Scroll untuk membaca artikel
Muhammad Taufiq
Senin, 16 November 2020 | 18:40 WIB
Kapolda Jatim Irjen Pol Fadil Imran (Foto: Ist)

SuaraJatim.id - Setelah kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab, sejumlah perwira tinggi (Pati) kepolisian republik Indonesia dicopot dan dimutasikan ke jabatan baru.

Paling membetot publik tentu dicopotnya Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana. Dalam surat telegram rahasia No. ST/3222/XI/KEP/2020, tertanggal 16 November 2020, Nana Sujana digeser untuk menduduki jabatan baru sebagai Koorsahli Kapolri.

Nana digantikan oleh Irjen Pol Mohammad Fadil Imran sebagai Kapolda Metro Jaya. Sementara untuk posisi Kapolda Jatim, Fadil Imran digantikan oleh Irjen Pol Nico Afinta yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Kalimantan Selatan.

Selain Kapolda Jatim, Kapolres Lamongan AKBP Harun harus digantikan AKBP Miko Indrayana yang sebelumnya Kapolres Kediri Kota. Sementara Kapolres Kediri Kota diisi oleh AKBP Eko Prasetyo yang sebelumnya Koorspripim Polda Jatim.

Baca Juga: Kapolda Metro dan Jabar Dicopot, Kompolnas: Bentuk Sanksi Tegas Kapolri

AKBP Harun sendiri bergeser menjabat Kapolres Bogor. Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, mutasi jabatan merupakan hal wajar di kepolisian sebagai bentuk penyegaran dan peningkatan sumber daya manusia (SDM).

"Iya mutasi jabatan adalah kebutuhan organisasi dan penyegaran personel untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia dan peningkatan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat," kata Truno, Senin (16/11/2020).

Sekadar diketahui, Irjen Pol Nico Afinta sebelumnya menjabat Kapolda Kalimantan Selatan sejak Mei 2020. Irjen Pol Nico Afinta merupakan seorang perwira tinggi Polri yang memiliki pengalaman dalam bidang reserse.

Pria kelahiran 30 April 1971 asal Surabaya ini juga merupakan lulusan Akpol tahun 1992.

Kontributor : Achmad Ali

Baca Juga: Dua Kapolda Dicopot, DPR Ngaku Tak Kaget jika Gegara Ulah Habib Rizieq

Load More