- Remaja 18 tahun terjebak borgol di Bondowoso.
- Damkar lakukan evakuasi cepat tanpa sebabkan cedera.
- Petugas imbau tidak bermain alat pengamanan.
SuaraJatim.id - Seorang remaja di Bondowoso, Jawa Timur (Jatim) bikin heboh setelah borgol tak bisa dilepas dari kedua tangannya. Peristiwa itu terjadi di area kantor Pemkab Bondowoso, Jumat (27/2/2026) sore.
Alhasil, remaja bernama Muhammad Alifi (18) itu terpaksa mendapatkan bantuan petugas pemadam kebakaran (Damkar) setelah borgol yang dikenakannya tidak dapat dibuka.
Peristiwa bermula saat Alifi tengah menunggu waktu berbuka puasa di pos satpam. Ia meminjam borgol milik petugas keamanan untuk bermain. Awalnya, borgol tersebut masih dapat dibuka dengan mudah seperti biasa.
Namun, situasi berubah ketika kedua tangan Alifi sudah dalam kondisi terkunci. Alat pengaman tersebut tiba-tiba tidak berfungsi atau mengalami kegagalan mekanis sehingga tidak bisa dibuka kembali.
Kondisi tersebut membuat petugas keamanan setempat segera meminta bantuan. Laporan kemudian diteruskan ke petugas Damkar Bondowoso untuk dilakukan penanganan lebih lanjut guna menghindari risiko cedera pada tangan remaja tersebut.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Bondowoso, Aries Agung Sungkowo, membenarkan adanya peristiwa tersebut.
“Petugas kami menerima laporan dan langsung menuju lokasi. Respons cepat dilakukan untuk memastikan yang bersangkutan aman dan tidak mengalami cedera,” jelas Aries, dikutip dari BeritaJatim.
Petugas melakukan proses evakuasi dengan menggunakan peralatan khusus. Langkah itu dilakukan agar borgol dapat dilepas tanpa melukai tangan Alifi serta meminimalkan potensi gangguan pada sirkulasi darah akibat tekanan logam pada pergelangan tangan.
“Alhamdulillah borgol berhasil dibuka dengan aman. Setelah itu kami lakukan pendataan dan memastikan kondisi anak tersebut baik,” kata Aries lebih lanjut.
Setelah borgol berhasil dilepas, petugas memastikan tidak ada luka serius maupun cedera lain yang dialami remaja tersebut. Proses penanganan berlangsung dalam kondisi aman dan terkendali di lokasi kejadian.
Aries juga mengimbau masyarakat, khususnya kalangan remaja, agar tidak menggunakan atau memainkan peralatan pengamanan tanpa prosedur yang tepat.
“Peralatan seperti itu bukan untuk mainan. Ada prosedurnya. Kalau sampai macet, bisa berisiko cedera atau gangguan sirkulasi darah,” tegasnya.
Berita Terkait
-
Bukan Sekadar Datang Bulan, Ini Fakta Penting Menstruasi Remaja yang Sering Disalahpahami
-
Kecil-kecil Jadi Begal: 4 Remaja di Tangerang Diringkus Berikut Pistol Rakitan Kaliber 5,56 Mm
-
Remaja Apatis Politik atau Sistem yang Tidak Memberi Ruang Partisipasi?
-
Remaja, Passion, dan Realitas Karier yang Tak Selalu Sejalan
-
Bisa Jadi Pintu Masuk HIV: 19 dari 20 Remaja Jakarta Terinfeksi Penyakit Menular Seksual
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
-
Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
-
9 Fakta Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Gerbong Wanita Jadi Titik Terparah
Terkini
-
Bisnis 'Kamar Sultan' di Balik Lapas Blitar: Nego Alot Rp100 Juta Jadi Rp60 Juta
-
Efek Domino Tragedi Bekasi: Tiga KA dari Surabaya Berhenti Melaju, Tiket Diganti 100 Persen
-
Ironi Jembatan Darurat di Bondowoso: Belum 1 Bulan Sudah Ambyar
-
Kecelakaan Kereta Api di Bekasi, KAI Madiun Batalkan 2 Jadwal Keberangkatan
-
Yuk ke GBK Senayan, Saksikan Barcelona Legends vs World Legends di Clash of Legends 2026 Bersama BRI