SuaraJatim.id - Ribuan orang tiba-tiba saja hening ketika Duo Weeger: Bastien dan Timothe, saxophonist asal Prancis memainkan harmoni kombinasi bunyi-bunyi saxofon--yang lagunya bisa dibilang tidak dimengerti penonton itu.
"Ini lagu apa," celetuk pelan orang di samping. Kawannya di sebelah hanya menggeleng. Meskipun tak mengerti lagu yang dimainkan, namun mereka nampak menghayati syahdunya kombinasi tinggi-rendah bunyi klarinet bass dan saxofon sopran itu.
Bebunyian pendek-pendek dari instrumen alat musik tiup memang seperti membawa frekuensi gelombang yang membuat hawa dingin di Amfiteatre Jiwa Jawa Resort--lokasi Jazz Gunung Bromo--kian membekap. Mereka yang membawa pasangan duduknya bertambah erat, diam sambil sesekali memanggutkan kepala mengikuti irama.
Ada sejumlah instrumen lagu dibawakan musisi saxofon Prancis ini. Meskipun line up Duo Weeger ini cukup minimalis namun penampilan keduanya agaknya cukup menghibur di pembukaan Jazz Gunung Bromo 2022 ini, Jumat (22/07/2022).
Tampil di panggung teatre di atas ketinggian 2000 meter, mereka nampak menikmati permainan di depan ribuan penonton. Suhu 13 derajat selsius tak membuat mereka grogi, "Merci..,terima kasih...," kata Timothee usai menutup komposisi instrumental terakhir mereka yang disambut tepuk tangan orang-orang.
Duo Weeger Prancis itu memang turut menyemarakkan festival Jazz tahunan di kawasan Bromo tersebut. Mereka tampil setelah dua line up grup jazz asal Surabaya dan Bali, yakni SweetSwingNoff dan Destiwi & Nesia Ardi.
Di tengah dinginnya suasana pegunungan kawasan Bromo Tengger, para Jamah Jazziah--sebutan bagi penikmat jazz gunung akan dihibur selama dua hari, 22-23 Juli 2022. Musisi-musisi jazz tanah air saling berkolaborasi dengan musisi dari genre berbeda.
Mohammad Istiqamah Djamad atau Mas Is Pusakata misalnya, telah tampil lebih dulu semalam dengan iringan grup musik Jazz Etnik, Ring of Fire Project Banyuwangi. Is membawakan lagu baru, salah satunya berjudul "Namamu Kueja Pelan-pelan" dan lagu lama, mulai dari "Akad" lalu "Perempuan dalam Pelukan".
Blue Fire juga berkolaborasi dengan dua legenda musik rock tanah air Achmad Albar dan Ian Antono--meskipun kombinasinya terkesan dipaksakan. Di situ unsur rocknya lebih kental ketimbang jazz-nya. Namun, para penonton tetap terhipnotis dengan cadasnya melody Ian Antono berpadu dengan ngerocknya suara Iyek--panggilan Achmad Albar.
Baca Juga: Is Pusakata Gemetaran Sepanggung dengan Achmad Albar dan Ian Antono di Jazz Gunung Bromo 2022
Kombinasi dua punggawa grup band GodBless feat Blue Fire sebagai penampil penutup semalam memang menyisakan catatan. Kolaborasi Rock-Jazz yang semula diramalkan bakal memberikan kejutan, nyatanya kurang begitu terasa. Unsur jazznya tereduksi dengan gebukan dram dan melodi. Iringan saxofon juga sangat minimalis.
Justru yang cukup 'bunyi' suara tablanya. Meskipun begitu, GoodBless tetaplah GodBess. Bagi penonton agaknya perpaduan itu tidak penting lagi. Ketika lagu "Semut Hitam, Zakia dan Rumah Kita" dinyanyikan, para penonton yang semula tenang segera menyalak, bediri dan berjingkrak-jingkrak.
Pada akhirnya, seperti kata Butet Kataradjasa, yang penting penonton terhibur. Jazz itu, kata dia, satu genre musik yang memungkinkan untuk improvisasi dengan segala genre musik. Instrumen musik bisa apa saja dan genre apa saja.
"Tapi ketika tiba-tiba bertemu dalam satu 'ngeng' dalam istilahnya Djaduk (almarhum adiknya), intuisinya bertemu," kata Butet mengomentari kekhawatiran kombinasi Godbless feat Blue Fire bakal gagal.
"Jadi 'tai' semua itu batas-batas teritori. Itu tugas kritikus musik dan akademisi. Mereka boleh mengkotak-kotakkan, menggolong-golongkan. Tapi bagi kami praktisi tidak ada pengkotak-kotakkan, yang penting semua terhibur dan biarkan musik yang bicara," katanya dalam sesi jumpa pers selumnya.
Itu cerita kemarin. Lalu sore ini, Sabtu 23 Juli 2022, para jamaah jazzian tentu akan menikmati kejutan lain. Mereka bakal dihibur dengan penampilan Jogja Hiphop Foundation, kemudian Andien, Gilang Ramadhan, Komodo Project, Andre Dinuth, dan Aditya Ong.
Berita Terkait
-
Is Pusakata Gemetaran Sepanggung dengan Achmad Albar dan Ian Antono di Jazz Gunung Bromo 2022
-
SweetSwingNoff Buka Jazz Gunung Bromo 2022
-
Wakili Glenn Fredly Terima Award Jazz Gunung Bromo 2021, Sang Adik Tahan Tangis
-
Andien, Ian Antono hingga Achmad Albar Siap Manggung di Jazz Gunung Bromo 2022
-
Jelang Konser Virtual Godbless, Ahmad Albar: Konser Online Punya Banyak Keuntungan
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
Kronologi Anak Terjepit Teralis Bangku di RSUD Jombang, Damkar Turun Tangan
-
Warga Keluhkan Parkir Liar di Tulungagung, Dipungut Rp 5 Ribu di Depan Hotel
-
Miris! Lansia Tokoh Masyarakat Cabuli Anak di Surabaya, Korban Diancam dan Diiming-imingi Jajan
-
Pacitan Diguncang 1.135 Gempa Sepanjang 2025, BPBD Ingatkan Kesiapsiagaan Warga
-
Kasus Napi Aniaya Napi di Lapas Blitar Berujung Maut, Korban Tewas Kritis dan Stroke Otak