Scroll untuk membaca artikel
Muhammad Taufiq
Rabu, 10 Maret 2021 | 15:34 WIB
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan keterangan pers terkait KLB Partai Demokrat di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Jumat (5/3/2021). ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha

SuaraJatim.id - Pengakuan mengejutkan disampaikan Mantan Wakil Ketua Komisi Pengawas Partai Demokrat, Darmizal. Ia menyesal dan mengaku salah fatal pernah mendukung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) maju sebagai ketua umum partai di Kongres Demokrat 2015.

Saat ini, Darmizal menjadi salah satu tokoh yang menggagas dan mendukung Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut).

Bersama sejumlah tokoh dan kader Demokrat pro-KLB Deli Serdang, Ia menggelar jumpa pers di salah satu restoran Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Ia lantas menjelaskan sejarah gerakan KLB di Deli Serdang. Menurut dia beberapa fakta terjadi dan dialami oleh para Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat di tingkat kabupaten dan kota.

Baca Juga: Beredar Video Lawas SBY Ngaku Belum di Dalam Saat Partai Demokrat Berdiri

"Pertama saya ingin membuka dengan beberapa poin. Pertama adalah sisi historis kenapa KLB ini terjadi. Akan ada testimoni dan penjelasan faktual dari para Ketua DPC Demokrat," ujar Damrizal, seperti dikutip dari hops.id, jejaring media suara.com, pada Selasa (09/03/2021).

Ketika itu, pada kongres Demokrat keempat di Surabaya, SBY kembali dicalonkan sebagai Ketua Umum partai. Darmizal mengaku jadi salah satu kader yang mendukung terpilihnya SBY.

"Karena pada kongres Surabaya dipersiapkan, Marzuki Alie juga maju sebagai calon ketua umum yang secara de facto mendapatkan dukungan luar biasa dari kader-kader partai tingkat daerah dan cabang. Karena Pak Marzuki Alie adalah pemenang kedua kongres 2010 di Bandung yang memilih Anas Urbaningrum sebagai ketua umumnya," lanjutnya.

Darmizal pun mengku menyesal pernah memperjuangkan dan mengantar SBY untuk jadi Ketua Umum Demokrat pada periode kedua. Walhasil dia merasa melakukan kesalahan yang cukup fatal dan harus mempertanggungjawabkan kesalahan itu di hadapan Tuhan.

"Kenapa saya harus berjuang mengantar SBY untuk periode kedua sebagai ketua umum, sesungguhnya ini adalah salah satu kesalahan fatal saya, dan saya harus bertanggung jawab kepada seluruh kader dan kelak di hadapan Allah SWT," kata Darmizal.

Baca Juga: Marzuki Alie Cs Gugat AHY ke Pengadilan, DPP Demokrat: Jadi Lucu

Bahkan dia takut, suatu saat nanti akan ada azab yang datang kepada dirinya lantaran pernah mendukung orang yang salah. Sebagaimana diketahui, saat itu SBY menyatakan pada 2013 bahwa dirinya hanya menjadi ketua umum menggantikan sisa waktu jabatan Anas Urbaningrum hingga kongres 2015 berlangsung.

"Ini yang paling mengerikan, mungkin azab yang akan datang ke saya nanti. Karena di depan kami dan di depan forum Pak SBY sudah menyatakan pada 2013 bahwa dia hanya akan mengantar, menjadi ketua umum sampai kongres 2015," kata Darmizal.

"Dalam arti kata, melanjutkan kepemimpinan Ketua Umum Anas Urbaningrum yang masih tersisa. Pikiran kami waktu itu, saat SBY jadi presiden sekaligus sebagai ketua umum belum full waktunya untuk memimpin partai," ujarnya.

"Maka pada 2015, saat beliau tidak lagi jadi presiden kami berkeyakinan, dia akan bekerja sepenuhnya untuk memimpin kami agar partai ini naik lebih lagi dari capaian 2009 yang menghantar hampir 148 kader mendapat kursi di parlemen," ujarnya menegaskan.

Load More