SuaraJatim.id - Sok jago dan main hajar orang saat konvoi, tujuh pendekar anggota perguruan silat di Jombang, Jawa Timur diciduk polisi. Sejumlah tiga pendekar diantaranya ditetapkan tersangka kasus pengeroyokan.
Diketahui ketiga tersangka berinisial WTN (19) dan YAS (17) warga Desa Puton, Kecamatan Diwek. Sedangkan seorang tersangka lain yakni AA (17) pemuda asal Desa Mayangan, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang.
Sementara korban pengeroyokan berjumlah lima orang remaja. Mereka berinisial NB (19), dan IS (16), asal Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri. Sedangkan tiga orang korban lainnya, yakni FA (16), ISU (16), serta FM (15) asal Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang.
"Ada tujuh orang yang berhasil kita amankan. Empat orang sebagai saksi dan tiga orang lainnya ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan," kata Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Teguh Setiawan, Selasa (4/1/2022).
AKP Teguh melanjutkan, laporan kasus pengeroyokan itu diterima pada Minggu (2/1/2021) malam dan esoknya tujuh orang terduga pelaku berhasil diringkus.
"Pengeroyokan itu dilakukan sekira pukul 23.30 WIB malam di Alun-alun Jombang. Mereka merupakan anggota perguruan silat. Menurut pengakuannya pelaku usai melakukan pertemuan di wilayah Kecamatan Diwek, Jombang," kata Teguh.
Aksi pengeroyokan itu bermula saat para pelaku melintas di Alun-alun Jombang bersama 50 anggota rombongan perguruan silat. Saat itu korban sedang berswafoto. Mendadak para pelaku menghentikan sepeda motornya dan mendatangi korban.
"Salah satu pelaku kemudian melakukan pemukulan terhadap korban yang kemudian teman-temannya ikut mengeroyok hingga mengakibatkan korbannya mengalami luka lebam pada muka dan tubuh," ucapnya.
Ia menambahkan, pemicu pengeroyokan diduga karena adanya ketersinggungan tehadap korban. Kala itu, tiga orang pendekar itu merasa tersinggung lantaran lima remaja seakan mengejek mereka saat melakukan konvoi.
Baca Juga: Penjelasan KIPPI Jombang Soal Kasus 2 Siswa SD Meninggal Usai Disuntik Vaksin
Selain mengamankan para pelaku pengeroyokan, polisi juga menyita sejumlah barang bukti. Rinciannya, pakaian yang digunakan korban serta dua unit sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi (nopol) S 5430 OAS dan Honda PCX nopol S 2452 QBP.
"Tersangka dijerat dengan Pasal 170 ayat (1), (2) ke-1e KUHP tentang tindak pidana penganiayaan dilakukan secara bersama-sama (pengeroyokan) dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara," tukas Teguh.
Kontributor: Zen Arifin
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kemenhut Berhasil Padamkan Kebakaran 30 Hektare di Gunung Rinjani
-
Ruko Fotokopi di Ponorogo Rata dengan Tanah Usai Perselingkuhan Terbongkar
-
Aktivis Ngaku Dicekik Kades Saat Demo Tolak Utang Rp786 Miliar di Gedung DPRD
-
Cemburu Buta Suami di Banyuwangi Berujung Tragedi Minggu Pagi
-
Jasad Bayi Ditemukan Terkubur di Mojokerto, Polisi Cari Pelakunya