SuaraJatim.id - Korea Selatan ( Korsel ) kembali bersiap menguji coba roket luar angkasa buatan NURI setelah delapan bulan sebelumnya uji coba gagal.
Hal ini ditegaskan otoritas pejabat setempat. Setelah roket mereka gagal orbit, kemarin Senin (20/06/2022), roket itu kembali didirikan di Pusat Ruang Angkasa Naro di pantai selatan Korsel.
Uji kedua itu semula akan dilakukan pekan lalu, tetapi dibatalkan beberapa jam sebelum peluncuran karena gangguan pada sensor tangki pengoksidasi.
Para pejabat akan memutuskan pada Selasa sore apakah uji tersebut akan dilanjutkan.
Roket tiga-tahap KSLV-II Nuri dirancang oleh Institut Penelitian Ruang Angkasa Korea (KARI) agar dapat membawa muatan 1,5 ton ke orbit 600-800 km di atas bumi.
Peluncurannya menjadi landasan bagi rencana Korsel untuk mempercepat program ruang angkasa dan mencapai target ambisius jaringan 6G, satelit mata-mata dan bahkan wahana bulan.
Roket itu dibuat dengan hanya menggunakan teknologi roket Korsel dan menjadi kendaraan peluncur ruang angkasa pertama yang dibuat oleh negara itu.
Roket terakhir Korsel, yang diluncurkan pada 2013 setelah berkali-kali ditunda dan gagal dalam uji coba, dikembangkan bersama Rusia.
Nuri adalah kunci bagi rencana Korsel untuk membangun sistem navigasi berbasis satelit dan jaringan komunikasi 6G.
Baca Juga: Stray Kids Sukses Gelar Konser Kedua di 2 Kota Besar Jepang
Negara itu juga berencana meluncurkan sejumlah satelit militer, tetapi para pejabat membantah bahwa Nuri dilengkapi dengan senjata.
Korsel juga menjalin kerja sama dengan Amerika Serikat dalam mengembangkan sebuah pengorbit bulan, dan berharap dapat mendaratkan sebuah wahana di sana pada 2030.
Peluncuran angkasa telah menjadi isu sensitif di semenanjung Korea, di mana Korea Utara menghadapi sanksi atas program rudal balistik nuklir yang dikembangkannya.
Pada Maret, militer Korsel mengawasi peluncuran roket berbahan bakar padat dari udara, bagian dari rencana peluncuran satelit mata-mata negara itu.
Dalam uji pertama Nuri pada Oktober, roket itu menyelesaikan sekuens peluncurannya tetapi gagal menempatkan muatan uji ke orbit setelah mesin tahap ketiga terbakar lebih awal dari rencana.
Para teknisi menyesuaikan tangki helium di dalam tangki pengoksidasi tahap ketiga Nuri untuk mengatasi masalah itu, kata kantor berita Yonhap.
Berita Terkait
-
Stray Kids Sukses Gelar Konser Kedua di 2 Kota Besar Jepang
-
Tiru Timnas Indonesia, Thailand Dikabarkan Ingin Gunakan Pelatih Asal Korea Selatan
-
Dukung Korsel di Piala Dunia, Shin Tae-yong Minta Fans Percaya Penuh Pelatih, Sindir PSSI?
-
Aktris Lee Si Young Buat Rekor Baru dalam Sejarah Olahraga Gunung Wanita
-
Model Mobil Listrik Murni Perdana dari Lexus Korea Akan Meluncur 2023
Terpopuler
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
- Viral Pendaki Ditandu Naik Gunung Merbabu, Biaya Capai Rp30 Juta
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Sulap Sampah Plastik Menjadi Kostum Jutaan Rupiah, Kisah Gotong Royong Kampung Pancasila Gunungsari
-
Buntut Penggerebekan Suami Bidan, Oknum Dokter Kepala Puskesmas Robatal Resmi Dipecat
-
Viral Status 'Leren Sik' Wakil Ketua DPRD Jatim: Tak Ada Potret Wapres Gibran
-
Bandara Dhoho Kediri Resmi Jadi Embarkasi Haji 2027, Layani 15 Daerah Sekaligus
-
Dukung Tumbuh Kembang Anak, BRI Prioritas Perluas Privilege Lewat Kolaborasi dengan Sequoia School