SuaraJatim.id - Bayi laki-laki yang baru lahir di Singapura diidentifikasi membawa antibodi virus Corona. Artinya, bayi bernama Aldrin ini kebal terhadap virus asal Wuhan China tersebut.
Bayi tersebut lahir dari seorang ibu yang pernah positif terpapar Covid-19 setelah liburan dari Eropa. Ibu ini bernama Celine Ng-Chan. Ia melahirkan Aldrin, anak keduanya pada awal bulan November 2020 ini.
Ng-Chan adalah salah satu dari sedikit wanita di Singapura yang terinfeksi virus corona selama masa kehamilan hingga melahirkan. Setelah bayinya Aldrin lahir, ternyata dokter menyatakan negatif Corona. Bahkan diidentifikasi membawa antibodi.
"Ini sangat menarik. Dokter spesialis anak mengatakan antibodi Covid-19 saya hilang tetapi Aldrin memiliki antibodi Covid-19," kata Ng-Chan, seperti dikutip dari The Straits Times.
"Dokter saya mencurigai saya telah mentransfer antibodi Covid-19 saya kepada anak bayi saya selama kehamilan," sambungnya.
The Sunday Times melaporkan bahwa antibodi Aldrin menunjukkan tanda-tanda jika dia memiliki kekebalan terhadap virus corona.
Aldrin lahir pada 7 November di Rumah Sakit Universitas Nasional (NUH) dengan berat 3,5 kilogram, dan tampak persis seperti kakak perempuannya yang berumur 2 tahun, Aldrina.
"Saya selalu menginginkan anak laki-laki karena saya bergaul dengan baik dengan anak laki-laki, memiliki tiga adik laki-laki di keluarga saya," kata Celine Chan.
Ng-Chan mengatakan kehamilannya sangat dramatis, karena dirinya, lalu ibu dan putrinya semua dinyatakan positif Covid-19 setelah liburan keluarga ke Eropa pada bulan Maret. Sementara suami dan ayahnya dinyatakan negatif.
Baca Juga: Dikandung Ibu yang Positif Corona, Bayi Aldrin Lahir Bawa Antibodi Covid-19
Ibu sekaligus manajer kantor tersebut, dirawat di rumah sakit selama empat bulan dan menghabiskan 29 hari dengan alat bantu terpasang di badannya.
Ng-Chan dan Aldrina hanya sakit ringan dan keluar dari rumah sakit setelah 2,5 minggu. Saat didiagnosis Covid-19, Ng-Chan sedang hamil 10 minggu.
"Saya tidak khawatir Aldrin akan tertular Covid-19 karena saya membaca bahwa risiko penularan (dari ibu ke janin) sangat rendah," ujarnya.
Dia juga mengetahui ada pasangan lain yang senasib dengannya, yakni Natasha dan Pele Ling, yang sedang mengharapkan anak pertama mereka dan dinyatakan positif Covid-19 pada Maret 2020.
Ling, seorang terapis bicara dan bahasa berusia 29 tahun, dinyatakan positif Covid-19 pada Maret saat usia kehamilannya mencapai minggu ke-36.
Dia melahirkan bayi laki-laki yang diberi nama Boas pada 26 April di NUH. Baby Boaz kemungkinan adalah bayi pertama yang lahir di Singapura dengan antibodi Covid-19.
Berita Terkait
-
Dikandung Ibu yang Positif Corona, Bayi Aldrin Lahir Bawa Antibodi Covid-19
-
Bandel! Warga Madura Nekat Gelar Balapan Kelereng Saat Pandemi
-
Harga Emas Dunia Terus Merosot Imbas Kabar Baik Vaksin Virus Corona
-
Tren Harga Minyak Dunia Terus Naik Seiring Kabar Baik Vaksin Corona
-
Penting! Jangan Langsung Menyetir Usai Terima Vaksin Corona
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
10 Tiang Listrik Roboh Beruntun di Pantura Gresik, Satu Orang Jadi Korban
-
Drama Tanah Wakaf Pandegiling Memanas, Proyek Dihentikan Paksa
-
Bernardo Tavares Persembahkan Gelar Piala Presiden 2026 untuk Bonek dan Bonita
-
Kompas Abad Kedua: Gus Kikin Ingatkan Konstitusi Tertinggi Milik Nahdlatul Ulama bukan AD/ART
-
Keluarga Widi Menanti Nyali Oknum Polisi Beji Penjemput Maut untuk Meminta Maaf Langsung