Scroll untuk membaca artikel
Muhammad Taufiq
Minggu, 02 Oktober 2022 | 16:24 WIB
Bonek, pendukung Persebaya Surabaya (@officialpersebaya)

Setidaknya hingga berita ini diturunkan sebanyak 174 suporter tewas di dalam Stadion Kanjuruhan Malang, Sabtu (30/9/2022). Usai Laga lanjutan BRI Liga 1 2022/2023 yang akhirnya dimenangkan Persebaya 3-2.(way/ted)

Kesampingkan rivalitas

Suporter Persebaya atau Bonek menyampaikan duka cita pada keluarga korban tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022).

Husein Ghozali selaku perwakilan Bonek mengatakan, unsur kemanusian harus dinomor satukan dan tak boleh berada di bawah rivalitas.

Baca Juga: Pantas Dilarang FIFA, Ini Bahaya Gas Air Mata Menurut Pakar Kesehatan

"Sangat berduka karena ini Indonesia. Soal rivalitas haris dikesampingkan dulu. Malang bagian Jawa Timur dan Indonesia. Sepakbola itu hiburan, kenapa kok sampai korbannya banyak? Kemanusiaan di atas segalanya," kata pria yang akrab disapa Cak Cong ini, Minggu (2/10/2022).

Maka Cak Cong meminta seluruh stakeholder Liga 1 melakukan evaluasi total pada pelaksaan pertandingan sepak bola. Cak Cong juga menyesalkan, kerusuhan itu bisa terjadi. Terlebih, jumlah korban meninggal hampir 200 orang.

"Mohon Ini semua harus dievaluasi, mulai panpel, operator, brodcaster, keamanan, kenapa ini masih terjadi?" ujarnya.

Dia pun mencontohkan, pantia pelaksana (Panpel) pertandingan harus merinci secara pasti jumlah kehadiran suporter yang dan melihat total kapasitas dalam satu stadion. Hal itu menurutnya sangat penting, lantaran untuk memastikan keamanan para suporter.

Terlebih saat laga-laga krusial atau berstatus bigmatch. "Brodcaster kenapa hanya mementingkan rating? Pihak keamanan apa harus ada gas air mata? Kan di tribun itu sempit," terangnya.

Baca Juga: Renggut Ratusan Nyawa, Sekjen PSSI Sayangkan Banyak Pihak Tak Bisa Menahan Diri di Kanjuruhan

Cak Cong menekankan, PSSI hingga pihak operator liga harus segera melakukan evaluasi, sehingga kejadiam serupa tak terulang lagi.

Load More