SuaraJatim.id - Pihak kepolisian terus mendalami insiden kecelakaan kerja di PT Hijau Alam Nusantara (HAN) di Dusun/Desa Manduromanggunggajah, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Dalam insiden tersebut, dua orang pekerja tewas dan dua kritis akibat keracunan gas.
Kanit Reskrim Polsek Ngoro AKP Saiful Hadi mengungkapkan, sejauh ini pihak kepolisian sudah meminta keterangan sejumlah saksi terkait peristiwa kecelakaan kerja itu. Di antaranya pekerja yang selama serta pihak manajemen perusahaan pengolahan limbah tersebut.
"Kami sudah meminta keterangan beberapa pekerja dan pihak perusahaan saat olah TKP (Tempat Kejadian Perkara)," kata Hadi, Minggu (26/6/2022).
Hadi mengungkapkan, pemeriksaan yang dilakukan pihak tersebut terkait kronologi serta standar operasional prosedur (SOP) para pekerja. Termasuk penggunaan alat pelindung diri (APD) yang digunakan para pekerja saat membersihkan truk tangki dengan nomor polisi L 9396 UK pada Kamis (23/6) malam.
"Kami sempat tanyai pihak pabrik, katanya mereka (para korban) ini sudah pakai APD. Tapi kenapa kalau pakai APD bisa pingsan dan sampai meninggal," ucap Hadi.
Peristiwa laka kerja yang membuat 4 orang pingsan hingga 2 di antaranya tewas itu juga menjadi hal aneh bagi pihak kepolisian. Sebab, dari informasi yang didapat para penegak hukum, perusahaan pengolahan limbah bahan beracun dan berbahaya (B3) dan non-B3 tersebut sudah lama vakum dan tidak beroperasi.
"Kabarnya seperti itu,sudah lama tidak beroperasi. Saat kami lakukan pemantauan wilayah rutin, kondisi di lokasi juga minim aktivitas," ucap Hadi.
Meski demikian, hingga kini polisi belum bisa menyimpulkan terkait peristiwa laka kerja yang menimbulkan korban jiwa ini. Hadi mengaku sejauh ini pihak kepolisian masih akan melakukan pendalaman terkait peristiwa tersebut.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Gondam saat dikonfirmasi hanya irit bicara. Ia menyampaikan saat ini kasus tersebut masih dalam penanganan pihak kepolisian.
Baca Juga: Teka-teki Penemuan Kerangka Manusia di Lahan Tebu Mojokerto Mulai Terungkap
"Sementara masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut yaa mas," tulis Gondam dalam pesan singkat yang dikirim melalui Whatsapp.
Diberitakan sebelumnya, empat orang buruh mengalami kecelakaan kerja saat membersihkan sisa limbah di dalam tangki truk di kawasan PT Hijau Alam Nusantara (HAN) Desa Manduro Manggunggajah, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Dua orang diantaranya diketahui tewas.
Korban tewas yakni Avatar Febian Ardiansyah warga Desa Manduro Manggunggajah, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Kemudian Bambang Arif Purwanto asal Dusun/Desa Kalidawir, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo.
Sementara dua orang yang selamat yakni Muhamad Rizal Said warga Desa Manduro Manggunggajah Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, dan Feri Heri Purwanto asal Dusun Secikal, Desa Kenongomulyo, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan. Keduanya pingsan dan dilarikan ke rumah sakit.
Informasi yang dihimpun, kecelakaan kerja itu terjadi pada Kamis (23/6) malam. Ketika itu 8 orang pekerja tengah membersihkan tangki sisa cairan limbah secara bergantian. Namun saat membersihkan tangki berisi sisa cairan limbah, para pekerja jatuh dan diduga mengalami keracunan gas.
Berita Terkait
-
Teka-teki Penemuan Kerangka Manusia di Lahan Tebu Mojokerto Mulai Terungkap
-
Dua Pekerja Tewas saat Bersihkan Tangki Sisa Limbah di Mojokerto
-
Polisi Tunggu Hasil Autopsi Dugaan KDRT Ibu Lima Anak di Mojokerto hingga Tewas
-
Bermodal Dokumen Palsu Kontrak Kerjasama dengan Pemkab Semarang, Wanita Ini Tipu Warga Mojokerto Rp1 Miliar
-
Polisi Temukan Bekas Penganiayaan Pada Jasad Ibu Lima Anak, Dugaan Korban KDRT Kian Kuat
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
UNU Blitar Akhirnya Rekomendasikan Pemecatan Dosen yang Melecehkan Mahasiswinya
-
Pecah Kaca di Siang Bolong: Fortuner Jadi Sasaran Empuk Maling Usai Ambil Uang di Bank Banyuwangi
-
Satu Hilang, Dua Nyaris Tewas: Tragedi di Balik Penggelontoran Air PLTA Wlingi Blitar
-
Tidak Digaji 4 Bulan, Kepala SPPG di Situbondo Mogok Kerja
-
Alasan Achmad Syahri Main Gim saat Rapat di DPRD Jember: Lupa Kasih Makan Sapi Virtual