SuaraJatim.id - Kabupaten Lumajang merupakan salah satu daerah yang berada di wilayah Provinsi Jawa Timur. Kabupaten ini terkenal dengan julukan ‘Kota Pisang’, karena daerah ini merupakan penghasil berbagai jenis buah pisang yang enak. Berikut sejarah Kabupaten Lumajang.
Buah pisang andalan dari Kabupaten Lumajang ini berjenis Pisang Agung. Biasanya pisang ini ditanam oleh petani di daerah perkebunan di Kecamatan Senduro. Namun, masih banyak daerah lain yang menanam pisang ini, seperti di Pasrujambe. Pisang Agung ini juga bisa dibeli di sepanjang jalan raya Kalah sampai Ranoyoso.
Kabupaten Lumajang yang dikenal sebagai Kota Pisang ini, jika ditelisik dari sejarahanya, nama Kabupaten Lumajang berasal dari kata ‘Lamajang’. Hal itu berdasar pada penelusuran sejarah, data prasasti, naskah-naskah kuno, bukti-bukti petilasan dan hasil kajian pada beberapa seminar dalam rangka menetapkan hari jadinya.
Melansir dari lumajangkab.go.id, berdasar kata Lamajang saat ditelusuri dari bukti-bukti sejarah, Daerah ini sudah berdiri sejak 15 Desember 1225 Masehi. Dan pada tahun 1990 melalui Keputusan Bupati menetapkan tanggal tersebut sebagai hari jadi dari Kabupaten Lumajang.
Hal ini juga tidak bisa lepas dari sejarah Arya Wiraraja yang dinobatkan sebagai raja dari Kerajaan yang bersebut Lamajag. Dan membawahi wilayah dari Besuki raya hingga Bali, meliputi, Probolinggo, Lumajang, Situbondo, Bondowoso, Banyuwangi, Pasuruan, Madura, dan Bali).
Kisah ini diabadikan dalam kitab Negarakretagama. Sebuah kitab yang dikarang oleh Mpu Prapanca yang hingga sekarang menjadi sumber terpercaya atas sejarah kerajaan-kerajaan yang ada di Indonesia. Kitab ini ditulis dengan bahasa Kawi.
Pada masa penjajahan belanda, mulailah pudar mengenai sistem kerajaan di wilayah ini. Hingga akhirnya, sekitar tahun 1882 wilayah lumajang berstatus sebagai distrik atau setingkat Kecamatan di bawah pemerintahan Belanda. Dan akhirnya pada tahun 1928 wilayah Kabupaten Lumajang menjadi Kabupaten.
Bupati pertama yang memerintah di Kabupaten Lumajang adalah R.A.A. Kartodiredjo menjabat mulai 1 Juli 1928 hingga 20 Februari 1940. Lantas digantikan oleh R.T Aboebakat Kartowinoto sebagai Bupati kedua, mulai menjabat dari 20 Februari 1940 hingga tahun 1948.
Kemudian Bupati Ketiga Kabupaten Lumajang adalah Raden Sastrodikoro, mulai menjabat dari tahun 1948 hingga 1959. Setelah itu digantikan oleh Raden Sukardjono sebagai Bupati keempat yang menjabat mulai tahun 1959 hingga 1966. Dan dilanjutkan oleh N.G Subowo sebagai Bupati kelima, mulai menjabat dari tahun 1966 hinggga tahun 1973.
Baca Juga: 4 Preman di Jember Ini Diringkus, Dilaporkan Sejumlah Warga Sering Aniaya Korban
Bupati keenam Kabupaten Lumajang adalah Sowandi Roestam, menjabat mulai tahun 1973 hingga 1983. Bupati ketujuh adalah Karsid mulai menjabat tahun 1983 hingga 1988. Bupati kedelapan Kabupaten Lumajang adalah HM. Samsi Ridwan, mulai menjabat dari tahun 1988 hingga 1993.
Bupati kesembilan Kabupaten Lumajang adalah Tamim Hariadi, menjabat mulai tahun 1993 hingga tahun 1998. Bupati Kesepuluh adalah Achmad Fauzi mulai menjabat dari tahun 1998 hingga 2008. Bupati Kesebelas adalah Sjahrazad Masdar, mulai menjabat dari tahun 2008 hingga 2005.
Bupati kedua belas Kabupaten Lumajang adalah As’at Malik yang mulai menjabat dari tahun 2015 hingga tahun 2018. Setelah itu digantikan oleh Thoriqul Haq sebagai Bupati Lumajang yang ketiga belas, mulai menjabat dari 24 September 2018 hingga sekarang.
Kabupaten Lumajang ini mempunyai budaya yang sekaligus menjadi ciri khas dari Kabupaten ini, yakni aran Kencak, Tari Topeng Kaliwungu, dan Tari Glipang Lumajang. Selain itu, Kabupaten ini juga mempunyai batik dengan corak bergambar pisang.
Tidak hanya itu, Kabupaten Lumajang juga memiliki beberapa destinasi wisata alam yang tidak kalah menarik dan indah dari tempat lain. Berikut ini beberapa destinasi populer yang ada di daerah ini, melitputi:
- Pantai Bambang
- Goa tetes
- Candi mandaragiri,
- Gunung semeru
- Watu godeg
- Danau ranu kumbolo
- Pantai dampar
- Pantai watu kecak
- Perkebunan teh kertowono
- Wisata sejarah situs biting
- Tubing adventure
- Air terjun coban sewu
- Danau klaklah
- Ranu pane
- Ranu kumbolo
- Coban pawon,
- Gunung Semeru
- Pucak B29
Keadaan topografi dari Kabupaten Lumajang yaitu memiliki kemiringan 0 – 15 % ada sekitar 65% wilayah di daerah ini, hal tersebut membuat baik untuk dijadikan sebagai lahan pertanian. Kemiringan antara 15-25 % ada sekitar 6% wilayah di Kabupaten Lumajang, cocok untuk dijadikan sebagai lahan perkebunan.
Berita Terkait
-
Diduga Terjerat Kasus Korupsi, AKBP Edy Songkel Dicopot dan Diperiksa Propam Mabes!
-
Menilik Bukit Jaddih, Pesona Tebing Kapur dan Kolam Bekas Galian di Bangkalan
-
Lebih dari 100 Titik Api Kepung Gunung Arjuno, Jalur Pendakian Ditutup
-
Ini Alasan Gibran Minta Santri Belajar AI dan Robotika
-
Desa di Lumajang Capai Nol Persen Stunting, Jadi Pemacu Pencegahan di Wilayah Lain
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Gudang Siluman hingga Masuk Gang Sempit: Siasat Licik Penjual Miras di Surabaya Dibongkar Satpol PP
-
Cekcok Pagi Berujung Maut, Pria di Blitar Tewas Dihantam Gagang Cangkul Tetangga
-
Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun
-
Dituding Jadi Imam Mahdi dan Bawa Kabur Rp1,3 Miliar, Figar Siap Lawan di Jalur Hukum
-
Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT