- Dinas Lingkungan Hidup Surabaya menindak empat kelompok warga yang membuang limbah kurban ke sungai saat Iduladha 1447 Hijriah.
- Pelanggar terancam sanksi tindak pidana ringan serta denda maksimal lima puluh juta rupiah akibat mencemari sumber air bersih.
- Pemkot Surabaya menyediakan layanan angkutan limbah gratis menggunakan delapan belas armada truk untuk menjaga kebersihan ekosistem sungai kota.
SuaraJatim.id - Di tengah gema takbir Iduladha 1447 Hijriah, sebuah pemandangan kontras terjadi di sepanjang aliran Kali Surabaya.
Di saat sebagian besar warga merayakan hari raya dengan khidmat, segelintir kelompok justru tertangkap basah sedang "meracuni" sumber air warga Kota Pahlawan.
Niat hati ingin praktis dengan mencuci jeroan dan membuang darah hewan kurban di sungai, mereka justru harus berurusan dengan aparat. Bukan sekadar teguran, sanksi tegas kini membayangi mereka yang abai terhadap kelestarian lingkungan.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya tidak main-main dalam menjaga ekosistem sungai. Melalui patroli pengawasan yang ketat, petugas berhasil mengendus empat kelompok masyarakat yang kedapatan mencuci limbah kurban di aliran sungai.
Salah satu kelompok bahkan tidak bisa berkelit saat petugas langsung menyita Kartu Tanda Penduduk (KTP) mereka di tempat. Langkah ini bukan tanpa alasan, pelanggar akan langsung diproses melalui jalur Tindak Pidana Ringan (Tipiring) ke meja hijau.
"Satu kelompok langsung dikenai sanksi penyitaan KTP untuk diproses ke pengadilan. Ini demi memberikan efek jera," tegas Pelaksana Tugas Kepala DLH Surabaya, M. Fikser, Rabu (27/5/2026).
Tak tanggung-tanggung, bayang-bayang denda maksimal Rp50 juta kini menanti mereka berdasarkan putusan hakim nanti.
Mengapa Pemkot Surabaya begitu "galak"? Jawabannya ada pada dua aliran vital yakni Kali Surabaya dan Kalimas. Kedua sungai ini merupakan jantung bagi warga kota karena menjadi bahan baku utama air bersih PDAM Surabaya.
Selain itu, mencuci rumen atau jeroan di sungai sebenarnya adalah tindakan yang merugikan si penerima daging itu sendiri. Alih-alih bersih, daging justru berisiko tinggi terkontaminasi bakteri berbahaya dari air sungai yang tidak higienis.
Baca Juga: Geliat Bisnis Hewan Kurban di Surabaya, Pilih Tahan Harga demi Pelanggan
"Mencuci jeroan di sungai tidak hanya mencemari air, tapi juga berisiko mengontaminasi daging kurban dengan bakteri. Ini sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat," tambah Fikser.
Menyadari besarnya volume limbah di hari raya, Pemkot Surabaya sebenarnya telah menyediakan karpet merah bagi panitia kurban.
Alih-alih dibuang ke sungai, warga hanya perlu menghubungi petugas untuk mendapatkan layanan pengangkutan limbah secara cuma-cuma alias gratis.
DLH Surabaya telah menyiagakan 18 armada truk jungkit (dump truck) yang siap meluncur ke masjid-masjid atau lokasi penyembelihan besar.
Petugas di lima zona wilayah pemantauan telah menyebar nomor kontak penanggung jawab agar limbah bisa langsung dievakuasi ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
"Kami melibatkan BPBD, Satpol PP, hingga kepolisian untuk pengawasan ini. Namun, kami juga beri solusi berupa angkutan gratis agar tidak ada alasan lagi membuang limbah ke sungai," jelas Fikser. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Geliat Bisnis Hewan Kurban di Surabaya, Pilih Tahan Harga demi Pelanggan
-
Sapi Jumbo Prabowo Ngamuk di Surabaya, Seruduk Bocah hingga Bikin Panik Warga!
-
Baru Turun dari Truk, Sapi Kurban Jumbo Milik Presiden Prabowo Bikin Tegang di Surabaya
-
Kisah Pilu Anak Kembar di Surabaya yang Diperkosa Ayah Sambung Selama Bertahun-tahun
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Pembukaan MTQ Nasional XXXI, Gubernur Khofifah Dukung Kafilah Jatim untuk Berikan Hasil Gemilang
-
Lima Tahun Holding UMi, BRI, Pegadaian, dan PNM Perkuat Ekonomi Kerakyatan
-
Jejak Sukses Mantan PMI Tati Purwanti, Bawa Bubur Cirebon hingga Taipei
-
Viral Ludahi Ibu Gendong Balita dan Rampas HP, Debt Collector Gareng Diciduk Usai Setahun Buron
-
Diterjang Angin Kencang, Pohon Raksasa Tumbang Tutup Total Jalur Sidoarjo-Surabaya di Gedangan