SuaraJatim.id - Bareskrim Polri membekuk sejumlah orang dari perusahaan pinjaman online (pinjol) ilegal. Maraknya keluhan masyarakat terkait pinjol saat ini memang menjadi perhatian serius polisi.
Bayangkan, selama kurun 2020-2021 sudah 371 laporan terkait pinjol ini. Sampai pada akhirnya polisi membekuk tujuh orang setelah melakukan penyelidikan berbulan-bulan, bagaimana operasi perusahaan pinjaman online ilegal merekrut dan mengirimkan SMS ke nasabahnya.
Dijelaskan Dirtippideksus Bareskrim Polri Brigjen Helmy Santika, salah satu cara pinjol meneror nasabahnya yakni dengan membekali perusahaan dengan perangkat teknologi.
Dalam operasinya, teknologi perusahaan pinjol ilegal tersebut digunakan untuk mengirimkan SMS blasting dengan nada ancaman, penistaan, asusila kepada peminjam pinjol. Orang yang mengirim SMS blasting ini disebut desk collection (penagih utang).
Para desk collection atau penagih utang ini mirip debt collector yang bertugas meneror secara daring yang membantu perusahaan pinjaman online alias pinjol ilegal. Mereka turut meneror seorang ibu rumah tangga berinisial WI (38) hingga akhirnya nekat bunuh diri.
Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Pol Helmy Santika menyebut ketujuh tersangka masing-masing berinisial RJ, JT, AY, HC, AL, VN, dan HH. Penangkapan terhadap para tersangka dilakukan usai penyidik melakukan pendalaman terhadap peristiwa bunuh diri WI akibat terlilit utang pinjol.
"Yang kami ungkap, ini nyangkut ke peristiwa yang di Wonogiri, Jawa Tengah," kata Helmy di Bareskrim Polri dalam siaran persnya, seperti dikutip dari akun Instagram @divisihumaspolri, Jumat (15/10/2021).
Sebelumnya, Dittipideksus Bareskrim Polri menggerebek tujuh kantor pinjaman online (fintech) ilegal di DKI Jakarta. Sebanyak tujuh orang ditangkap dalam operasi tersebut.
Sementara itu, penggerebekan turut dilakukan oleh jajaran Polres Metro Jakarta Barat (Jakbar) dengan mengamankan 56 orang dalam penggerebekan kantor pinjol yang berlokasi di Ruko Sedayu Square, Cengkareng, Jakarta Barat.
Baca Juga: OJK Minta Pinjol Legal Beri Bunga Lebih Rendah
Penyidik mengatakan tersangka memiliki peran masing-masing, di antaranya desk collection (penagih utang) dan operator SMS blasting. Dari penggerebekan tersebut, kepolisian menyita beberapa barang bukti antara lain modem, CPU, layar monitor, ratusan sim card, dan laptop.
Dari semua TKP total yang sudah kita amankan 121 unit modem, 17 unit CPU, 8 monitor, 8 laptop, 13 unit HP, 1 box simcard baru masing masing berisi 500 pieces dan 2 flashdisk," kata Brigjen Helmy.
Brigjen Helmy Santika mengungkapkan salah satu alat andalan yang dipakai perusahaan pinjol, yaitu modem pool.
"Itu modem pool SIM box, ini yang banyak antenanya. Ini perangkat yang mampu memanipulasi nomor ponsel dari pengguna (perusahaan pinjol) ke penerima pinjol," katanya.
Brigjen Helmy mengatakan banyak orang terlibat dalam pinjol ini dan ternyata mereka adalah operator yang berperan mengirimkan SMS blast menggunakan peralatan modem pool tadi.
"Kalau di dunia nyata kan namanya debt collector, nah di dunia pinjol ini mereka namanya adalah desk collection. Mereka lah yang kirim SMS kepada nasabah yang pinjam pinjol," ujar jenderal bintang satu itu.
Berita Terkait
-
OJK Minta Pinjol Legal Beri Bunga Lebih Rendah
-
Ini Nih Perangkat Teknologi Perusahaan Pinjol yang Dipakai Buat Mencari dan Teror Nasabah
-
OJK Janji Berantas Pinjol Ilegal di Seluruh Nusantara
-
Bareskrim Polri Tangkap 7 Desk Collector Pinjol Ilegal
-
Polisi Tangkap Tujuh Orang Sindikat Pinjol Ilegal di Jakarta
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Penanganan Karhutla Bromo Fokus Pembasahan Delapan Hotspot
-
Skandal Suap Bupati Ponorogo: Sugiri Sancoko Dijatuhi Hukuman 6,5 Tahun Penjara
-
Dorong Inklusi Keuangan, BRImo Raih 3,32 Miliar Transaksi dengan Volume Rp4.166 Triliun
-
Pelajar Trenggalek Dilarikan ke RSUD dr Soedomo Akibat Keracunan MBG
-
Hari Pramuka ke-65, Gubernur Khofifah Ajak Pramuka Jatim Jadi Penggerak Swasembada Pangan