Scroll untuk membaca artikel
Bangun Santoso
Kamis, 03 Desember 2020 | 09:32 WIB
Sebagai ilustrasi: Seorang petugas tengah mengobati pelaku jambret yang babak belur dihajar warga. (beritajatim/ist)

Tas tersebut digendong Alyssa Royani di bahu sebelah kanan, dan di dalamnya berisi handphone, dompet dan sejumlah surat surat penting lainnya.

“Kebetulan pada saat kejadian tersebut, pak Sugito (Kalapas Narkotika Kelas II Karang Intan, red) melewati jalan tersebut, sehingga pelaku tersebut langsung dibawa ke Mapolsek Karang Intan,” papar Alyssa.

Mabuk Obat Batuk

Saat diintrogasi polisi di Mapolsek Karang Inta, El memberikan keterangan menggelikan. Ia mengaku kalau Alyssa merupakan adik kandungnya, seketika korban pun memberi bantahan.

Baca Juga: Berakhir Pilu, Pemuda Kotabaru Jambret Sipir Wanita usai Mabuk Obat Batuk

“Saya tidak kenal sama orang itu, dan orang itu bukan kakak saya,” ujar korban.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Karang Intan Aipda Yohanes Suparjo mengatakan, kondisi pelaku penjambret saat melakukan aksinya dalam keadaan mabuk. Pelaku mabuk usai menenggah beberapa sachet obat batuk.

“Dari keterangan pelaku, pelaku mabuk dengan meminun obat batuk Komix sebanyak 15 sachet,” kata Suparjo.

Akibat kondisi pelaku di bawah sadar pengaruh oplosan obat batuk cair itu, siapa saja yang pelaku lihat dianggap itu adalah adiknya.

“Karena kondisi pelaku mabuk, petugas kita juga kemarin sempat dibilang sama pelaku, kamu adikku ya,” tuturnya.

Baca Juga: Viral Aksi Jambret Bule di Densel, Pelaku Tak Berkutik Didor Polisi

Pelaku juga mengaku awalnya mau mengingatkan terhadap korban agar hati hati membawa tas, tapi nyata malah merampasnya.

Load More