SuaraJatim.id - Pemerintahan Taliban memperkenalkan secara resmi seragam baru kepolisian Afghanistan. Tahap pertama sudah didistribusikan 20.000 seragam di provinsi Kabul dan Kandahar.
"Diharapkan dua minggu ke depan sudah terdistribusikan 100.000 seragam," kata Juru bicara Kementerian Dalam Negeri, Abdul Nafi Takor mengutip dari Timesindonesia.co.id jejaring Suara.com, Kamis (9/6/2022).
Wakil Menteri Dalam Negeri, Noor Jalal Jalali menambahkan, seragam khusus ini diharapkan mampu menekan kasus kriminalitas.
"Seragam khusus yang anda lihat hari ini akan membantu melawan perusak keamanan dan memberikan keamanan yang lebih baik kepada sesama warga kita,” katanya kepada wartawan dengan beberapa petugas polisi yang mengenakan seragam baru berbaris di belakangnya.
Seragam hijau tua itu membawa bendera putih Taliban dengan tulisan Arab hitam yang menampilkan prinsip utama Islam di lengannya. Bunyinya, “Tidak ada Tuhan selain Allah. Muhammad adalah utusan Allah.”
Kelompok garis keras Islam menggunakan bendera tersebut selama pemerintahan sebelumnya di Afghanistan dari tahun 1996 hingga 2001, ketika hanya Pakistan, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab yang mengakui pemerintah Taliban, di tengah meluasnya pelanggaran hak asasi manusia dan pengucilan perempuan dari kehidupan publik.
Pasukan polisi Afghanistan yang dilatih dan didanai AS yang dibubarkan menggunakan seragam abu-abu-biru, dengan bendera republik triwarna tradisional di lengannya.
Taliban merebut kekuasaan Agustus lalu ketika pemerintah Afghanistan saat itu dan pasukan keamanan nasionalnya yang didukung Barat runtuh dalam menghadapi kemajuan medan perang Taliban hanya beberapa hari sebelum pasukan asing pimpinan AS mundur dari negara itu.
Hingga kini belum ada negara yang mengakui pemerintahan baru Taliban, yang dikenal sebagai Imarah Islam Afghanistan, terutama karena masalah hak asasi manusia dan terorisme.
Baca Juga: Klaim Banyak Mantan Pejabat Afghanistan Yang Ingin Pulang, Taliban: Akan Kami Sambut Baik
Kabinet Taliban yang semuanya laki-laki telah mengembalikan banyak hak asasi manusia yang dinikmati warga Afghanistan selama 20 tahun terakhir, terutama perempuan.
Mereka telah menghapus Kementerian Urusan Perempuan dan menggantinya dengan Kementerian Kebajikan yang bertugas menafsirkan dan menegakkan Islam versi kelompok tersebut di negara tersebut.
Para penguasa Islam itu telah melarang gadis-gadis melanjutkan pendidikan sekolah menengah di sebagian besar Afghanistan dan karyawan wanita kembali ke pekerjaan mereka di beberapa departemen pemerintah.
Wanita Afghanistan telah diperintahkan untuk menutupi sepenuhnya di depan umum, termasuk wajah mereka, dan tidak melakukan perjalanan jauh atau meninggalkan Afghanistan kecuali ditemani kerabat dekat pria.
Pembela hak asasi manusia mendesak Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya untuk menekan Taliban untuk membalikkan aturan baru mereka bagi perempuan jika mereka menginginkan legitimasi, rasa hormat, bantuan keuangan dan keringanan dari sanksi internasional.
Heather Barr dengan Human Rights Watch menekankan dalam sebuah pernyataan hari Selasa bahwa selama hal-hal yang diinginkan Taliban, ada pengaruh yang dapat digunakan masyarakat internasional untuk menekan kelompok tersebut agar meninjau kembali kebijakan terkait hak asasi manusianya.
Berita Terkait
-
Ini Barang Bukti yang Disita Polisi dari Kantor Pusat Khilafatul Muslimin
-
Rincian Gaji Polisi Indonesia dan Tunjangannya Berdasarkan Golongan
-
Polisi Copot Papan Nama Kantor Khilafatul Muslimin di Solo
-
Polisi Tangkap Kepala Sekolah Penganiaya Guru di Kupang
-
Geledah Markas Khilafatul Muslimin di Lampung, Polisi Sita Buku dan Dokumen Terkait NII hingga ISIS
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
Pilihan
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
Terkini
-
Kemarin Beliau Masih Ceria: Wakil Ketua DPRD Gresik Ahmad Nurhamim Wafat
-
Tragedi di Jalur Tengkorak Duduksampeyan: Kijang Hantam 3 Motor Hingga Terbakar, Satu Nyawa Hilang
-
Napas Baru bagi Pedagang Kecil, Pemkab Banyuwangi Resmi Batasi Jam Operasional Ritel Modern
-
Tiba-tiba Oleng dan Terbalik: Kesaksian Michele Penumpang Bus Kecelakaan Maut di Tol Jomo
-
Cek Langsung Pasar Legi, Khofifah Pastikan Stok Aman dan Harga Kebutuhan Pokok Terkendali