Riki Chandra
Jum'at, 27 Februari 2026 | 20:15 WIB
Tangan remaja terkunci borgol di Bondowoso. [Dok. BeritaJatim]
Baca 10 detik
  • Remaja 18 tahun terjebak borgol di Bondowoso.
  • Damkar lakukan evakuasi cepat tanpa sebabkan cedera.
  • Petugas imbau tidak bermain alat pengamanan.

SuaraJatim.id - Seorang remaja di Bondowoso, Jawa Timur (Jatim) bikin heboh setelah borgol tak bisa dilepas dari kedua tangannya. Peristiwa itu terjadi di area kantor Pemkab Bondowoso, Jumat (27/2/2026) sore.

Alhasil, remaja bernama Muhammad Alifi (18) itu terpaksa mendapatkan bantuan petugas pemadam kebakaran (Damkar) setelah borgol yang dikenakannya tidak dapat dibuka.

Peristiwa bermula saat Alifi tengah menunggu waktu berbuka puasa di pos satpam. Ia meminjam borgol milik petugas keamanan untuk bermain. Awalnya, borgol tersebut masih dapat dibuka dengan mudah seperti biasa.

Namun, situasi berubah ketika kedua tangan Alifi sudah dalam kondisi terkunci. Alat pengaman tersebut tiba-tiba tidak berfungsi atau mengalami kegagalan mekanis sehingga tidak bisa dibuka kembali.

Kondisi tersebut membuat petugas keamanan setempat segera meminta bantuan. Laporan kemudian diteruskan ke petugas Damkar Bondowoso untuk dilakukan penanganan lebih lanjut guna menghindari risiko cedera pada tangan remaja tersebut.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Bondowoso, Aries Agung Sungkowo, membenarkan adanya peristiwa tersebut.

“Petugas kami menerima laporan dan langsung menuju lokasi. Respons cepat dilakukan untuk memastikan yang bersangkutan aman dan tidak mengalami cedera,” jelas Aries, dikutip dari BeritaJatim.

Petugas melakukan proses evakuasi dengan menggunakan peralatan khusus. Langkah itu dilakukan agar borgol dapat dilepas tanpa melukai tangan Alifi serta meminimalkan potensi gangguan pada sirkulasi darah akibat tekanan logam pada pergelangan tangan.

“Alhamdulillah borgol berhasil dibuka dengan aman. Setelah itu kami lakukan pendataan dan memastikan kondisi anak tersebut baik,” kata Aries lebih lanjut.

Setelah borgol berhasil dilepas, petugas memastikan tidak ada luka serius maupun cedera lain yang dialami remaja tersebut. Proses penanganan berlangsung dalam kondisi aman dan terkendali di lokasi kejadian.

Aries juga mengimbau masyarakat, khususnya kalangan remaja, agar tidak menggunakan atau memainkan peralatan pengamanan tanpa prosedur yang tepat.

“Peralatan seperti itu bukan untuk mainan. Ada prosedurnya. Kalau sampai macet, bisa berisiko cedera atau gangguan sirkulasi darah,” tegasnya.

Load More