SuaraJatim.id - Perbedaan Haji dan Umroh. Meski sama-sama merupakan perjalanan ibadah yang dilakukan umat Islam dengan mengunjungi Kota Mekah dan Madinah, namun ada beberapa perbedaan Umroh.
QDua hal ini merupakan sesuatu yang berbeda. Apa saja perbedaan Haji dan Umroh?
Ibadah Haji merupakan satu dari lima rukun Islam. Haji dari segi bahasa diartikan sebagai menyengaja atau bermaksud melakukan sesuatu. Sementara Haji secara istilah merupakan ibadah yang diserap dari syariat para nabi terdahulu.
Sementara Ibadah Umroh secara bahasa berarti berziarah ke tempat ramai atau berpenghuni, sedangkan menurut istilah, Umroh berarti menyengaja menuju Kabah untuk melaksanakan ibadah.
Terdapat persamaan dari Ibadah Haji dan Umroh, bila dilihat dari syarat wajib, syarat sah, kesunnahan, hal-hal yang membatalkan dan perkara-perkara yang diharamkan saat melakukan dua ibadah ini.
Namun, terdapat perbedaan Haji dan Umroh yang dapat diuraikan sebagai berikut. Uraian ini dikemukakan Dewan Pembina Ponpes Raudlatul Quran, Ustaz M. Mubasysyarum Bih, dalam laman Nahdlatul Ulama (NU) Online.
1. Rukun
Rukun adalah ritual tertentu yang menjadi penentu keabsahan Haji atau Umroh (batal atau tidaknya) dan tidak bisa diganti dengan dam atau denda.
Syekh Abdullah Abdurrahman Bafadhal al-Hadlrami berkata bahwa rukun-rukun haji ada lima, yaitu niat ihram, wukuf di Arafah, tawaf, sai dan memotong rambut.
Dan rukun-rukun Umroh ada empat, yaitu ihram, tawaf, sai dan memotong rambut. (Syeh Abdullah Abdurrahman Bafadhol al-Hadlrami, Busyra al-Karim Bi Syarhi Masa-il at-Ta’lim Ala al-Muqaddimah al-Hadlrasmiyah, Dar al-Fikr, juz 2, hal. 55)
Baca Juga: Bacaan Niat Umroh Hingga Tahapan Terakhir
Dari keterangan tersebut dapat diartikan bahwa wuquf di Arafah menjadi perbedaan antara Haji dan Umroh. Salah satu rukun Haji adalah wukuf di Arafah. Sementara dalam rukun Umroh tidak ada.
2. Waktu Pelaksanaan
Syekh Muhammad Nawawi Al-Bantani berkata Dan waktu, waktu dalam haji adalah mulai dari permulaan bulan Syawal sampai fajar hari raya Iduladha dan Umroh bisa dilakukan di sepanjang tahun. (Abu Abdil Mu’ti Muhammad Nawawi Bin Umar al-Jawi al-Bantani, Nihayah al-Zain, al-Haromain, hal. 201).
Dari keterangan tersebut dapat diartikan bahwa waktu pelaksanaan Haji dan Umroh memiliki perbedaan. Haji hanya dibatasi antara awal bulan Syawal hingga subuhnya hari raya Iduladha (10 Dzulhijjah). Sementara Umroh bisa dilakukan kapan saja.
3. Kewajiban
SyekhbZainuddin Abdul Aziz al-Malibari berkata bahwa kewajiban-kewajiban haji yaitu ihram dari miqat, menginap di Muzdalifah dan Mina, tawaf wada dan melempar batu. (Syekh Zainuddin Abdul Aziz al-Malibari, Qurrah al-Aini, al-Haramain, hal. 210).
Lalu, Syekh Muhammad Nawawi al-Bantani berkata sedangkan kewajiban-kewajiban umroh ada dua, yaitu ihram dari miqat dan menjauhi larangan-larangan ihram. Syekh Abdul Mu’ti Muhammad Nawawi Bin Umar al-Jawi al-Bantaniy, Tausyikh ‘Ala Ibni Qosim, al-Haramain, hal. 239.
Dari dua keterangan tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam Ibadah Haji ada lima kewajiban yaitu niat ihram dari miqat, menginap di Muzdalifah, menginap di Mina, tawaf wada serta lempar jumrah. Sementara kewajiban umroh adalah niat ihram dari miqat dan menjauhi larangan-larangan ihram.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Gubernur Khofifah Terima Penghargaan CSR dan Pengembangan Desa Berkelanjutan Award 2026
-
Momentum Hari Kartini, Gubernur Khofifah Bagikan BBM Gratis & Sembako untuk Ojol Perempuan di Malang
-
Holding Ultra Mikro BRI Percepat Inklusi Keuangan dan Naik Kelas Debitur PNM
-
Gugatan Rp7 Miliar Ressa Terhadap Denada Kandas: Hakim PN Banyuwangi Sebut Salah Alamat
-
Ribuan Jemaah Embarkasi Surabaya Terbang ke Tanah Suci, 2 Orang Terpaksa Tertunda Karena Sakit