SuaraJatim.id - Desas-desus pembongkaran rumah mewah di Desa Carangrejo, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo, akhirnya terkuak. Agus membongkar rumah mewah itu ternyata cuma mengambil atapnya saja.
Agus sempat menempati rumah itu bersama mantan istrinya Anjar. Keduanya kini sudah bercerai. Sebelumnya dikabarkan kalau perceraian itu terjadi lantaran kasus perselingkuhan. Anjar diisukan telah berselingkuh lantas menggugat cerai Agus.
Pembongkaran sendiri sempat menghebohkan jagat media sosial, Rabu (23/6/2021) lalu. Agus membongkar atap rumah dan menolak diganti dengan uang oleh keluarga mantan istrinya.
Pembongkaran sendiri menjadi perhatian khalayak ramai, karena viral di berbagai media. Pasalnya, rumah seharga Rp 400 juta itu dibongkar setelah pemiliknya bercerai.
"Pasca pembongkaran atap rumah itu, tidak ada gejolak antara keluarga Mas Agus dan Mbak Anjar," kata Sekretaris Desa Carangrejo, Juweni, dikutip dari beritajatim.com, jejaring media suara.com, Senin (28/6/2021).
Agus dan Anjar memang sudah resmi bercerai. Bahtera rumah tangga yang sudah terjalin selama 10 tahun harus kandas. Itu setelah sang istri mengajukan gugatan cerai di PA (Pengadilan Agama) Ponorogo.
"Mbak Anjar itu dulunya pekerja migran di Hongkong. Baru pulang ke Indonesia sejak 6 bulan yang lalu. Nah, tiba-tiba mengajukan gugatan cerai," katanya.
Mungkin lantaran kecewa, usai pisah, sang suami menginginkan kayu-kayu dulunya untuk pembangunan atap rumah itu dikembalikan. Sebab, kayu-kayu itu pemberian orangtuanya. Setelah tahu anaknya bercerai, orangtua menginginkan kayu itu kembali.
"Mas Agus tidak minta harta gono-gini, dia hanya meminta kayu pemberian orangtuanya dikembalikan lagi," katanya.
Baca Juga: Ruang Isolasi RS Ponorogo 100 Persen Full, Pasien Covid Sampai Nginap di IGD
Agus tidak serta merta langsung membongkar atap rumah tersebut. Sebelumnya dirinya memberitahu perangkat desa, keluarga mantan istri dan perwakilan lingkungan rumah. Hal itu dilakukan semata-mata supaya tidak ada gejolak usai pembongkaran.
Juweni menyebut, pihak desa hanya sebagai penengah, sementara kedua keluarga yang bermusyawarah. Hasilnya pun disepakati oleh kedua belah pihak.
"Mbak Anjar menawarkan kayu-kayu yang sudah terpasang itu diganti dengan uang. Namun Mas Agus menolaknya. Ya akhirnya kesepakatannya dibongkar, diambil kayu-kayu pemberian orangtua Mas Agus," katanya.
Desas-desus di masyarakat sekitar, gugatan cerai itu dilayangkan karena sang istri memiliki pria idaman lain atau selingkuhan. Namun, Juweni tidak membenarkan kabar tersebut. Dia menilai masalah yang mendasari perceraian itu merupakan privasi dari Agus dan Anjar.
Pihak desa hanya menjembatani supaya permasalahan yang terjadi setelah cerai bisa diselesaikan secara musyawarah bersama. "Kami tidak tahu kabar yang beredar di luar sana. Selaku pihak desa cuma menjadi penengah, supaya permasalahan setelah bercerai bisa diselesaikan dengan baik-baik," katanya.
Tag
Berita Terkait
-
Ruang Isolasi RS Ponorogo 100 Persen Full, Pasien Covid Sampai Nginap di IGD
-
Ya Allah! Santri Tewas Dihajar Kawannya di Ponorogo Ternyata Yatim Piatu
-
Mengaku Sedang Isolasi Mandiri, PNS di Bangkalan Ternyata Malah Selingkuh
-
Senior Pukuli Santri Yatim Piatu Hingga Tewas, Pelaku: Karena Mencuri ya Dihukum
-
Gegara Uang Rp100 Ribu, Senior Ponpes Gebuki Santri Yatim Piatu Hingga Meninggal Dunia
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- 5 Rekomendasi Lipstik Anti Luntur Saat Dipakai Makan Gorengan
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Tragedi Malam Takbiran: Tangan Hancur dan Pendengaran Hilang Akibat Ledakan Petasan di Jombang
-
Geliat Bisnis Hewan Kurban di Surabaya, Pilih Tahan Harga demi Pelanggan
-
Pagar Misterius Peninggalan Majapahit Ditemukan di Mojokerto
-
Terjebak di Antara Kobaran Daduk: Akhir Pilu Sang Petani Tua di Ladang Tebu Wonotirto Blitar
-
Maut di Balik Tradisi: Iduladha Berdarah Saat Balon Udara Meledak di Blitar