Muhammad Taufiq
Ilustrasi tes CPNS

SuaraJatim.id - Beberapa waktu lalu ribut berita viral seorang CPNS di lingkungan Kejaksaan anak tukang sapu di Surabaya hasil nilai psikotest serta kesehatannya nol.

Hasil nilai nol ini menjadi sorotan warganet dan sempat membuat ribut media sosial. Terkait viral berita itu, Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) akhirnya buka suara.

Seperti dijelaskan Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezer, angka Nol pada pengumuman kelulusan seleksi CPNS Kejaksaan RI pada dasarnya bukanlah merupakan nilai capaian untuk sub tes yang bersifat menggugurkan seperti tes psikotes, kejiwaan maupun Kesehatan. Dalam sub tes tersebut, nilai yang ada hanyalah nilai 0 dan 1.

"Dimana 0 merupakan kode bagi peserta yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS), sedangkan 1 merupakan kode bagi peserta yang Memenuhi Syarat (MS)," katanya seperti dikutip dari timesindonesia.co.id, jejaring media suara.com, Minggu (09/01/2022).

Baca Juga: Cuaca Hari Ini Wilayah Jatim Diramalkan Bakal Diterpa Hujan Lebat Disertai Kilat dan Angin

"Berbeda halnya dengan sub tes yang memiliki bobot atau yang bukan bersifat menggugurkan seperti wawancara, CAT, Kesamaptaan, Beladiri ataupun Praktek Kerja, range penilaiannya adalah angka 0 sampai 100," katanya menambahkan.

Ia juga menjelaskan bahwa sejak Pengumuman awal seleksi CPNS Kejaksaan pada tanggal 30 Juni 2021, sub tes-sub tes yang dilakukan di Kejaksaan RI telah secara terbuka dijelaskan kepada seluruh calon pelamar.

Kepada para pelamar itu, dijelaskan kalau komponen penilaian seleksi terdiri dari sub tes yang memiliki bobot nilai dan ada yang bersifat menggugurkan, yakni Psikotes, Kejiwaan dan Kesehatan.

"Dimana tiga sub tes yang bersifat menggugurkan mutlak diperlukan dalam rangka menjaring calon pegawai Kejaksaan RI yang sesuai dengan tugas dan fungsinya selaku penegak hukum, yang tidak hanya memerlukan kecerdasan secara intelektual, namun juga didukung dengan kesiapan mental, potensi, psikis, maupun Kesehatan jiwa serta Kesehatan fisik yang mumpuni," terang Leonard.

Dalam rangka menjamin obyektifitas, penunjukkan tim konsultan SDM yang menjalankan psikotes dan tes kejiwaan dilakukan secara lelang terbuka melalui e-procurement atau lelang elektronik, sehingga independensinya terjaga.

Sedangkan tes Kesehatan, diselenggarakan secara serentak di rumah sakit-rumah sakit daerah yang selanjutnya dinilai secara terpusat oleh Tim Dokter Independen Kejaksaan, sehingga meminimalisir terjadinya kecurangan.

Baca Juga: Penjual Gado-gado di Surabaya Terkapar Bersimbah Darah di Jalanan Dibacok Parang

"Dari penjelasan di atas, Kejaksaan Agung telah memberikan pelurusan dan informasi kepada masyarakat atas pemberitaan dimaksud," ucapnya.

Komentar