SuaraJatim.id - Tingginya harga telur dalam beberapa waktu belakangan, berdampak pada komposisi bantuan pangan non-tunai (BNPT) yang disalurkan di Kabupaten Ponorogo, Jatim.
Untuk diketahui tingginya harga telur yang mencapai Rp30 ribu per kilogram menyebabkan, keluarga penerima manfaat (KPM) tidak bisa lagi menikmati telur untuk memenuhi kebutuhan proteinnya.
"Memang biasanya untuk protein hewani pakai telur. Tetapi ketika harga telur naik seperti sekarang ini, diganti dengan alternatif lain," kata seorang agen penyalur BPNT di wilayah Kecamatan Kota Ponorogo Taufiq Sidki seperti dikutip Beritajatim.com-jaringan Suara.com pada Senin (29/8/2022).
Agen penyalur BNPT mengganti telur dengan alternatif protein hewani lain, seperti berupa daging ayam, daging sapi atau ikan laut segar.
Pergantian tersebut dilakukan agar komoditas bantuan lain bisa ter-cover.
"Kalau tetap pakai telur, kasihan KPM-nya. Komoditas lainnya berkurang. Sehingga tetap bisa akomodir komoditas lainnya, bisa variatif, tidak habis anggarannya untuk telur," katanya.
Ia juga menjelaskan, pencairan BPNT pada bulan ini dicairkan langsung untuk dua bulan, yaitu Juni dan Juli 2022. Sehingga jika per KPM per bulan dapat anggaran Rp200 ribu, bulan ini menjadi Rp400 ribu.
Taufiq juga mengungkapkan, pergantian telur dengan protein hewani lain telah menjadi kesepakatan penyaluran BPNT kepada KPM yang berada di wilayah Kecamatan Kota.
"Kalau wilayah lain ada yang masih menggunakan telur. Sebab, mengakomodir kearifan lokal atau peternak ayam petelur di wilayah tersebut. Supaya usahanya telurnya terserap untuk pencairan BPNT," pungkasnya.
Baca Juga: Harga Telur Ayam Meroket Hingga Rp35 Ribu Karena Pakan Mahal
Salah satu KPM penerima bansos, Jumini mengaku hanya bisa menerima saja. Namun, ia lebih memilih telur untuk protein hewaninya.
Sebab, jika digantikan ikan hanya bertahan 1-2 hari, sementara untuk telur bisa beberapa hari.
"Penginnya sih telur, bisa digunakan untuk beberapa hari," harapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
5 Fakta Kasus Satpam Perkosa Siswi SMP di Tuban: Kenalan Lewat Telegram, Disetubuhi di Kos!
-
WNA Asal Malaysia Terancam Hukuman Mati di Surabaya, Terlibat Jaringan Narkoba Internasional
-
Antisipasi Gas Beracun hingga Longsor, Wisata Kawah Ijen Ditutup Sementara
-
BRI Sambut Tahun Kuda Api dengan Imlek Prosperity 2026
-
3 Fakta Ayah dan Anak Terseret Lahar Semeru, Siswi SD Hanyut 5 Meter di Sungai Regoyo