SuaraJatim.id - Peristiwa ini terjadi di Mojokerto Jawa Timur. Slamet Ridwan (41), warga Dusun Jatisari, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, dilaporkan tercebur sumur.
Namun saat dicari ramai-ramai oleh warga dan petugas pencarian, hingga tiga jam lamanya tubuh korban tak juga ditemukan. Pak Slamet tercebur sumur di sebelah rumahnya, Selasa (13/07/2021).
Awalnya, kasus ini dilaporkan Umi Kaili Sofiyana, istri dari Slamet. Tukan service panggilan itu katanya tercebur sumur sekira pukul 02.00 WIB. Ini setelah, ibu dua anak ini mendengar suara keras dari dalam sumur layaknya ada sesuatu yang jatuh ke dalamnya.
Benar saja, saat di cek sumur yang biasanya dalam keadaan tertutup tersebut keadaannya rusak. Ia kemudian mencari suami yang sebelumnya mengeluh meriang. Namun saat dicari Ia hilang misterius.
Sehingga sang istri melaporkan ke Ketua Rukun Tetangga (RT) dan warga lainnya. Ketua RT bersama warga yang mendapat laporan langsung mengecek ke sumur yang terletak di samping rumah tepatnya di depan dapur tersebut. Ketua RT dan warga tak bisa berbuat banyak.
Lantaran kondisi masih dini hari, sekira pukul 05.30 WIB petugas dari Pemadam Kebakaran (Damkar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto ke lokasi.
Petugas mengurasi isi sumur namun hingga pukul 08.45 WIB tidak ada tanda-tanda korban ada di dalam sumur.
Kakak ipar korban, Siti Romlah (55) mengatakan, korban dan istrinya sebelum tidur di dalam kamar yang sama. Korban minta di seka karena tubuh korban berkeringat. Namun karena capek sang istri ketiduran dengan posisi membelakangi tubuh korban.
"Jadi saat suaminya keluar kamar tidak tahu, istrinya bangun saat mendengar suara keras dari arah sumur sekitar jam 2 dini hari. Saat di cek, pintu belakang sedikit terbuka dan tutup sumur dalam keadaan bolong. Di cari ke mana-mana tidak ada, sehingga lapor ke Ketua RT," ujarnya, dikutip dari beritajatim.com, jejaring media suara.com.
Baca Juga: Sopir Truk yang Videonya Viral Maki Petugas PPKM Darurat di Mojokerto Minta Maaf
Sementara itu, Ketua RT 3 RW 6, Suherman mengatakan, setelah mendapatkan laporan ia kemudian mengecek ke lokasi.
"Di dalam sumur ada suara, crookkk… crookk, tapi jam 3 sudah tidak terdengar lagi. Saya kurang yakin (terjebur sumur, red), karena saya sendiri tidak tahu," katanya.
Masih kata Ketua RT, dari dalam sumur hanya terdengar suara mirip orang bernafas dalam air dan gelembung dari dalam sumur. Menurutnya, tidak ada masalah antara korban dan keluarganya.
Tag
Berita Terkait
-
Sopir Truk yang Videonya Viral Maki Petugas PPKM Darurat di Mojokerto Minta Maaf
-
Matanya Kuning, Perempuan Pejalan Kaki Menahan Sakit Lalu Tewas Mendadak di Mojokerto
-
Bocah Mojokerto Selamat dari Penculikan Setelah Menangis dan Teriak Minta Tolong
-
Viral Warga Mojokerto Jala Ikan di Kali Sadar Dapat Buaya Segede Orang
-
Warga Mojokerto Ini Kritis di Dalam Mobil, Telantar Ditolak Tujuh Rumah Sakit
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Makan Siang Terakhir di Coban Gede: Keriangan 9 Pelajar SMKN 1 Gempol Berujung Tragedi
-
Maut di Balik Pintu Terkunci: Misteri Tewasnya Wanita Jombang di Kamar Kos Putat Jaya Surabaya
-
Menyabung Nyawa di Aliran Lahar: Kisah Hendra, Petugas Sensus Ekonomi di Kaki Semeru
-
Mau Ajukan Kartu Kredit Online? Kenali 4 Pilihan Kartu Kredit Bank Mega dan Keunggulannya
-
Didesak Mahasiswa, Dua Universitas di Jember Ogah Tanda Tangan Penolakan SPPG di Kampus