SuaraJatim.id - Kasus bocah tenggelam kembali terjadi. Kali ini di Kabupaten Kediri Jawa Timur. Korban berinisial AA (9) warga Desa Tugu, Kecamatan Purwoasri.
Korban ini ditemukan tewas tenggelam di sungai. Korban sebelumnya bermain di sungai bersama teman-temannya. Namun nahas, korban yang tak bisa berenang tewas tenggelam.
Kapolsek Purwoasri AKP Widodo mengatakan, awalnya korban bermain di sungai Desa Tugu. Korban hendak mandi ke sungai bersama temannya.
Tetapi karena terpeleset, dan korban tidak bisa berenang, akhirnya tenggelam. Arif, teman korban berusaha menolong, tetapi tidak berhasil. Akhirnya di meminta pertolongan.
Kebetulan Suharmaji (35) dan Suprapto (45) melintas di sekitar lokasi. Mereka berhenti setelah mendengar teriakan Arif yang meminta pertolongan.
Kedua saksi berusaha mencari korban. Mereka akhirnya menemukan korban di sekitar lokasi tenggelam. Tetapi korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.
"Korban langsung dievakuasi dan dibawa oleh kedua saksi ke puskesmas. Namun, nyawanya sudah tidak terselamatkan," kata AKP Irfan Widodo dikutip dari beritajatim.com jejaring media suara.com, Senin (26/09/2022).
Dari hasil pemeriksaan oleh petugas bahwa tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban dan meninggalnya dikarenakan tenggelam di sungai.
Orang tua korban sudah menerima dengan ikhlas dan membuat surat pernyataan tidak menuntut kepada siapapun.
Baca Juga: Persik Kediri "Sudah Jatuh Ketiban Tangga", Sudah Kalah dari Arema, Didenda Pula
"Kalau informasinya yang didapatkan di lapangan bahwa korban ini hendak mandi di sungai," katanya menambahkan.
Sebelumnya, kasus serupa juga terjadi di Jombang. Pelajar 12 tahun itu dilaporkan hilang di Sungai Konto Dusun Semelo, Desa Kayen, Kecamatan Bandarkedungmulyo.
Berita Terkait
-
Persik Kediri "Sudah Jatuh Ketiban Tangga", Sudah Kalah dari Arema, Didenda Pula
-
Dua Hari Ini Dua Nyawa Melayang Tertabrak Kereta Api di Kediri, Korban Terakhir Pak Dayat
-
Penyebar Video 'Jenazah Tak Diantar Warga' Bak Sinetron di Kediri Minta Maaf
-
Jelang Hadapi Persik Kediri, Ini Kata Pelatih Anyar PS Barito Putera
-
Penyebar Video Jenazah Tak Diantar Warga di Kediri Minta Maaf, Motif Iseng
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Gubernur Khofifah Serahkan Apresiasi 100 Seniman, 20 Juru Pelihara Cagar Budaya, 46 Sertifikat WBTB
-
Buka Bersama di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Khofifah Apresiasi Izin Kampung Haji Indonesia
-
5 Fakta Viral Sound Horeg di Mojokerto Diprotes: Rusak Rumah Warga, Musik dari Sore Sampai Subuh
-
8 Fakta Kelam PT Suka Jadi Logam Surabaya: Disegel Pemkot, Digeledah Bareskrim Kasus TPPU Emas
-
Kronologi Terbongkarnya Brankas Kuno Juragan Toko Emas Semar Nganjuk, Ada Perhiasan Lama!