SuaraJatim.id - Air bersih hingga perlengkapan mandi jadi kebutuhan mendesak di posko pengungsian bencana erupsi Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Hal itu disampaikan Komandan Posko Tanggap Darurat Bencana Dampak Awan Panas dan Guguran Gunung Semeru, Kolonel Infanteri Irwan Subekti saat konferensi pers Review Kejadian Bencana Bulan Desember dan Perkembangan Pasca Erupsi Gunung Semeru.
"Kebutuhan yang mendesak saat ini adalah dengan banyaknya titik pengungsian, tandon air kemudian air bersih termasuk alat-alat kebersihan,” kata Irwan seperti diberitakan Antara, Jumat (10/12/2021).
Kebutuhan mendesak lainnya, lanjut Kolonel Irwan, meliputi perlengkapan tidur seperti bantal dan kasur, peralatan mandi seperti sabun. Kemudian kebutuhan pakaian dalam, baik untuk pengungsi laki-laki maupun perempuan, khususnya pakaian dalam untuk para ibu.
"Ini yang sangat kita harapkan apabila ada yang ingin memberikan bantuan, karena tim yang menerima bantuan logistik sangat banyak sekali," ucap Kol Irwan yang juga Danrem 083/Baladhika Jaya.
Menurut Irwan melanjutkan, bantuan seperti bahan makanan dan pakaian sehari-hari untuk pengungsi sudah cukup berlimpah di Pendopo Kabupaten Lumajang. Hal itu membuktikan adanya antusias masyarakat yang tinggi dalam membantu sesama.
Lebih lanjut dia menjelaskan saat ini terdapat 24 titik lokasi yang dijadikan sebagai titik pengungsian terbesar. Dengan rincian, sebanyak 10 titik pengungsian terletak di Kecamatan Pronojiwo, 10 titik di Kecamatan Candipuro serta empat titik tersebar di wilayah Kecamatan Pasirian, Jawa Timur.
"Saat ini bantuan sangat melimpah untuk yang relawan begitu juga, terdapat pula 102 titik pengungsian yang tersebar diseluruh wilayah Kecamatan Kabupaten Lumajang,” tegas dia.
Berdasar data Pos Komando (posko) Tanggap Darurat Awan Panas dan Guguran Gunung Semeru pada Rabu (8/12), penyintas atau pengungsi berjumlah 6.022 jiwa yang tersebar di 115 titik pos pengungsian.
Baca Juga: Hari Ketujuh Bencana Erupsi Semeru, Dua Jenazah dan Satu Bagian Tubuh Teridentifikasi
Posko terus memutakhirkan data warga terdampak maupun warga yang mengungsi di wilayah Kabupaten Lumajang, Malang dan Blitar. Sebaran jumlah penyintas paling banyak berada di Kecamatan Candipuro dengan 2.331 orang, sedangkan di Kecamatan Pasirian 983 orang, Pronojiwo 525, Tempeh 554, Sumbersuko 302, Lumajang 271, Pasrujamber 212, Sukodono 204, Kunir 127, Tekung 67, Senduro 66, Padang 62, Jatiroto 59, Kedungjajang 50, Klakah 45, Yosowilangun 40, Rowokangkung 37, Ranuyoso 26, Randuagung 24, Tempusari 23 dan Gucialit 14.
Sumber: Antara
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 5 HP Murah 5G di Bawah Rp2 Juta, Koneksi Kencang untuk Multitasking
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
BRI Perkuat Inklusi Keuangan di Timor Leste Lewat Pegadaian
-
Mahar Rp2 Miliar Demi Kursi Dirut RSUD: Menguliti 'Dosa' Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko
-
Akhir Tragis Perjalanan Truk Pakaian di Tol Jomo: Sopir dan Kernet Tewas di Tempat
-
BRI dan BPKH Resmi Serahkan Banknotes SAR 152 Juta untuk Haji 2026
-
BRI Tawarkan Cicil Emas Praktis di BRImo, Bisa Digadai dan Dijual