SuaraJatim.id - Bertahun-tahun negara Afghanistan dirundung konflik dan perang. Hal itu memporak-porandakan tatanan ekonomi sosial warganya. Kemiskinan meningkat, ekonomi jeblok.
Di masa Pemerintahan Presiden Ashraf Ghani, ekonomi Amerika masih ditopang oleh Amerika Serikat. Nah sekarang Ghani sudah kabur setelah dikudeta oleh militan Taliban. Bisa dipastikan, Taliban bakal menguasai pemerintahan di negeri itu.
Masalahnya, ketika Amerika Serikat mencabut topangan ekonominya, Taliban bakal terseok-seok sendirian. Makanya, sadar dengan kondisi tersebut, rezim Taliban mengatakan akan berubah. Mereka akan lebih terbuka dengan dunia internasional.
Hal ini disampaikan Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Menurut dia, hampir semua negara di dunia kini sedang menunggu apakah Taliban ini akan lebih terbuka atau tidak dengan dunia internasional. Keterbukaan rezim Taliban ini menjadi kunci.
Sebab rezim Taliban ini sudah sejak awal menjanjikan perubahan dibanding dua dekade lalu, yakni lebih moderat. Misalnya perempuan dibolehkan untuk beraktualiasi di ruang publik.
"Jadi Indonesia ini akan wait and see, hampir semua negara di dunia juga begitu. Apakah janjinya untuk beri kesempatan pada perempuan dan ekonomi terbuka," demikian disampaikan JK dalam wawancara dengan Kompas TV kemarin, dikutip dari hops.id, jejaring media suara.com.
Keterbukaan ini, kata JK, akan menjadi salah satu pertimbangan negara di dunia untuk menjalin hubungan bilateral dengan rezim Taliban. Kalau ekonomi Afghanistan tak terbuka malah jadi bumerang.
"Masalah ekonomi ini berjalannya bagaimana, kan anggarannya yang lalu ditanggung Amerika. Ekonomi (Afghanistan) semuanya Amerika Serikat, sekarang mereka nesti berdiri sendiri. Jadi akan terjadi hubungan (Indonesia) dengan pemerintahan Taliban," katanya.
JK mengatakan pemerintah dalam ke depan akan menunggu praktik dan janji Taliban yang mau terbuka dengan dunia internasional, apakah juga menjalankan pemerintahan yang baik.
Baca Juga: Negara Dikuasai Taliban, Sineas Afghanistan Akan Lakukan Ini Jika Selamat
Kalau ini dijalankan Taliban, JK yakin dunia internasional akan mendukung Taliban. Hampir senada, pengamat Timur Tengah Hasbullah Sastrawi meminta pemerintah Indonesia mesti cermat perkembangan yang terjadi di Afghanistan.
Kalau perlu, menurutnya, pemerintah Indonesia melanjutkan langkah yang dirintis JK saat menjabat wakil presiden, menjadi mediator konflik di Afghanistan.
Hasbullah mengatakan Indonesia punya modal bagus untuk menjalin hubungan dengan rezim Taliban.
"Indonesia punya latar belakang (masalah) yang mirip (Afghanistan). Di sini banyak aliran tapi bisa contohkan beda aliran di sini tak harus cakar-cakaran," katanya.
Selain itu, Indonesia mesti pula mendekati kelompok yang dulunya pergi dari Tanah Air ke Afghanistan atau kelompok pendukung Taliban di Indonesia.
Mengapa demikian, Hasbullah khawatir, pendukung Taliban di Indonesia tahunya Taliban masih seperti 20 tahun lalu. Padahal Taliban kini menjanjikan perubahan dengan moderat.
Tag
Berita Terkait
-
Negara Dikuasai Taliban, Sineas Afghanistan Akan Lakukan Ini Jika Selamat
-
Gelar Konferensi Pers, Taliban: Kami Lindungi Warga Asing dan Hak Perempuan
-
Punya Basis Militer Kuat, Apa Alasan Taliban Tidak Bantu Palestina Tangani Israel?
-
AS Cabut dari Afghanistan, Giliran China Masuk
-
Mantan Narapidana Abdul Ghani Baradar Bakal Pimpin Emirat Islam Afganistan
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Misteri Pria Ber-sweater Hitam: Jasad Tanpa Identitas Mengambang di Arus Dam Rolak 9 Mojokerto
-
Misteri Kematian ASN Bangkalan di Bandara Juanda: Sosok Pria Bermasker Jadi Sorotan
-
Pasien Gaib dan Tagihan Palsu: Skandal Besar Korupsi JKN Jember Terbongkar
-
Penjual Es Hingga Penjaga Warkop Ikut Diciduk Polisi Saat Demo di Grahadi
-
Indonesia Sekarat! Amuk Massa di Grahadi dan Meme Kowarso yang Membakar Surabaya