SuaraJatim.id - Media sosial digegerkan pengakuan warga Kota Malang Jawa Timur ( Jatim ). Seorang warga bernama Joko Santoso mengalami kebutaan setelah melakukan vaksin Covid-19.
Kisahnya diunggah istri di akun grup media sosial Facebook Komunitas Peduli Malang Raya. Ia mengaku mengunggah pengalamannya itu setelah mengaku tak mendapat respons dari Pemerintah Kota setelah tiga bulan usai vaksinasi.
Ia menceritakan kalau kini penglihatannya terganggu alias mengalami kebutaan setelah disuntik vaksin Astrazeneca pada Jumat 3 September 2021.
Ditemui wartawan di rumahnya Jalan Jalan Burung Gereja Nomor 1 A RT 2 RW 2, Kelurahan Arjawinangun, Kecamatan Kedungkandang, Ia mengaku mengikuti kegiatan vaksinasi di rumah Ketua RW.
Ia lantas menceritakan kronologis detailnya sejak mengikuti vaksinasi sampai matanya buta. Ia menceritakan sempat dicek skrining kesehatan, mulai dari tensi dan gula darah.
"Sana ditensi normal semua, lalu saya disuntik nunggu 15 menit, pamitan Bu RW juga surat vaksinnya masih ada nunggu lama, semuanya normal. Lalu saya tinggal pulang," katanya seperti dikutip dari suarajatimpost.com, jejaring media suara.com, Kamis (2/12/2021).
Namun setibanya di rumah sekitar pukul 11.00 WIB, Joko tiba - tiba merasakan gejala mual dan muntah dua kali. Sampai akhirnya memutuskan beristirahat tidur di rumahnya.
"Disuruh minum obat terus tidur - tiduran, terus sampai istri pulang, jam 10 malam lihat handphone itu kabur. Saya kira sudah ngantuk, biasanya enggak pernah tidur jam segitu," ungkap pria berusia 38 tahun ini.
Pada Sabtu paginya sekitar pukul 06.00 WIB, Joko yang hendak beraktivitas tiba - tiba dikejutkan dengan pengelihatannya yang tak berfungsi.
Baca Juga: Dikira Malam, Mata Joko Santoso Ternyata Buta Setelah Vaksinasi Covid-19
"Sabtu paginya gelap gulita itu, laporan ke pak RW dibawa ke RS Refa Husada, dari Refa Husada dirujuk ke RSU (Rumah Sakit Saiful Anwar) sampai sekarang," katanya.
Namun ia kembali pulang ke rumah, karena Poli Saraf tutup dan diminta kembali lagi pada Senin 6 September 2021.
Saat Senin itu ia kembali dan akhirnya diminta untuk opname di ruang perawatan khusus pasien penderita penyakit saraf RSSA Malang. Di sana ia menjalani opname perawatan selama tiga hari.
"Tiga hari, setelah itu tubuh lemas, kayak stroke gitu, lemas nggak bisa gerak, nggak bisa gerak, tangan saja yg bisa gerak sama kepala, duduk nggak bisa, apalagi jalan. Jadi di RSSA, selama tiga hari di unit stroke terus backgroundnya itu gelap gulita tinggal abu - abu gitu," kisahnya.
Selama perawatan di RSSA, Joko mengaku sejumlah dokter dan tim medis menanganinya. Para tim medis ini dibuat dengan keluhan yang dialami Joko, mengingat dari hasil pemeriksaan medis baik luar dan rontgen dalam, tidak dalam kondisi yang sakit.
"Itu tadi bingung dokternya, gula darah nggak ada, hipertensi normal, semuanya normal. Masih diobservasi. Sudah diperiksa MRI, thorax itu hasilnya normal," tuturnya.
Berita Terkait
-
Dikira Malam, Mata Joko Santoso Ternyata Buta Setelah Vaksinasi Covid-19
-
Kisah Joko Santoso yang Sempat Buta Usai Vaksinasi Covid-19
-
Angka Pengangguran Terbuka di Kota Malang Melambung
-
Gus Nur Merespons Kabar Penolakan Pembangunan Ponpes di Malang
-
Kumpulan Fungsi Kulit, Bukan Hanya Melindungi Bagian Dalam Tubuh Manusia
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
2 Oknum Perwira Polda Jatim Diduga Terlibat Jaringan Narkoba Internasional
-
Pelaku Belum Tertangkap, Keluarga Korban Pembunuhan di Bangkalan Minta Kejelasan
-
First Time ke Banyuwangi, Raline Shah Penasaran dengan Keindahan Alamnya
-
Megawati Soekarnoputri Kembali ke Blitar, Ini Agenda Lengkapnya
-
Surabaya Demam Piala Dunia 2026, Fans Rela Rogoh Kocek Jutaan untuk Jersey