Scroll untuk membaca artikel
Muhammad Taufiq
Selasa, 06 September 2022 | 10:00 WIB
Mangrove rusak akibat normalisasi Sungai Wonorejo [SuaraJatim: Yuliharto Simon]

SuaraJatim.id - Puluhan tahun dipelihara, hancur karena program pemerintah. Dalilnya adalah normalisasi sungai di Wonorejo Surabaya.

Tapi, hutan mangrove di sekitarnya yang menjadi sasaran. Ratusan pohon ditumbangkan hanya untuk tempat pembuangan bekas galian dasar sungai.

Melihat kondisi itu, membuat Hermawan Some, pendiri Komunitas Nol Sampah sangat kecewa. Sebab, mangrove itu telah ditanam sejak 2012 silam, bertepatan di HUT Surabaya.

Penanamannya juga dilakukan bersama Wali Kota Surabaya kala itu. Ada juga yang ditanam oleh komunitas Bonek.

Baca Juga: MG Konfirmasi Hadir di GIIAS The Series Surabaya 2022, Siapkan HS i-SMART

Terpenting dari itu, keberadaan mangrove di bibir sungai tersebut untuk menjaga agar tidak terjadi abrasi.

“Kami tidak pernah menolak dengan adanya normalisasi itu. Bahkan kami senang. Tapi, jangan kayak gini lah caranya,” kata pria yang akrab disapa Wawan itu, Senin 5 September 2022.

Dulunya, sebelum ada mangrove ini, sungai tersebut sangat kecil. Untuk lewat dua perahu saja tidak bisa. Akhirnya diperbesar.

"Kalau pemerintah bilang penebangan ini untuk memperbesar sungai, salah. Karena, nyatanya kondisi sekarang lebih baik," ujarnya.

Lokasi penanaman mangrove saat ini, adalah rekomendasi Tri Rismaharini ketika masih menjabat sebagai Wali Kota Surabaya.

Baca Juga: Usai Insiden Pengusiran Cucu Mensos Tri Rismaharini, Playtopia Umumkan Klarifikasi, Netizen: Kok Klarifikasi?

Saat penanaman, Risma memberikan rekomendasi batas penanaman mangrove. Pedoman itulah yang akhirnya dipakai.

Load More