SuaraJatim.id - Sidang kasus aborsi dengan terdakwa Randy Bagus Sasongko, seorang pecatan polisi kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto, Kamis (24/2/2022). Sidang lanjutan ini, tim kuasa hukum Randy menuding dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) copy paste atau salin tempel dan kabur.
Hal itu disampaikan saat eksepsi atau nota keberatan yang berlangsung di ruang Tirta PN Mojokerto. Tim kuasa hukum Randy berdalih, materi dakwaan kesatu dan kedua yang disampaikan JPU Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto sama persis.
"Dakwaan ke satu dan kedua pada prinsipnya sama, hanya copy paste. Padahal antara dakwaan kesatu dan kedua itu berbeda," kata Sugeng Prayitno, kuasa hukum Randy, Kamis (24/2/2022).
Prayitno berpendapat, pada dakwaan kesatu, Randy dikenakan pasal primer yakni Pasal 348 ayat 1 KUHP. Sedangkan pada dakwaan kedua dikenakan Pasal 348 KUHP juncto Pasal 56 ayat 2 KUHP yakni turut serta dalam tindak pidana aborsi.
"Itu kan sudah berbeda antara primer dan subsider. Kan harusnya dijelaskan secara rinci, nah ini di dakwaan kesatu dan kedua isinya sama persis, hanya copy paste, jadi menurut saya itu kabur," imbuhnya.
Selain itu, pada materi pembelaannya, tim kuasa hukum Randy menyatakan jika materi dakwaan yang disampaikan JPU tidak lengkap. Karena dalam prosesnya dakwaan tersebut hanya disusun berdasarkan materi pemeriksaan terhadap Randy dan saksi-saksi yang berdasarkan cerita.
Tanpa disertai dengan alat bukti berupa visum yang menyebutkan jika NW (21), telah melakukan aborsi. Selain itu, tidak adanya materi pemeriksaan terhadap NW lantaran mahasiswi Universitas Brawijaya Malang itu sudah meninggal dunia akibat bunuh diri dengan meminum racun potasium yang dicampur teh.
"Artinya kabur ini kami berpendapat bahwa semua cerita yang disampaikan di dakwaan itu hanya perbuatan NW bukan perbuatan terdakwa," jelas Sugeng usai persidangan.
Tak hanya itu, dalam nota keberatan ini, tim kuasa hukum juga menyampaikan jika PN Mojokerto tidak berhak mengadili kasus aborsi dengan terdakwa Randy. Sebab, locus delicti kasus tersebut tidak berada di wilayah hukum PN Mojokerto.
Baca Juga: Paksa Kekasih Aborsi, Bripda Randy Bagus Dipecat Dari Anggota Polri
Di mana tempat kejadian perkara berada di wilayah Kota Batu dan Kabupaten Malang, maupun tempat tinggal terdakwa. Kendati, sebelumnya JPU menyampaikan jika, perkara ini dilimpahkan ke Kejari Mojokerto dengan mempertimbangkan banyaknya saksi-saksi yang berada di wilayah Mojokerto.
"Tadi sudah kami sampaikan lengkap dalam eksepsi kami. PN Mojokerto tidak berwenang mengadili kasus tersebut. (Idealnya) bisa di PN Batu, atau Pasuruan sesuai dengan tempat tinggal terdakwa," tukas Sugeng.
Sementara itu, JPU Kejari Kabupaten Mojokerto Ari Wibowo menyatakan akan segera menanggapi keberatan yang disampaikan tim kuasa hukum Randy pekan depan.
"Mohon izin yang mulia, untuk tanggapannya kalau diperkenankan kami sampaikan pada 1 Maret 2022 depan," kata Ari Wibowo.
Kasus aborsi yang menyeret Randy Bagus Sasongko ini mencuat ke publik pasca polisi medalami insiden bunuh diri yang dilakukan NW (21), mahasiswi Universitas Brawijaya Malang. Dara cantik asal Mojokerto itu mengakhiri hidupnya pada Kamis (2/12/2021) silam.
NW menenggak racun yang dicampur dalam minuman teh di atas pusara ayahnya di Makam Islam Sugihan, Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Pasca ramai diperbincangkan publik, Polda Jatim menetapkan Randy Bagus Sasongko sebagai tersangka pada 4 Desember 2021.
Berita Terkait
-
Sidang Perdana Tragedi Novia Widyasari, Kuasa Hukum Terdakwa Randy Bagus Ajukan Keberatan
-
Terancam 5 Tahun Penjara, Randy Bagus Pecatan Polisi Terdakwa Kasus Aborsi Jalani Sidang Perdana di PN Mojokerto
-
Viral Penampakan Borgol Randy Bagus, Terdakwa Kasus Aborsi Novia Widyasari Jadi Perdebatan Warganet
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
Terkini
-
Pimpin Apel Bulan K3 Nasional, Gubernur Khofifah: Wujudkan Keselamatan Kerja Profesional
-
3 Tahun Jalan Longsor Wagir Lor Ponorogo Terabaikan, Warga Bangun Sendiri Jembatan Darurat
-
Presiden Resmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Malang, Gubernur Khofifah Dukung Generasi Unggul NKRI
-
Rekonstruksi Pembunuhan Mahasiswa UMM, Polisi Bongkar Detail Pembuangan Jasad di Pasuruan
-
Pelaku Curas di Pamekasan Ditembak Polisi, Korban Tewas Usai Kecelakaan