SuaraJatim.id - Proses autopsi terhadap jenazah berinisial SN (43) warga Desa Ngabar, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto telah rampung. Ibu lima anak itu diduga jadi korban kasus KDRT (kekerasan dalam rumah tangga).
Kasat Reskrim Polresta Mojokerto, AKP Rizki Santoso mengatakan, berdasar laporan tim dokter, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Kematian SN didiagnosis karena komplikasi yang diderita, yakni kanker payudara, liver, dan ginjal.
“Untuk tanda-tanda kekerasannya tidak kelihatan, yang mengakibatkan meninggalkan pun bukan karena kekerasan. Yang bersangkutan sakit komplikasi, kanker payudara, liver, lalu menyebar ke ginjal. Baru disampaikan secara lisan oleh dokter, secara resmi atau tertulis belum,” ujarnya mengutip beritajatim.com jejaring Suara.com, Jum’at (1/7/2022).
Dijelaskannya, hasil autopsi belum disampaikan secara tertulis resmi oleh tim dokter Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim.
Sehingga, lanjut dia, pihaknya enggan terburu-buru menyimpulkan penyebab kematian korban.
“Kita kan juga melakukan visum bagian luar maupun dalam, untuk sementara untuk dugaan KDRT-nya belum muncul. Untuk KDRT, sementara ini dari keluarga katanya ada, tapi nanti ini perlu kita padukan, keterangan saksi-saksi dan berkas-berkas (hasil otopsi). Nanti kita dalami lagi,” jelasnya.
Menurutnya pihaknya tidak menghentikan proses penyelidikan meski hasil sementara tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban Mantan Kasat Reskrim Polres Probolinggo ini menegaskan, jika pihaknya telah menggali keterangan sejumlah saksi dari unsur keluarga.
“Saksi keterangan dari keluarga, anak dan kelurganya. Suaminya sementara belum kita sentuh, kita pastikan dulu seperti apa, baru kita periksa lebih dalam. Kalau memang ada tanda-tanda pidana, kita akan proses. Keduanya baru menikah kurang lebih 8 bulan,” ujarnya.
SM diduga kerap kali menganiaya korban. Namun, penganiayaan itu berlangsung jauh sebelum korban meninggal dunia pada, Rabu (22/6/2022) di RSUD Nganjuk. Jika memang penganiayaan tersebut benar terjadi, lanjut Kasat, dipastikan akan muncul bekas pada tubuh dan tulang korban ketika dilakukan visum dan otopsi.
“Meskipun lama, kalau ada penganiayaan pasti membekas, tidak bisa hilang begitu saja. Kalau memang dipukul, pasti ada bekas bengkak atau patah di tulangnya. Yang pasti dari dokternya secara singkat menyampaikan tidak ada tanda-tanda kekerasan. Namun kami masih menunggu hasil resminya,” tegasnya.
Sebelumnya, Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Mojokerto melakukan otopsi terhadap jenazah SN (43), emak-emak asal Desa Ngabar, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. Ini setelah pihak keluarga melaporkan adanya dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dialami korban.
Korban yang memiliki lima orang anak dari tiga pernikahan terdahulu ini dilaporkan telah mengalami dugaan KDRT yang dilakukan oleh suaminya S (45). Korban meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nganjuk pada, Rabu (22/6/2022) sekira pukul 21.24 WIB. Korban meninggal setelah menjalani perawatan selama tiga hari.
Korban dan S menikah sekitar tujuh bulan lalu. Korban merupakan janda lima anak dan S seorang duda asal Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto. Keduanya tinggal di di Desa Ngabar, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto bersama tiga anak korban dari pernikahan sebelumnya.
Kasus KDRT itu disebut-sebut sudah dialami korban selama dua bulan terakhir. Korban kerap dipukul, ditendang, hingga diperlakukan tidak wajar. Kekerasan itu membuat korban jatuh sakit hingga diketahui pihak keluarga pada minggu lalu. Perangkat desa setempat mengadu ke polisi terkait dugaan KDRT tersebut.
Berita Terkait
-
Viral Pria Diduga KDRT Anak dan Istri, Nitizen Dibuat Geram
-
Suami Tertangkap Kamera Lakukan KDRT ke Istri, Videonya Viral di TikTok
-
Dulu Sempat Lepas Tembakan ke Udara, Polisi Ini Kembali Viral Usai KDRT Istri di Depan Anak yang Masih Balita
-
Polisi Tunggu Hasil Autopsi Dugaan KDRT Ibu Lima Anak di Mojokerto hingga Tewas
-
Santri Gugat PN Surabaya Gegara Sahkan Pernikahan Beda Agama hingga Wanita Tewas Dugaan Korban KDRT
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Gudang Siluman hingga Masuk Gang Sempit: Siasat Licik Penjual Miras di Surabaya Dibongkar Satpol PP
-
Cekcok Pagi Berujung Maut, Pria di Blitar Tewas Dihantam Gagang Cangkul Tetangga
-
Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun
-
Dituding Jadi Imam Mahdi dan Bawa Kabur Rp1,3 Miliar, Figar Siap Lawan di Jalur Hukum
-
Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT