SuaraJatim.id - Beberapa waktu lalu Badan Meteirologi Klimatologi Geofisika (BMKG) melemparkan warning terkait tiga potensi ancaman bencana di Jawa Timur ( Jatim ), terutama wilayah Selatan.
Tiga potensi itu yakni; potensi gempa bumi bermagnitudo 8,9 dan tsunami setinggi 29 meter. Kemudian ancaman cuaca ekstrem akibat dari siklon tropis yang bisa menimbulkan potensi hujan sedang hingga lebat di beberapa wilayah.
Selain itu, siklon tropis juga bisa menyebabkan gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan di Jawa Timur. Hal ini disampaikan peneliti senior dari Pusat Penelitian Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim (Puslit MKPI) Institute Teknologi 10 November (ITS) Profesor Amin Widodo.
Ia menegaskan, ketiga potensi ancaman bencana yang sempat disampaikan BMKG tersebut memang benar bisa terjadi, terutama di wilayah selatan Jatim.
"Ya memang potensi itu bisa dan memungkinan terjadi, seperti gelombang tinggi memang bisa terjadi karena memang kan bulan ini sedang besar-bsarnya, kemarin ada fenomena full moon yang pastinya menarik air laut lebih besar, tapi itu memang sudah sewajaranya terjadi karena tarikan gravitasi," kata Amien, dikutip dari beritajatim.com, jejaring media suara.com, Rabu (2/6/2021).
Untuk siklon tropis, Amien mengatakan bahwa terjadinya siklon itu dipengaruhi pergerakan angin. Hasil analisis dinamika atmosfer-laut menunjukkan bahwa terdapat aktivitas Gelombang Kelvin yang cukup aktif di sekitar Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua bagian utara.
Sedangkan Gelombang Rossby Ekuatorial cukup aktif di sekitar wilayah Jawa dan Samudera Pasifik sebelah timur Filipina.
Sementara itu perlambatan dan belokan angin terjadi di beberapa wilayah yang cukup berpengaruh pada pembentukan potensi awan hujan dan dapat menimbulkan potensi hujan intensitas sedang-lebat di beberapa wilayah.
Sedangkan untuk gempa besar yang diperkirakan bisa mencapai 8,9 magnitudo dan bisa menimbulkan tsunami sebesar 20 meter lebih, Amien mengatakan bahwa potensi tersebut berdasarkan data yang diinput oleh BMKG.
Baca Juga: 2 Hari Kedepan, Siklon Tropis Choi-Wan Bisa Picu Ombak Laut Tinggi di Indonesia
Amin menjelaskan, secara geologi, Indonesia ditekan oleh 3 lempeng (gambar atas) dan bisa diibaratkan tumpukan papan yang ditekan 3 buldoser dari 3 arah, dari Utara, Selatan dan Timur dengan kecepatan 2-7 cm pertahun. Keadaan ini sudah berlansung jutaan tahun lalu sebelum manusia ada.
"Pada batas tumbukan lempeng akan terjadi gempa seperti yang sering terjadi di Samudera Hindia dan kita memang tempatnya gempa, dari skala 1 – 9 dan di kedalaman 1 km – 650 km," ujarnya menegaskan.
"Jadi ini sudah ini sudah jadi pilihan leluhur kita yang sudah bertahan ratusan tahun di Indonesia. Gempa besar yang terjadi di laut bisa memicu tsunami, jadi semua kabupaten di selaran Jatim harus memyiapkan diri terhadap gempa besar dan tsunami," kata Amien melanjutkan.
Berita Terkait
-
2 Hari Kedepan, Siklon Tropis Choi-Wan Bisa Picu Ombak Laut Tinggi di Indonesia
-
Mensos Risma Targetkan Pemulihan NTT Karena Badai Siklon Tropis Seroja Dikerjakan Juni
-
Bali Tsunami dan Gempa Besar Tengah Malam November 1815, Hancurkan Kerajaan Buleleng
-
Gempa Magnitudo 4,8 Guncang Pasaman, Begini Pengakuan Warga
-
Waspada! Juni Ini Wilayah Bogor Rawan Bencana Alam
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Siasat Pedagang Sari Kedelai Surabaya: Cara Bertahan di Tengah Badai Kenaikan Harga Plastik
-
BRI Perkuat Holding Ultra Mikro, Kolaborasi Jepang Buka Akses Offshore Loan
-
Dari Gendong Arang ke Baitullah: Kisah Haru Nenek 91 Tahun JCH Tertua di Ponorogo
-
Dominasi Bank ASEAN di Global 500, BRI Tampil sebagai Kebanggaan Indonesia
-
Gus Fawait Pasang Badan: Tak Ada PHK bagi PPPK Jember Hingga 2027