- Polisi tahan kakek tersangka pencabulan anak berusia sembilan tahun.
- Tersangka kakek DR merupakan tokoh masyarakat di wilayah Sukomanunggal.
- Modus pelaku gunakan iming-iming jajan dan ancaman kepada korban.
SuaraJatim.id - Seorang pria lanjut usia (lansia) berinisial DR (67) diringkus Satreskrim Polrestabes Surabaya, Jawa Timur (Jatim), karena diduga terlibat dalam kasus pencabulan anak.
Tersangka merupakan warga Sukomanunggal yang telah resmi mendekam di balik jeruji besi setelah dilaporkan sejak Oktober 2025 lalu.
Kasus pencabulan anak ini menjadi sorotan tajam lantaran tersangka DR dikenal sebagai salah satu tokoh masyarakat di lingkungan tempat tinggal korban.
Penetapan tersangka ini dikonfirmasi langsung oleh pihak kepolisian setelah melalui serangkaian proses pemeriksaan saksi-saksi dan pengumpulan alat bukti yang cukup.
“Iya sudah kami tetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan,” kata Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Eddy Oktavianus Mamoto, dikutip dari BeritaJatim, (10/1/2026).
Ia menegaskan bahwa pihaknya memberikan perhatian serius pada perkara pencabulan anak yang menimpa bocah berusia 9 tahun tersebut.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, aksi bejat ini diduga telah dilakukan lebih dari tiga kali. Ibu korban, SA, mengungkapkan bahwa DR menggunakan modus memberikan iming-iming jajan untuk memuluskan aksinya.
Mirisnya, korban hanya akan mendapatkan jajan tersebut setelah pelaku selesai melampiaskan nafsu bejatnya.
Tak berhenti di situ, tersangka juga menanamkan rasa takut kepada korban agar tidak melapor kepada siapapun. “Anak saya juga diancam agar tidak cerita siapa-siapa,” kata SA.
Kecurigaan keluarga bermula saat SA melihat perubahan sikap yang drastis pada anaknya. Puncaknya terjadi pada Oktober 2025, saat korban disuruh membeli barang di toko kelontong milik tersangka.
Karena tak kunjung kembali, kakak korban menyusul dan mendapati adiknya sedang dipeluk oleh DR di dalam warung.
“Waktu kakaknya nyampek di depan warung, anak saya ini posisinya ada di dalam warung, dan sempat dipeluk. Terduga pelaku juga kaget pas lihat kakaknya datang,” tutur SA.
Setelah didesak, korban akhirnya berani bercerita bahwa dirinya sering dicium dan dipeluk secara tidak wajar oleh pelaku. Mendengar pengakuan pilu tersebut, SA langsung mendatangi rumah DR dengan didampingi Ibu RT setempat.
“Berdasarkan pengakuan anak saya itu, saya langsung mendatangi rumah pelaku. Dan saat pelaku datang kerumah dengan didampingi Ibu RT dia mengakui perbuatannya. Ini disaksikan oleh warga dan ada Video pengakuannya juga,” ujarnya lebih lanjut.
Meski pelaku sempat mengakui perbuatannya di hadapan warga, proses hukum tetap berjalan. Pihak kepolisian menegaskan bahwa sejauh ini belum ditemukan adanya korban tambahan dari aksi tersangka.
Berita Terkait
-
Persija Jakarta Kembali Menang, Allano Lima Makin Percaya Diri Hadapi Sisa Musim
-
Persija Jakarta Gelar Workshop Fotografi di GBK Saat Laga Kontra Persebaya
-
Asa Juara Sirna Dilibas Persija, Persebaya Surabaya Fokus Akhiri Musim Sebaik Mungkin
-
Dikritik Undang Anak Korban Pelecehan, Denny Sumargo Klarifikasi: Demi Atensi Hukum
-
Jakarta Bhayangkara Presisi Tumbangkan Samator 3-0, Persaingan Final Proliga 2026 Makin Ketat
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Jatim Hattrick OTT KPK, Wagub Emil Soroti Moralitas Personal: Dalamnya Hati Siapa yang Tahu?
-
Disegel KPK, Plt Bupati Tulungagung Belum Bisa Berkantor di Pendopo
-
BRI Luncurkan Fitur Tebus Gadai di BRImo, Promo 10% Sampai Juni 2026
-
Pegang KTA Gatut Sunu Wibowo Tak Diakui Kader, Alasan Gerindra: Belum ikut Bimtek
-
Misteri Meledaknya Mesin Pengering di SPPG Ngawi: Saat Tombol 'Start' Mengubah Dapur Menjadi Petaka