SuaraJatim.id - Dalam Islam dianjurkan membaca doa sebelum melakukan suatu tindakan dalam sehari-hari. Hal ini dilakukan agar diridhai Allah SWT. Salah satunya doa naik kendaraan.
Sebagai makhluk sosial, manusia selalu berinteraksi dengan yang lain untuk memenuhi kebutuhannya. Sebab itu manusia sering berpindah tempat atau pergi baik dekat, jauh, menggunakan kendaraan pribadi atau umum.
Umat Islam dianjurkan untuk membaca doa kendaraan agar dilindungi selama perjalanan dan mengamalkan sunnah. Bagaimana bacaan doa naik kendaraan?
Berikut akan dijelaskan doa naik kendaraan mulai dari bacaan lafal, arti, dan hikmah yang bisa diambil. Simak informasi di bawah ini.
Bila melakukan perjalanan menggunakan kendaraan darat seperti motor, mobil, bus, kereta, dan masih banyak lagi. Dianjurkan membaca doa terlebih dahulu. Berikut bacaan doa naik kendaraan darat,
Subhannalladzi sakkhara lanaa hadza wama kunna lahu muqriniin wa-inna illa rabbina lamunqalibuun.
Artinya: " Maha Suci Allah yang telah menunjukan untuk kamu (kendaraan) ini. Padahal sebelumnya kami tidak mampu untuk menguasainya dan hanya kepada-Mu kami akan kembali."
Bacaan di atas termasuk do'a umum sebelum naik kendaraa. Hikmah yang bisa diambil yakni mensyukuri atas nikmat yang telah diberikan (kendaraan) yang bisa dinaiki dan mengantarkan sampai tujuan.
Baca Juga: Syarat Nikah Siri, Lengkap dengan Pandangan Agama dan Hukum Negara
Selanjutnya bila berpergian menggunakan kendaraan yang melintas di laut. Berikut bacaan doa naik kendaraan Laut.
Bismillahi majreha wa mursaahaa inna robbii iaghufuurur rohim
Artinya: "Dengan nama Allah yang menjalankan kendaraan ini berlayar dan berlabuh, sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
Doa ini seperti yang dipanjatkan Nabi Nuh saat mengendarai kapalnya. Hal tersebut dicatat dalam surat Al-Huud ayat 41. Untuk kendaraan pesawat bisa menggunakan bacaan naik kendaraan umun yang sudah disebutkan tadi. .
Hikmah dan manfaat membaca doa naik kendaraan bagi umat islam diantarnya sebagai berikut.
Berita Terkait
-
Peluncuran Buku demi Pencitraan: Efektifkah di Tengah Krisis Kepercayaan?
-
Islam dan Lingkungan Hidup: Bumi Bukan Sekadar Tempat Tinggal
-
Doa Bersama Warnai Hari Terakhir Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda
-
OKI Kutuk Serangan Bom Drone ke Makkah, Kota Suci Umat Islam
-
Paranoia Kolonial di Tanah Suci: Membedah Politik Haji Pada Masa Penjajahan
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
Terkini
-
Empat Nyawa Melayang dalam Ledakan Pabrik SPS Lamongan, Polisi Libatkan Labfor
-
Razia Gabungan Lapas Kelas II A Kediri, Petugas Temukan Barang Berbahaya Ini
-
Pemkot Surabaya Rebut Kembali Lahan Senilai Hampir Rp1 Triliun
-
Dicecar Kasus Dugaan Penipuan Rp214 Juta, Wawali Blitar: Jangan Tanya di Luar Urusan KONI
-
Dicap Underbow PKI oleh Majalah Terbitan Kemenag, GMNI Meradang: Fatal, Ini Bukan Sekadar Typo