Wakos Reza Gautama
Rabu, 27 Mei 2026 | 16:53 WIB
Pemuda asal Desa Tanggalrejo, Jombang, terluka parah akibat ledakan petasan pada malam Iduladha 1447 H. [beritajatim.com]
Baca 10 detik
  • Mohammad Eka Setyawan mengalami luka parah akibat ledakan petasan saat malam takbiran Iduladha 1447 H di Jombang.
  • Ledakan petasan menyebabkan korban menderita tuli permanen serta cedera serius pada bagian wajah dan tangan kanan.
  • Tim medis RSUD Jombang berencana melakukan tindakan amputasi jari tangan korban akibat kerusakan jaringan yang sangat berat.

SuaraJatim.id - Malam takbiran Iduladha 1447 H menjadi petaka bagi Mohammad Eka Setyawan (23). Niat hati merayakan malam lebaran dengan dentuman petasan, pemuda Desa Tanggalrejo, Mojoagung, Jombang ini justru harus mendapati kenyataan pahit. Masa depannya kini terancam oleh cacat permanen.

Jarum jam menunjukkan pukul 22.30 WIB ketika Eka berdiri di jalan desa setempat. Di tangannya, sebuah petasan siap diledakkan. Namun, hanya dalam hitungan detik, kegembiraan itu berubah menjadi horor. Petasan yang ia pegang meledak lebih cepat dari perkiraan, tepat di depan wajah dan di dalam genggaman tangannya.

Suara ledakan yang menggelegar itu seketika melenyapkan segala suara lain di telinga Eka. Eka dilaporkan kehilangan pendengarannya secara total akibat trauma akustik yang luar biasa.

Ia tak lagi bisa mendengar gema takbir, bahkan tak mampu merespons komunikasi dari keluarga maupun polisi yang menjenguknya.

Kondisi Eka di RSUD Jombang sungguh memilukan. Di balik tirai putih ruang perawatan intensif, ia terbaring lemas dengan tubuh yang dipenuhi selang infus.

Jempol tangan kanannya mengalami kerusakan jaringan yang begitu parah sehingga dokter berencana melakukan tindakan amputasi.

"Korban mengalami luka serius pada bagian tangan dan wajah. Selain luka bakar akibat percikan api, ada bagian tangan yang harus diamputasi karena kerusakannya terlalu berat," ungkap Kapolsek Mojoagung, Kompol Yogas, Rabu (27/5/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.

Luka bakar juga tampak menghanguskan sebagian area wajah dan telinga kanannya, meninggalkan bekas luka yang mungkin tak akan pernah hilang sepenuhnya.

Tragedi ini sempat berjalan "sunyi" dari pantauan hukum karena pihak keluarga enggan membuat laporan resmi ke kepolisian. Mereka tampaknya lebih memilih fokus pada keselamatan nyawa Eka yang tengah kritis.

Baca Juga: Maut di Balik Tradisi: Iduladha Berdarah Saat Balon Udara Meledak di Blitar

Meski demikian, Polsek Mojoagung tetap bergerak melakukan penyelidikan mandiri. Petugas telah mendatangi rumah korban di Dusun Tanggalrejo dan memantau kondisi korban di rumah sakit untuk memastikan kronologi kejadian.

Kompol Yogas kembali mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat. Tragedi yang menimpa Eka adalah bukti nyata bahwa petasan bukanlah mainan, melainkan ancaman nyawa yang berbalut hiburan.

"Ledakan petasan tidak hanya berisiko menyebabkan luka, tetapi juga cacat permanen seperti yang dialami korban saat ini. Kami imbau masyarakat, jangan korbankan keselamatan jiwa hanya untuk kesenangan sesaat," tegasnya.

Load More