SuaraJatim.id - Seorang remaja asal Kabupaten Jombang, menjadi salah satu korban meninggal dalam peristiwa kericuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang, Sabtu (01/10/2022) malam.
Korban yakni Muhammad Irsyad Aljuned asal Dusun Mernung Lor, Desa Sumbernongko, Kecamatan Ngusikan. Remaja berusia 17 tahun ini merupakan salah satu dari 130 korban yang meninggal saat menonton laga Arema lawan Persebaya itu.
Pantauan Suara.com, saat ini puluhan pelayat sudah memadati rumah duka. Para warga juga menggelar tahlilan dan menggelar doa bersama sembari menunggu kedatangan jenazah Irsyad yang sudah dalam perjalanan dari Malang menuju ke Jombang.
Selain masyarakat umum, nampak juga sejumlah aparat TNI dan kepolisian yang juga hadir di rumah duka. Dijadwalkan, jenazah Irsyad akan tiba di rumah duka sekira pukul 16.10 WIB dan langsung dikebumikan di pemakaman umum dusun setempat.
Kepala Dusun Mernung Lor Iswandi membenarkan adanya jika Irsyad menjadi salah satu korban meninggal dalam peristiwa yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Ia mengaku menerima laporan dari pihak kepolisiaan Minggu, (2/10) pagi tadi.
"Iya dia merupakan supporter dalam pertandingan tadi malam itu di Malang. Kabarnya dapat dari Polres Jombang, setelah itu saya langsung mengabarkan ke rumah kedua orangtuanya. Kondisinya sudah meninggal dunia," ujar Iswandi.
Berdasarkan keterangan yang diterima Iswandi dari pihak keluarga, Irsyad memang berpamitan akan pergi ke Malang. Remaja yang masih berstatus pelajar itu berniat akan menonton laga Derby Jatim Arema vs Persebaya.
"Tidak ada firasat apapun dari keluarga, yang saya tau biasa saja dan pada hari Jum'at nya itu pamitan. Ya pamitan kalau mau nonton pertandingan Arema FC melawan Persebaya di stadion Kanjuruhan Malang itu," ujarnya.
Hingga akhirnya pihak keluarga menerima kabar dari Iswandi jika Irsyad menjadi salah satu korban meninggal dalam kerusuhan tersebut. Pihak keluarga pun langsung pergi ke Malang guna memastikan kabar tersebut.
Baca Juga: Akibat Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Kapolri Diperintah untuk Bertolak ke Malang
Benar saja, saat dicek ternyata Irsyad merupakan 1 dari 130 korban meninggal dalam peristiwa itu. Menurut Iswandi, saat ini jenazah Irsyad sudah dalam perjalanan dari RSUD dr Syaiful Anwar Malang menuju ke rumah duka.
"Iya sekarang jenazah masih dibawa ambulans, perjalanan ke sini rumah duka. Sementara ini diisi istighosah doa bersama, ada warga sekitar sini dan juga teman-teman korban. Kabarnya sebentar lagi tiba dan akan dikebumikan di dusun ini," katanya.
Kepergian Irsyad menjadi duka mendalam bagi pihak keluarga. Begitu pula dengan rekan-rekan Irsyad yang saat ini juga sudah mendatangi rumah duka. Mereka ikut serta memberikan doa sembari menunggu kedatangan jenazah Irsyad.
"Sedih banget mas, sangat kehilangan saya dan teman-teman," kata salah satu rekan Irsyad, Ragil Teguh Prasetya.
Menurut Ragil, Irsyad merupakan sosok teman yang baik. Pelajar SMK Negeri Kudu, Jombang itu juga merupakan suporter fanatik Arema FC. Sejak bertahun-tahun, Irsyad memang sudah gandrung dengan tim berjuluk Singo Edan tersebut.
"Irsyad ini memang orangnya fanatik soal sepakbola, baik juga ke teman ngopi dan sekelasnya. Tau kabar ia berangkat itu dari status Instagramnya pas hari Sabtu, sudah di stadion itu," ucap Ragil.
Tag
Berita Terkait
-
Akibat Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Kapolri Diperintah untuk Bertolak ke Malang
-
Tragedi Kanjuruhan Malang: Bonek Sangat Berduka Karena Ini Indonesia
-
Tragedi Kanjuruhan: DPR Usulkan Polisi Periksa PT LIB karena Besikukuh Gelar Laga Arema vs Persebaya pada Malam Hari
-
Pantas Dilarang FIFA, Ini Bahaya Gas Air Mata Menurut Pakar Kesehatan
-
3 Keponakan Meninggal di Stadion Kanjuruhan, Keluarga Korban: Penembak Gas Air Mata, Kalian Pembunuh!
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Pimpin Apel Bulan K3 Nasional, Gubernur Khofifah: Wujudkan Keselamatan Kerja Profesional
-
3 Tahun Jalan Longsor Wagir Lor Ponorogo Terabaikan, Warga Bangun Sendiri Jembatan Darurat
-
Presiden Resmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Malang, Gubernur Khofifah Dukung Generasi Unggul NKRI
-
Rekonstruksi Pembunuhan Mahasiswa UMM, Polisi Bongkar Detail Pembuangan Jasad di Pasuruan
-
Pelaku Curas di Pamekasan Ditembak Polisi, Korban Tewas Usai Kecelakaan