SuaraJatim.id - Warga Jawa Timur ( Jatim ) digaduhkan dengan sejumlah kasus pencabulan atau pelecehan seksual yang melibatkan tokoh masyarakat di sejumlah daerah.
Kasus ini pun menjadi sorotan, bukan hanya tingkat lokal melainkan nasional. Kasus tersebut juga sudah ditangani kepolisian. Sementara para tersangkanya sudah ditahan dan menjalani persidangan.
Kasus terbaru adalah penangkapan putra kiai tersohor di Kabupaten Jombang, Moch Subchi Azal Tsani (MSAT). Ia ditahan kepolisian dalam kasus pencabulan sejumlah santri.
Kasus ini sendiri sebenarnya sudah lama, namun tersangka belum juga ditahan sampai akhirnya kasus diambil alih oleh Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur beberapa waktu lalu. Kasus ini membetot publik lantaran pendukung tersangka sangat banyak.
Tersangka merupakan putra dari Kiai Muchammad Muchtar Mu'thi, mursyid tarekat Shiddiqiyah, sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Shiddiqiyah di Ploso Jombang.
Dalam upaya penangkapan Moch Subchi, polisi sampai mengamankan ratusan pendukungnya. Sampai akhirnya hanya lima orang saja yang ditetapkan sebagai tersangka karena menghalang-halangi petugas.
Kasus berikutnya pencabulan yang dilakukan pengasuh pondok pesantren di Banyuwangi Jawa Timur. Enam orang santri dilaporkan menjadi korban dalam kasus itu.
Pelaku juga sudah ditangkap dan ditahan oleh kepolisian setempat. Tersangka FZ sempat menjadi buron karena kabur saat dipanggil untuk menjalani pemeriksaan, sampai akhirnya dibekuk di Lampung pekan lalu.
Dua kasus ini menyita perhatian PWNU Jatim. Lewat salah satu lembaganya, Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (PW RMI NU) Jatim, sejumlah kasus pelecehan seksual yang berkaitan dengan santri diserahkan sepenuhnya kepada kepolisian.
Baca Juga: 11 Santriwari Diduga Jadi Korban Pelecehan, Kemenag Belum Berencana Cabut Izin Ponpes
Meskipun begitu, RMI meminta masyarakat agar tidak mengaitkan kasus pencabulan dengan lembaga. Pelecehan seksual berkaitan dengan pribadi masing-masing, tidak berkaitan dengan lembaga pesantren.
Kasus pencabulan tidak hanya terjadi di lingkungan pondok pesantren. Di Mojokerto, kasus pelecehan seksual juga ramai karena melibatkan guru ngaji kepada murid-muridnya yang masih di bawah umur.
Korban dalam kasus itu bahkan disebut-sebut mencapai 19 orang. Saat ini lembaga Women's Crisis Center(WCC) telah mendampingi pengungkapan dan pendampingan kasus di Mojokerto ini.
Berikutnya update kasus pesidangan pelecehan seksual di Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI). Terdakwa kasus kekerasan seksual sekolah di Kota Batu itu, Julianto Eka Putra (JEP) akhirnya ditahan pihak Kejaksaan.
Ia resmi ditahan setelah dijemput tim gabungan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim) dan Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim di rumah mewahnya di kawasan Citraland, Surabaya.
JEP bahkan terungkap tidak hanya terlibat dalam kasus kekerasan seksual tersebut. Informasi yang diperoleh, ia saat ini juga dilaporkan dalam kasus ekploitasi ekonomi dengan mempekerjakan anak di bawah umur.
Tag
Berita Terkait
-
11 Santriwari Diduga Jadi Korban Pelecehan, Kemenag Belum Berencana Cabut Izin Ponpes
-
Dukung Pemerintah Dalam Kasus Shiddiqiyah, Tapi RMI NU Jatim Siap Dampingi Santri
-
Kejaksaan Jebloskan Julianto Eka Putra, Motivator Terdakwa Kekerasan Seksual SPI ke Penjara
-
11 Santriwati Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual, Kemenag Tidak Berani Cabut Izin Ponpes di Depok
-
Dampak Podcast Deddy Corbuzier, Motivator Julianto Eka Putra Ditahan
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
Terkini
-
Kronologi Anak Terjepit Teralis Bangku di RSUD Jombang, Damkar Turun Tangan
-
Warga Keluhkan Parkir Liar di Tulungagung, Dipungut Rp 5 Ribu di Depan Hotel
-
Miris! Lansia Tokoh Masyarakat Cabuli Anak di Surabaya, Korban Diancam dan Diiming-imingi Jajan
-
Pacitan Diguncang 1.135 Gempa Sepanjang 2025, BPBD Ingatkan Kesiapsiagaan Warga
-
Kasus Napi Aniaya Napi di Lapas Blitar Berujung Maut, Korban Tewas Kritis dan Stroke Otak