- Parkir berlangganan dilanggar, warga masih dipungut tarif liar.
- Dishub koordinasi Satpol PP tindak parkir ilegal.
- Depan Hotel Lojjika dipastikan parkir liar.
SuaraJatim.id - Penerapan parkir berlangganan Tulungagung yang resmi berlaku sejak Januari 2026 kembali menuai sorotan.
Sejumlah warga mengeluhkan masih maraknya praktik parkir liar di tepi jalan umum (TJU), meski mereka telah membayar iuran parkir berlangganan saat perpanjangan pajak kendaraan bermotor.
Keluhan itu mencuat setelah pengguna parkir di kawasan depan Hotel Lojjika, Tulungagung, masih diminta membayar tarif oleh juru parkir yang diduga tidak resmi. Praktik tersebut dinilai bertentangan dengan kebijakan parkir berlangganan Tulungagung yang melarang pungutan parkir di TJU bagi kendaraan terdaftar.
Hamam Defa, salah satu pengendara, mengaku mengalami langsung pungutan tersebut. Saat memarkir kendaraannya di depan hotel karena area parkir dalam penuh, ia diminta membayar Rp5 ribu.
“Parkir di dalam hotel penuh, jadi saya parkir di depan. Tadi diminta membayar Rp5 ribu,” kata Hamam, Sabtu (10/1/2026).
Menurut Hamam, pungutan tersebut tidak sejalan dengan kebijakan parkir berlangganan Tulungagung yang sudah ia bayar. Ia mengaku kecewa karena di lapangan masih ditemukan juru parkir liar yang menarik tarif, bahkan lebih mahal dari ketentuan lama.
“Saya sudah bayar parkir berlangganan, tapi kenyataannya masih ada jukir liar dan tarifnya mahal,” ujarnya.
Pengalaman serupa juga dialami Apip dan Soleh, dua jurnalis yang hendak meliput kegiatan sosialisasi tata kelola makanan program MBG di lokasi yang sama. Keduanya mengaku dimintai tarif Rp5 ribu saat memarkir sepeda motor di TJU depan hotel.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Bidang Prasarana dan Perparkiran Dinas Perhubungan Tulungagung, Mahendra Sulistiawan, menyatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti laporan dengan koordinasi lintas instansi.
“Kami akan koordinasikan terlebih dahulu dengan Satpol PP karena penindakan pelanggaran Perda merupakan kewenangan Satpol PP, sedangkan Dishub bertugas pada aspek pengaturan dan regulasi,” kata Mahendra.
Ia menjelaskan, kebijakan parkir berlangganan Tulungagung diatur dalam Peraturan Daerah Kabupaten Tulungagung tentang Penyelenggaraan Parkir dan mulai efektif Januari 2026.
Dalam aturan itu, pungutan parkir di TJU tidak diperbolehkan bagi kendaraan peserta parkir berlangganan. Pengawasan juga melibatkan aparat penegak hukum (APH) untuk mencegah parkir liar Tulungagung dan praktik pungutan liar parkir.
Sebelum kebijakan diterapkan, Dishub telah menyurati pemilik hotel, pertokoan, dan kafe agar mengimbau juru parkir liar di sekitar lokasi usaha tidak lagi beroperasi.
“Kami mengedepankan pendekatan humanis melalui penertiban oleh Satpol PP. Namun jika pelanggaran terjadi berulang, penindakan akan diserahkan kepada APH karena sudah masuk kategori pungutan liar,” ujarnya.
Mahendra juga menegaskan adanya pengecualian, seperti parkir tepi jalan umum di kawasan wisata, tempat hiburan, sarana olahraga, serta parkir insidental dengan izin resmi Dishub.
Berita Terkait
-
Terendam Banjir, Petani Bawang Merah di Tulungagung Panen Lebih Awal
-
Kronologi Sadis Suami Siri di Madiun Bunuh dan Giling Jasad Ibu-Anak Asal Bogor Lalu Dibakar
-
Ironi Pajak di Indonesia: Pengusaha Diperas Aturan, Parkir Liar Malah Bebas Pungutan?
-
Trotoar Karet 'Disulap' Jadi Parkiran Liar, Dishub Turun Tangan Cabut Ratusan Pentil Motor
-
Jerat Jukir Liar Pakai Pasal Pemerasan: Solusi Tuntas atau Sekadar Tambal Sulam?
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Janjikan Jalur Khusus Masuk Kejaksaan, Oknum Advokat di Surabaya Gasak Duit Korban Rp520 Juta
-
Babak Baru Korupsi Kebun Binatang Surabaya: Sprindik Jilid II Terbit, Aliran Dana ke Dewan Disorot
-
Jerat 6 Korban hingga Rp4 Miliar, Bos Arisan MeAow Resmi Dijebloskan ke Bui
-
Banjir Rendam Sawah, Petani Bawang Merah Tulungagung Rugi Belasan Juta
-
Hampir Mati Sia-sia! Detik-detik Pria Tulungagung Batal Jadi Tentara Bayaran Rusia