SuaraJatim.id - Kepolisian Lamongan menyelidiki dugaan korupsi yang melibatkan mantan Kepala Desa Kedungwaras Kecamatan Modo Kabupaten Lamongan Jawa Timur ( Jatim ) berinisial MR (49).
MR diduga terlibat praktik korupsi pengadaan sapi di Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat pada periode Tahun 2017-2018 dengan kerugian daerah mencapai Rp 206 juta.
Seperti disampaikan Kanit Pidkor Satreskrim Polres Lamongan, Ipda Yusuf Efendi, kasus tersebut saat ini sudah masuk ke tahap penyidikan dan segera dilimpahkan ke kejaksaan.
"Iya, Mas, perkara ini baru naik penyidikan dan sedang ditangani penyidik Pidkor Satreskrim Polres Lamongan," ujar kata Yusuf, dikutip dari beritajatim.com jejaring media suara.com, Rabu (2/11/2022).
Yusuf menambahkan, BUMDes Mekar Sejahtera periode 2017-2018 tidak membuat laporan pertanggungjawaban (LPJ) pengadaan atau penggemukan sapi.
Sehingga, dari hasil pemeriksaan awal Penyidik Unit III Pidkor Satreskrim Polres Lamongan pada 30 Agustus 2022 lalu, ditemukan potensi kerugian daerah senilai Rp 206.399.200 atas penggunaan dana BUMDes.
Dalam kasus ini, penyidik telah mengamankan sejumlah barang bukti, mulai dari beberapa bendel surat, baik dari camat, surat perintah pencairan dana (SP2D), dua salinan foto copy buku rekening bank.
"Kemudian satu bendel surat pertanggungjawaban penguatan modal BUMDes dan dana desa 2016, satu bendel salinan surat pertanggungjawaban DD bidang pemberdayaan penguatan BUMDes tahun 2018," ujarnya menambahkan.
Saat ini MR masih menjabat sebagai Kades Kedungwaras. Selain sebagai kepala desa, MR juga menjalankan bisnis jual beli sapi. Lalu pada 2017, ada program pemberdayaan masyarakat berupa pengadaan sapi.
Baca Juga: Tanggul 2 Sungai Jebol Rendam Permukiman serta Sawah Warga Sukodadi Lamongan
Selanjutnya, penerima bantuan ini sudah ditentukan pada awal pembentukan BUMDes. Penerima yang dipilih hanya Ketua RT dan selebihnya untuk anggota keluarga terdekat MR.
Secara rinci, data yang didapat menyebutkan, program pengadaan sapi itu dianggarkan sebesar Rp 95.975.500 yang diambilkan dari dana desa (DD) tahap II tahun 2017. Kemudian pada 2018, MR kembali membuat program yang sama yakni pengadaan sapi.
Pada tahun kedua tersebut, diketahui alokasi anggarannya lebih besar, yakni senilai Rp 115.423.609 dan tetap memakai DD untuk pencairan tahap I tahun 2018. Kala itu, dua program yang berjalan dalam kurun waktu 2017-2018 itu berjalan mulus tanpa ada kendala.
Tag
Berita Terkait
-
Tanggul 2 Sungai Jebol Rendam Permukiman serta Sawah Warga Sukodadi Lamongan
-
Makam Yasin Dibongkar, Diduga Kematiannya Tak Wajar Dikaitkan dengan Persaingan Pilkades di Lamongan
-
Bentrok Perguruan Silat di Lamongan, GP Anshor Desak Kepolisian dan Pemkab Lakukan Antisipasi Gesekan
-
Ratusan Pesilat Ribut di Ruas Jalan Lamongan, Saling Lempar dengan Warga
-
Beda dengan Kanjuruhan, Laga Persijap vs Persela Diiringi Selawat para Suporter
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Dipecat PDIP Usai Kunjungi Jokowi, Achmad Hidayat Singgung Eri-Armuji
-
Santriwati di Ponpes Malang Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual, Polisi Turun Tangan
-
Mimpi Ekspor ke Swedia Pupus, Gudang Kerajinan Jati di Ngawi Terbakar Hebat
-
Pembukaan MTQ Nasional XXXI, Gubernur Khofifah Dukung Kafilah Jatim untuk Berikan Hasil Gemilang
-
Lima Tahun Holding UMi, BRI, Pegadaian, dan PNM Perkuat Ekonomi Kerakyatan