Muhammad Taufiq
Jum'at, 11 November 2022 | 16:38 WIB
Permukiman kuno di Blitar [Foto: Beritajatim]

SuaraJatim.id - Baru-baru ini Tim Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur menemukan sebuah situs kuno berupa permukiman yang diduga dibangun pada abad ke-14, masa Kerajaan Majapahit.

Situs ini ditemukan di dekat Sungai Brantas di Desa Ngaglik Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar. Ketua tim Ekskavasi BPCB Jatim, Nugroho Harjo Lukito, selain jejak permukiman tim juga menemukan benda-benda lainnya, Jumat (11/11/2022).

Benda-benda ini antara lain struktur batu bata, uang koin, serta sumur kuno. Atas temuan itu, BPCB Jatim kemudian melakukan ekskavasi di lokasi tersebut.

"Penemuan permukaan kuno ini berawal dari peninjauan kita beberapa waktu lalu yang melihat struktur batu bata merah kuno, dari situlah kita melakukan ekskavasi dan menemukan benda-benda ini," katanya dikutip dari beritajatim.com jejaring media suara.com.

Dalam tahap awal ini, tim arkeolog melakukan ekskavasi seluas 12 meter persegi di lokasi penemuan permukiman kuno tersebut. Hasilnya tim BPCB Jatim menemukan sejumlah satuan pemukiman yang jumlah rumahnya lebih dari satu.

Meski begitu permukiman kuno yang ditemukan kali ini kondisinya tinggal bagian dasar lantai serta fondasi rumah. Hal itu dirasa wajar oleh tim Arkeolog karena kebanyakan bangunan rumah pada abad ke-14 hanya menggunakan batu bata merah untuk struktur lantai serta fondasi.

"Karena ekskavasi hanya dilakukan lima hari, maka proses ekskavasi dibatasi 12×12 meter dan kita temukan satuan permukiman yang luasnya masih terus digali," ujarnya.

Menurut tim Arkeolog, karekteristik rumah kuno abad ke-14 adalah struktur fondasi bangunan yang berlapis, yakni menggunakan batu bata merah serta batu sungai yang ditata sedemikian rupa. Sementara untuk tinggi dinding rumah hanya 1 meter.

Hal itu nampaknya menyesuaikan dengan lokasi permukiman kuno yang berada tepat di pinggir sungai Brantas. Di mana kontur tanah di lokasi tersebut labil.

Baca Juga: Para Arkeolog Berburu Pemukiman Kuno yang Tersembunyi di Tepi Sungai Brantas

Sementara itu ruangan pada rumah kuno pada abad ke 14 juga terkesan unik karena luasnya yang cukup sempit. Menurut tim Arkeolog rata-rata luas ruangan rumah pada abad ke-14 adalah 1,5 meter hingga 2 meter saja.

"Karakteristik rumah kuno ini, adalah fondasi rumahnya yang berlapis serta bangunan bata yang hanya setinggi 1 meter," tuturnya.

Tidak hanya peninggalan bangunan, tim Arkeolog juga menemukan sisa-sisa peradaban pada masa kerajaan Majapahit yakni berupa uang kuno serta serpihan gerabah.

Diperkirakan masyarakat pada masa Majapahit lalu sengaja memilih lokasi tersebut sebagai permukiman karena letaknya yang berdekatan jalur perekonomian pada waktu itu yakni Sungai Brantas.

Load More