Tokoh agama dan paranormal didatangkan untuk mengatasi kesurupan massal di SMKN I Magetan Jawa Timur ( Jatim ). Hal itu disampaikan Wakasek Kesiswaan SMKN 1 Magetan, Joko Purnomo.
Selang beberapa lama, kesurupan massal di sekolahan yang banyak dialami siswi itu segera bisa diatasi. Selanjutnya ketika suasana mereda siswa kemudian dipulangkan. Bahkan ada yang dijemput orangtuanya.
Sebelumnya, sejumlah siswa di SMKN itu mengalami kesurupan massal saat melakukan kegiatan doa bersama dan istighosah di halaman sekolahan. Awalnya satu siswi histeris, kemudian siswi lain menyusul bersahutan.
"Kami sempat meminta bantuan tokoh agama dan paranormal untuk menyembuhkan para siswi yang kesurupan. Baru sekitar pukul 09.00 WIB kesurupan massal mereda," kata Joko.
Joko pun menceritakan sebelum peristiwa hari ini, kesurupan sudah terjadi pada Jumat (23/9/2022). Saat itu, SMKN 1 Magetan sedang melaksanakan Pendidikan Calon Senior Taruna.
Saat itu sudah ada beberapa siswa yang kesurupan namun jumlahnya tidak banyak dan berhasil ditenangkan. Kegiatan pun tetap dilanjutkan.
Kemudian pada hari ke-2 atau Sabtu keesokan harinya, acara dilanjutkan dan para peserta menginap di sekolah. Kala itu, kesurupan massal kembali terjadi.
Melihat kejadian pada malam Jumat hingga Sabtu itu, pihak sekolah berinisiatif menggelar doa bersama. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh murid dan guru.
Sebenarnya, kesurupan massal di SMKN 1 Magetan bukan pertama kalinya terjadi. Lima tahun lalu, kejadian yang sama juga berlangsung di sekolah tersebut.
Baca Juga: Puluhan Murid Sekolah Mendadak Kesurupan Saat Doa Bersama
Berita Terkait
-
Puluhan Murid Sekolah Mendadak Kesurupan Saat Doa Bersama
-
Lagi Istighosah dan Doa Bersama, Tiba-tiba Siswi SMKN 1 Magetan Kesurupan Massal
-
14 Hari Hilang, Nenek Sinem Ditemukan Mengambang di Sungai Gandong Magetan
-
Hari-hari Ini Menjadi Penderitaan Bagi Kebanyakan Petani Tomat di Magetan
-
Ada Pavingisasi di Pelataran Candi Sadon Magetan, Apa Fungsinya?
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Banjir Lahar Hujan Semeru Over Skala Terjang Lumajang, Satu Dusun Terisolir Total
-
Bukannya Dapat Penghargaan, 7 Polisi Penangkap 3 Legislator Gerindra Malah 'Dibuang' ke Polsek
-
Pendampingan Tim Patriot Brawijaya Bikin Warga Klamono-Segun Mandiri
-
Dua Kos di Surabaya Jadi Tempat Simpan Sabu, Pengedar Raup Untung Rp500 Ribu per Gram
-
Gudang Siluman hingga Masuk Gang Sempit: Siasat Licik Penjual Miras di Surabaya Dibongkar Satpol PP