SuaraJatim.id - Dalam lanjutan laga BRI Liga 1 Indonesia, Persebaya Surabaya gagal meraih poin penuh saat melawan Barito Putra di Stadion I Wayan Dipta Gianyar Bali.
Bajol ijo hanya mampu berbagi angka 1-1 saat melawan klub asal Banjarmasin Kalimantan itu, Senin (14/03/2022). Dengan hasil ini, peluang Persebaya menjuarai liga kian menipis.
Hal ini disampaikan pelatig Persebaya Surabaya Aji Santoso. Ia mengatakan peluang Persebaya menjadi lebih berat setelah hanya memetik satu pin saja dalam laga itu.
"Hasil ini membuat asa kami juara sangat berat," ujarnya dalam konferensi pers usai pertandingan pekan ke-31 itu yang diikuti secara virtual dari Surabaya, Senin (14/03/2022) malam.
Gol Persebaya dicetak melalui sontekan Samsul Arif menit ke-64 memanfaatkan umpan silang mendatar Koko Ari Araya, sedangkan gol Barito Putra dilesakkan Bruno Matos menit 90+5 lewat titik penalti.
Aji Santoso sangat menyayangkan hasil tersebut, terlebih pada 90 menit anak asuhnya mampu menguasai pertandingan dan menciptakan lebih banyak peluang.
Namun, penyelesaian akhir menjadi beban yang belum terpecahkan, termasuk gagal mengamankan skor hingga wasit meniup peluit akhir.
"Pertandingan berjalan sangat menarik dan kami menguasainya. Tapi, lagi-lagi menit akhir kami kecolongan dan ada penalti," ucap Aji.
"Meski kami ada penalti, tapi kami tak bisa menyalahkan Taisei Marukawa yang gagal cetak gol. Semua pemain bisa gagal," kata pelatih kelahiran Malang tersebut menambahkan.
Baca Juga: Ditahan Imbang Barito Putera, Peluang Persebaya Bersaing Perebutan Juara Liga 1 Menipis
Hal senada disampaikan pencetak gol Persebaya Samsul Arif yang lagi-lagi merasakan harus kehilangan poin penuh di menit-menit akhir.
Kendati peluang juara sangat berat, namun pemain senior asal Bojonegoro tersebut tetap meminta rekan-rekannya tampil maksimal di tiga laga sisa.
Samsul Arif dan kawan-kawan bahkan harus merelakan terbangnya gelar juara jika Bali United mampu mengandaskan Arema FC pada pertandingan yang digelar Selasa, 15 Januari 2022.
Saat ini, Persebaya berada di peringkat tiga klasemen sementara dengan raihan 59 poin atau sama dengan nilai yang dikoleksi Bhayangkara FC.
Hanya, selisih gol yang lebih baik membuat Persebaya di tiga besar, namun terancam disisihkan kembali jika Bhayangkara FC sukses mengalahkan Persipura Jayapura, atau minimal imbang.
Sementara itu, tambahan satu poin bagi Barito Putra membuat tim asuhan Rahmat Darmawan tersebut tak bisa lepas dari bayang-bayang degradasi.
Berita Terkait
-
Ditahan Imbang Barito Putera, Peluang Persebaya Bersaing Perebutan Juara Liga 1 Menipis
-
Hasil Barito Putera vs Persebaya Surabaya: Gol Telat Bruno Matos Batalkan Kemenangan Bajul Ijo
-
Link Live Streaming Barito Putera vs Persebaya di BRI Liga 1 Malam Ini
-
Persebaya Diunggulkan Atas Barito Putera, Aji Santoso: Tak Akan Mudah Dapatkan Poin dari Laskar Antasari
-
Barito Putera Vs Persebaya, Rahmad Darmawan Waspadai Variasi Serangan Bajul Ijo
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Misteri Meledaknya Mesin Pengering di SPPG Ngawi: Saat Tombol 'Start' Mengubah Dapur Menjadi Petaka
-
Selamat Tinggal 'Zombi Digital': Sekolah di Jawa Timur Resmi Batasi Penggunaan Gadget
-
Cegah Dampak Negatif Digital, Pemprov Jatim Resmi Berlakukan Pembatasan Gadget di SMA/SMK/SLB
-
Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
-
Mimpi ke Tanah Suci yang Terhenti di Ambang Pintu: Kisah Pilu 15 Jemaah Calon Haji Sumenep