SuaraJatim.id - Binti Rokani bin Solikah (29), warga Desa Gemarang Kecamatan Kedunggalar Kabupaten Ngawi Jawa Timur ( Jatim ) masih tergolek lemas di rumah sakit.
Ia masih mendapatkan perawatan intensif dari dokter akibat luka bacokan yang dia alami. Binti Rokani menjadi korban pembacokan yang dilakukan suaminya sendiri, Edi Budiono (34).
Usai menjalani operasi, Binti masih dirawat di ruang intensif care unit (ICU) RSUD dr Soeroto Ngawi. Dijelaskan Merta Puji Lestari, kerabat Binti, kini kondisinya sudah cukup membaik. Namun belum sadarkan diri.
Kemudian, Binti menjalani operasi karena sabetan parang mengenai kepala, tangan, hingga jemarinya. Akibatnya jemari Binti ada yang nyaris putus. Beruntung, dia segera dilarikan ke rumah sakit usai mengalami luka serius.
“Sekarang kondisinya membaik. Sudah sadar dan mengenali siapa-siapa yang membesuk. Sementara masih dirawat di ICU setelah operasi,” kata Merta dikutip dari beritajatim.com jejaring media suara.com, Sabtu (2/7/2022)
Merta menyebut jika dirinya memang mendengar penyebab penganiayaan oleh suami Binti yakni Edi Budiono (34) adalah karena faktor cemburu. Namun, Merta tak tahu pasti bagaimana kejadian lengkap.
“Kalau terkait penyebab penganiayaan saya tidak tahu pasti ya. Karena ini persoalan keluarga mbak Binti ya. Saya kurang tahu pastinya bagaimana,” katanya.
Untuk diketahui, Edi Budiono (34) warga Desa Gemarang, Kedunggalar, Ngawi Jawa Timur tega membacok istrinya Binti Rokani Bin Solikah (29) hingga kritis. Edi pun kabur usai membacok istrinya.
Ibu dua anak itu mengalami luka bacok di bagian kepala dan kedua tangan usai dilukai menggunakan dua senjata sekaligus. Ironisnya, aksi pembacokan itu disaksikan kedua anaknya. Mereka sempat menangis melihat sang ibu bersimbah darah. Warga yang mengetahui keributan itu segera melapor ke polisi kemudian membawa Binti ke RSUD dr Soeroto Ngawi.
Baca Juga: Edi Budiono, Suami di Ngawi Bacok-bacok Istrinya Gara-gara Terbakar Cemburu
Pria yang baru selesai menjalani hukuman penjara di Lapas Madiun usai jadi pelaku pembunuhan seorang dukun tahun 2016 lalu itu mendatangi Binti di rumah orang tuanya di Desa Wonokerto, Kedunggalar Ngawi, pada Kamis (30/6/2022). Keduanya sempat cekcok mulut kemudian Edi yang sudah membawa pisau langsung melukai Binti.
Binti pun sempat mencoba kabur dan meminta pertolongan ke halaman rumah. Namun, Edi segera menyabetkan parang yang sudah dia ambil hingga membuat Binti tersungkur.
Kedua anak mereka hanya bisa menangisi ibunya yang tersungkur di halaman. Edi pun kemudian kabur menggunakan sepeda motornya.
Berita Terkait
-
Edi Budiono, Suami di Ngawi Bacok-bacok Istrinya Gara-gara Terbakar Cemburu
-
Edan! Eks Napi Pembunuhan Baru Keluar Penjara, Bukannya Taubat Malah Bacok Istri Sampai Kritis
-
Mantan Napi Kasus Pembunuhan di Ngawi Aniaya Istri hingga Kritis, Padahal Baru Bebas dari Penjara
-
Malam-malam Pengendara Motor Tabrak Truk Parkir di Ngawi, Dua Orang Tewas
-
Atasi Wabah PMK, Peternak Ngawi Gunakan Empon-empon: Kunyit, Temulawak sampai Gula Jawa
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Honda Vario 160 Teranyar Dikabarkan Meluncur Akhir Bulan Ini, Tampang Lebih Agresif
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Perbankan Nasional Masih Mampu Jalankan Peran sebagai Penggerak Ekonomi dari Penyaluran Kredit
-
BRI Consumer Expo 2026: Suku Bunga Ringan dan Promo Menarik untuk Semua
-
Khofifah Salurkan Bansos Rp2,27 Miliar di Probolinggo, Dorong Kemandirian dan Kurangi Kemiskinan
-
Outing Class Berubah Kelam: Saat Ombak Pantai Pangi Seret 3 Santri, 1 Dinyatakan Hilang
-
SPPG Lamongan Dilego Rp1,5 Miliar, Konflik Internal Jadi Penyebab