Scroll untuk membaca artikel
Muhammad Taufiq
Rabu, 08 Desember 2021 | 20:14 WIB
Jumpa pers Mabes Polri di RSUD Haryoto Lumajang [Foto: ANTARA]

SuaraJatim.id - Tujuh jenazah korban letusan Gunung Semeru berhasil diidentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri.

Identitas mereka disampaikan dalam jumpa persn di RSUD dr. Haryoto Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Rabu (08/12/2021). Tim menerima 10 jenazah hari ini, namun yang berhasil diidentifikasi baru tujuh orang.

Seperti disampaikan Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Mabes Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan. Tim menerima tiga jenazah dan satu bagian tubuh.

"Kami sampaikan kemarin malam tim DVI telah menerima satu body part dan hari ini tim DVI Polri telah menerima tiga jenazah sehingga sampai hari ini ada 34 jenazah yang telah diterima oleh tim DVI, untuk selanjutnya akan dilakukan proses identifikasi," katanya.

Baca Juga: Minta Dipeluk dan Diusap Kepala Malam Hari, Suami Rumini Tak Menyangka Jadi yang Terakhir

Sebelumnya sudah ada 10 jenazah yang teridentifikasi dan untuk Rabu (8/12) pagi Tim DVI Polri telah melakukan proses identifikasi dan hasilnya adalah tujuh jenazah dapat teridentifikasi.

"Tujuh jenazah itu rinciannya adalah tiga jenazah perempuan dan empat jenazah laki-laki, kemudian kami sampaikan secara keseluruhan sampai hari ini sudah 17 jenazah dari 34 jenazah dengan rincian 33 jenazah dan satu body part," katanya.

Ia menjelaskan bahwa proses itu dapat terbantu lebih cepat berkat pihak keluarga yang menyerahkan data-data atau menunjukkan ciri-ciri korban, seperti tahi lalat, tato atau ciri-ciri khusus dari bagian-bagian jenazah yang telah disampaikan kepada tim.

Sementara, Kabid Dokkes Polda Jatim Kombes Pol Erwin Zainul Hakim kembali mengumumkan data jenazah yang berhasil teridentifikasi:

1. Mani (60), jenis kelamin perempuan, alamat Dusun Curah Kobokan.

Baca Juga: UII Kirim Dua Dokter dan Tiga Dokter Muda ke Lokasi Bencana Erupsi Semeru

2. Zakira Talita Salsabila (4), jenis kelamin perempuan, alamat Dusun Curah Kobokan.

Load More