Sementara untuk harga, di warung Asmuni juga tergolong standart. Untuk satu porsi rujak cingur dibanderol Rp 20.000 sedangkan rawon, soto daging, krengsengan daging, krengsengan ati dipatok sebesar Rp 25.000 untuk satu porsi. Warung makan ini buka sejak pukul 08.00 WIB hingga 22.00 WIB.
Lokasi Depot Rujak Cingur'e Asmuni ini berada di Jalan Raya By Pass Trowulan, berjarak 13 Km dari pusat Kota Mojokerto atau sekitar 17 Km dari pintu keluar gerbang tol Penompo. Di depan depot terdapat papan nama yang cukup besar dan ornamen sosok pelawak legendaris Asmuni.
Berjaya di Tahun 90-an, Redup Setelah Sang Legenda Berpulang
Depot Rujak Cingur'e Asmuni ini sempat berjaya hingga penghujung tahun 2010. Namun, seiring meninggalnya sang pelawak legendaris Asmuni, depot yang terletak di Jalan Raya By Pass Trowulan, Kabupaten Mojokerto itu, kini makin meredup.
Anak semata wayang Asmuni, Astria menceritakan ikhwal Depot Rujak Cingur yang dulu bernama Triasmuni ini berdiri di tahun 1984. Kala itu, Asmuni dan istrinya Antina (82) masih tinggal di rumah kontrakan di wilayah Kebun Sayur Jakarta Timur. Sang istri yang gemar memasak, kemudian membuka warung kecil di emperan rumah.
"Dulu kan rumah kecil, terus di atas got itu dikasih kursi-kursi kayu gitu, karena rumah tidak cukup tamu-tamu makan di atas got, gak pakai meja jadi dipegang gitu piringnya," tutur Astria mengenang awal-awal berdirinya warung makan milik ayahnya itu.
Meski mendapatkan pertentangan dari Asmuni, akan tetapi Antina tetap ngotot untuk berjualan. Hingga akhirnya pelanggan di warung mungil milik pelawak kelahiran Jombang, 17 Juni 1932 itu mulai ramai pembeli. Tak hanya warga sekitar, sejumlah artis dan tokoh-tokoh Srimulat sering makan di warung tersebut.
Seiring berkembangnya warung miliknya, Asmuni lantas memutuskan untuk pindah. Ia dan keluarga kemudian mengontrak rumah di daerah Jalan Cendrawasih, Slipi Jakarta Barat. Di lokasi ini, bisnis kuliner khas Jawa Timuran yang digeluti Asmuni kian moncer seiring melambungnya nama Asmuni di dunia hiburan.
"Di Jakarta waktu itu ibu dibantu sama Mbok Minto, dia itu waria karena ludruk, tapi kita panggil mbok. Terus Mbah Po yang merawat saya sejak kecil. Mbah Po itu istrinya pelawak Li Ban Po tapi nama aslinya Mbah Atmo. Mbah Po ini yang beli terasi dan petis Surabaya-Jakarta naik kereta," ucap Astria.
Baca Juga: Belum Ada Tersangka Kasus Uang Rp3,7 Miliar di Mojokerto, Polisi Masih Melengkapi Alat Bukti
Wanita kelahiran Surabaya ini mengaku masih ingat betul masa-masa dimana warung orang tuanya di Jakarta itu ramai dikunjungi pembeli. Bahkan ia harus ikut membantu mengulek sambal untuk menu pecel lele sepulang sekolah ketika masih duduk di bangku SMP.
"Aku ingat banget kalau dulu pulang sekolah itu langsung ngulek sambal untuk lele. Awalnya ya di trial dulu sama yang tukang masak saat itu, sambalnya enak enggak dicek bener sama bapak (Asmuni)," ucapnya.
Kemudian di tahun 1993, Asmuni berkeinginan untuk mengembangkan bisnis kulinernya di Mojokerto. Pelawak legendaris kelahiran Diwek Jombang ini memilih Desa Jatipasar, Kecamatan Trowulan untuk mendirikan Depot Rujak Cingur'e Asmuni. Lokasi ini dipilih karena berada di tengah-tengah tempat kelahirannya dan sang istri.
"Ibu berasal dari Kedungmaling, Brangkal, bapak dari Diwek Jombang. Dulu juga muter-muter nyarinya, sampai akhirnya ketemu di sini," ungkap Astria.
Mengikuti warung makan di Jakarta, bisnis kuliner yang ditekuni Asmuni dan keluarganya di Mojokerto ini juga berkembang pesat. Rumah makan itu juga ramai pembeli. Tak hanya warga sekitaran, para pelancong mancanegara juga menjadikan Depot Rujak Cingur'e Asmuni ini sebagai jujukan untuk mengisi perut.
"Kalau pas ramai-ramainya dulu berapa ya, sekitar 50-100 porsian lah sehari, omzet sekitar Rp 2 juta paling sedikit. Dulu penghasilan besar tapi karyawan juga banyak, ada sekitar 20 orang," kata perempuan yang akrab disapa Tria ini.
Berita Terkait
-
Belum Ada Tersangka Kasus Uang Rp3,7 Miliar di Mojokerto, Polisi Masih Melengkapi Alat Bukti
-
Viral Video Warga Usir Satu Keluarga Keluar dari Desa Gara-gara Berkomplot Jadi Polisi Gadungan
-
Satpol PP Tutup Kos Short Time di Kota Mojokerto Gegara Sering Dipakai Mesum
-
2 Pasang ABG Bukan Suami-Istri Ngekos Bareng di Mojokerto, Diamankan Bersama Kondom
-
Ricuh Warga Usir Keluarga Informan Anggota Komplotan Polisi Gadungan di Mojokerto
Terpopuler
- Kronologi Gubernur Bali Wayan Koster Diamuk Pegawai SPBU
- Apa Manfaat dari Bedak Marcks? Kenali 5 Fungsi dan Keunggulan Variannya
- 7 Moisturizer Mengandung Formula Anti-aging untuk Wajah Kencang dan Awet Muda
- Wacana Gaji ASN Disalurkan Lewat Koperasi Merah Putih Dinilai Sebagai Langkah Mundur
- Urutan Skincare Malam Wardah Advance untuk Kencangkan Kulit Wanita Usia 50 Tahun
Pilihan
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
-
Singapura Bongkar 7 Perusahaan Indonesia Terkait Karhutla, Ini Daftar Lengkapnya
-
Asap Karhutla Hari Ini Sudah Sampai Jakarta dan Banten!
-
Maruli Simanjuntak Disebut Dilantik Prabowo Jadi Wakil Panglima TNI, Kamis Sore Ini
-
Kompak Berpakaian Dinas Lengkap Sambangi Istana, Perwira Tinggi TNI Siap Dilantik Prabowo
Terkini
-
Wadah Krim Wajah Jadi Kedok, Sabu 17 Gram Gagal Masuk Lapas Banyuwangi
-
Jalur Pendakian Gunung Arjuno-Welirang Ditutup Imbas Kebakaran Hutan
-
Gunung Semeru 3 Kali Erupsi Hari Ini, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1 Kilometer
-
Ibu, Sefril Nggak Bisa Pulang: Video Terakhir Atlet Panjat Tebing Sebelum Gugur di Badai Api Bromo
-
Terjebak Badai Api Bromo: 4 Petugas dan Relawan Gugur Terpanggang di Lereng Pusung Lingker