SuaraJatim.id - Dalam beberapa hari terakhir harga kedelai di tanah air melejit tinggi. Sejumlah pengusaha tahu di Kediri akhirnya memilih sementara tidak produksi.
Salah satu pengusaha yang memutuskan break yakni Pemilik CV Gudange Tahu Takwa (GTT) Gatot Siswanto. Perajin tahu asal Desa Toyoresmi Kecamatan Ngasem itu mengatakan kondisi pasar sedang lesu.
Gatot merupakan salah satu pengusaha tahu takwa "GTT". Karena pasar sedang lesu, Ia memutuskan untuk tidak produksi atau libur terlebih dahulu akibat harga kedelai mahal dan menurunnya harga jual di pasar.
Sebelumnya, pengusaha tahu kediri memilih menaikkan harga tahu untuk menyiasati mahalnya harga kedelai dalam beberapa hari terakhir ini. Namun ternyata siasat itu belum bisa menolong penjualan mereka.
"Kami memutuskan tidak produksi, pasarnya lesu. Kedua, harga kedelai juga mahal, daripada membuang tahu yang sudah jadi, kami tidak produksi dulu," katanya seperti dikutip dari Antara.
Ia mengatakan libur itu rencananya akan dilakukan selama dua hari terhitung mulai Rabu-Kamis (23-24/02/2022). Selain dirinya, tujuh mitra lainnya juga ikut libur.
Dirinya menjelaskan, libur itu terpaksa dilakukan karena harga kedelai yang semakin mahal mencapai Rp11 ribu per kilogram. Selain itu, pasar saat ini juga lesu, sehingga sementara waktu tidak produksi membuat tahu.
Selama libur, dirinya meminta seluruh pekerja untuk bersih-bersih alat. Dengan itu, pekerja juga tetap di pabrik, namun tidak membuat tahu.
Dirinya tidak mengetahui apakah pemilik usaha tahu lainnya juga melakukan hal yang sama seperti dirinya dan mitra yang harus libur sementara waktu, imbas harga kedelai mahal dan lesunya pasar.
"Saya tidak tahu perajin lainnya, mungkin sama, karena harga kedelai mahal, mereka tidak bisa naikkan harga," ujarnya menabahkan.
"Kami naikkan Rp 1.000, dan ini pas kebetulan pasar lesu. Jadi, kami libur sekalian dengan mitra libur. Ada tujuh mitra yang juga libur produksi semua," kata dia.
Setelah dua hari, Gatot mengatakan dimungkinkan akan kembali mengolah kedelai seperti biasa, namun dengan jumlah yang akan dikurangi. "Kami akan tetap produksi, cuma sedikit dikurangi," kata dia.
Di CV GTT tersebut, setiap hari rata-rata 300 kilogram mengolah kedelai sebagai bahan baku pembuatan tahu takwa. Namun, jumlah itu terkadang juga dikurangi menjadi 200 kilogram saja.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih mengatakan komoditas kedelai memang menjadi salah satu bahan evaluasi dari satgas pangan dan dinas perdagangan.
Ia mengakui, ada beberapa perajin yang tidak produksi terlebih dahulu, namun pihaknya tetap komunikasi dengan pemerintah provinsi terkait dengan harga kedelai.
Berita Terkait
-
Hasil Liga 1: Youssef Ezzejjari Brace, Persik Kediri Pecundangi Persiraja Banda Aceh
-
Aktivis Perempuan dan Anak Desak Polisi Kediri Usut Kasus Kejih Pemerkosaan Beramai-ramai Bocah 12 Tahun
-
Harga Kedelai Meroket, Pedagang Tempe dan Tahu di Tanjungpinang Kewalahan Tentukan Harga Jual
-
Link Live Streaming Persik Kediri vs Persiraja Banda Aceh di BRI Liga 1
-
Prediksi Persik Kediri vs Persiraja Banda Aceh di BRI Liga 1 Malam Ini
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
- Perbedaan Pompa Air Jet Pump vs Pompa Celup Submersible untuk Sumur Dalam, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
Terkini
-
KPK Duga Sejumlah Kantor Pertanahan Setor Uang ke Oknum Kanwil BPN Jatim
-
Geger Kerangka Manusia Ditemukan di Kawasan Hutan Kedungpring Lamongan
-
Korban KM Virgo Transport 8, Jenazah Taruno Akhirnya Pulang ke Madiun, Adik Masih Dicari
-
Waspada! Gunung Semeru Erupsi Lagi, Kolom Abu Vulkanik Tembus 1,3 Kilometer
-
Buntut 198 Siswa dan Guru Tumbang Usai Santap MBG, SPPG di Tulungagung Disetop 20 Hari