SuaraJatim.id - Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jember Jawa Timur anjlok hingga minus 2,98 persen pada 2020. Padahal tahun sebelumnya, 2019, pertumbuhan ekonominya masih 5,51 persen sebelum pagebluk Covid-19.
Kondisi ini tentu menjadi pekerjaan rumah (PR) yang berat bagi Bupati Hendy Siswanto. Bila tidak segera menemukan formulasi tepat untuk mengatrol pertumbuhan ekonomi daerah, kondisinya bisa sangat mengkhawatirkan.
Bupati Hendy bahkan membuat pengandaian terkait kondisi perekonomian Jember ini dengan gambaran yang sangat ekstrem.
"Ekonomi minus 2,98 persen menurut Bank Indonesia empat lima hari lalu. Seandainya pulau sendiri bukan bagian Indonesia, Jember ini sudah dijual," katanya saat berpidato dalam rapat koordinasi dengan para pejabat, seperti dikutip dari suarajatimpost.com, jejaring media suara.com, Senin (22/03/2021).
Baca Juga: Kisah Nenek Buni Hidup 30 Tahun di Pasar Gebang Jember
Hendy mengagendakan percepatan menyelesaikan rancangan APBD 2021 dengan mengumpulkan ratusan pejabat di Pendopo Wahya Wibawa Graha, Sabtu (20/03/2021). Kemudian dilanjutkan dengan apel bersama di halaman Kantor Pemkab Jember, Senin (22/03/2021).
Kontraksi pertumbuhan ekonomi yang dimaksud Hendy adalah kondisi penurunan ekonomi dimana angka PDRB (produk domestic regional bruto) berada pada kisaran minus.
Merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa PDRB Jember pada 2020 mengalami penurunan sekitar Rp 1.185,73 miliar dari semula yang mencapai nominal Rp 76.039,98 miliar.
"Saya buktikan ekonomi memang minus dengan dagangan saya sendiri, bermacam-macam sepi. Keluarga saya berdagang di pasar, sekarang turun jauh. Terutama bahan kebutuhan pokok. Hari ini pasar tidak bisa dikendalikan," kata Hendy.
Supaya segera keluar dari jurang masalah ekonomi, Hendy menekankan agar seluruh pejabat bergerak cepat menyelesaikan rancangan APBD. Sebab menurut pandangannya, APBD bakal melecut pertumbuhan ekonomi karena menciptakan transaksi keuangan.
Baca Juga: Dampak Cabai Mahal, Makanan Warung Jember Tak Pedas Lagi, Pelanggan Lari
Tanpa APBD, transaksi yang terjadi terbilang kecil pengaruhnya lantaran pandemi COVID-19 telah membuat babak belur hampir semua sektor perekonomian. Nominal APBD Jember beberapa tahun belakangan sekitar Rp 4,6 triliun.
Berita Terkait
-
Pembelaan Dewi Perssik Usai Dinyinyiri Gegara Kasih Beras 5 Kg dan Uang Rp 10 Ribu ke Warga Jember
-
Lebaran Duluan! Umat Islam di Jember Salat Ied Hari Ini
-
Apa Pekerjaan Suami Bu Guru Salsa? Resmi Menikah Usai Videonya Viral
-
Viral Video Syur 5 Menit di Kota Santri, Bu Guru Salsa Jember Minta Maaf: Saya Tertipu...
-
Siapa Bu Guru Salsabila? Viral Usai Videonya Bikin Gempar Medsos
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Syok, Bapak 11 Anak dengan Hidup Pas-pasan Tolak KB: Kan Nggak Mesti Begitu
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- JakOne Mobile Bank DKI Diserang Hacker? Ini Kata Stafsus Gubernur Jakarta
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Review Pabrik Gula: Upgrade KKN di Desa Penari yang Melebihi Ekspektasi
Pilihan
-
Jadwal Timnas Indonesia U-17 vs Yaman, Link Live Streaming dan Prediksi Susunan Pemain
-
Minuman Berkemasan Plastik Berukuran Kurang dari 1 Liter Dilarang Diproduksi di Bali
-
Nova Arianto: Ada 'Resep Rahasia' STY Saat Timnas Indonesia U-17 Hajar Korea Selatan
-
Duh! Nova Arianto Punya Ketakutan Sebelum Susun Taktik Timnas Indonesia U-17 Hadapi Yaman
-
Bukan Inter Milan, Dua Klub Italia Ini Terdepan Dapatkan Jay Idzes
Terkini
-
Dari Desa untuk Warga, THR dan Jaminan Sosial Wujud Kepedulian Desa Wunut
-
Wanita Probolinggo Ditemukan Tewas Misterius di Pinggir Jalan
-
BRI Sokong UMKM Habbie: Minyak Telon dengan Ragam Aroma Terbanyak untuk Pasar Global
-
Jumlah Wisatawan ke KBS Surabaya Diprediksi Meningkat Hingga Hari Minggu
-
10 Korban Longsor di Jalur Cangar-Pacet Berhasil Ditemukan