yang diserahkan KONI Jatim cukup beralasan karena Tarwi sendiri selain mantan atlet bersepeda juga pernah melatih Puslatda Jatim sejak 1969, dan resmi berserfitikat pelatih pada 1975.
"Melatih tim Jatim sejak PON 7, turun juga sebagai atlet. Saya berserfitikat pelatih mulai tahun 1975, tapi mulai tahun 1969, saya sudah melatih atlet. Tapi karena pelatihnya saat itu kurang berpengalaman, sehingga saya ikut melatih. Kalau enggak salah waktu PON 7 pelatihnya Herman van Kempen dari Belanda, kemudian PON 8 juga ikut melatih, kebetulan pelatihnya Pak Safari. PON 7, 8, 9, dan 10" ungkap Tarwi.
Tak hanya sebagai pelatih Puslatda, Tarwi juga melatih Tim Nasional Indonesia bersepeda pada tahun 1997 di SEA Games, dan melatih tim profesional Custom Cycling Jakarta hingga dirinya digantikan oleh Sama'i.
Kontributor : Dimas Angga Perkasa
Berita Terkait
-
Monyet Masuk SMPN 4 Surabaya, Sempat Duduki Ruang Guru
-
Seno, Putra Tokoh PDIP Soetjipto Membelot: Saya Sekeluarga Dukung Machfud
-
Sultan Baabullah Jadi Pahlawan Nasional, Kesultanan Gelar Syukuran
-
Sukijan, Veteran yang Kini Mengisi Masa Tuanya dengan Membuat Anyaman Bambu
-
Selamat Hari Pahlawan! Ini 7 Game Android Bertema Pahlawan
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
5 Jemaah Calon Haji Situbondo Batal Berangkat, 993 Lainnya Siap Bertolak ke Tanah Suci
-
Menantu Gelap Mata, Mertua Tewas dan Istri Kritis Akibat Serangan Brutal di Mojokerto
-
Gubernur Khofifah Tinjau Bedah Rumah Tenaga Keamanan SMAN 2 Surabaya, Peduli Insan Pendidikan
-
Gubernur Khofifah Apresiasi, Pemprov Jatim Borong 3 Penghargaan UB Halal Metric Award 2026
-
Gamelan Disita, Seniman Terusir: Pemkot Surabaya Segel Sekretariat DKS