SuaraJatim.id - Setelah gaduh Madrasah Ibtidaiyah (MI) Cokroaminoto disegel hingga menyebabkan murid-muridnya tak bisa bersekolah, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi segera meresponnya.
Ia lantas buka-bukaan masalah yang dihadapi oleh yayasan pengelola sekolahan tersebut, yakni Yayasan Pendidikan Islam (YPI). Eri Cahyadi justru menkritik keegoisan pihak pengelola yayasan.
Eri Cahyadi menjelaskan, Pemkot Surabaya hanya mengikuti peraturan menyegel gedung sekolah di kampung Petukangan Tengah Nomor 37, Kelurahan Ampel, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya.
"Jadi aturan Perdanya begini, setiap bangunan yang tidak memiliki IMB (Ijin Mendirikan Bangunan) itu harus diperingatkan untuk mengurus IMB. Salah satu syarat untuk mengurus IMB adalah memiliki surat tanah," kata Eri Cahyadi kemarin, Rabu (18/01/2023).
"Berarti apa? Kalau ada yang tidak disegel berarti cari di Cipta Karya. Tapi ketika dia tidak memiliki IMB dan bangunannya sudah jadi, maka kita tidak pernah menyegel. Tapi dia tidak boleh membangun kembali," katanya menambahkan.
Dalam kasus ini, Pemkot Surabaya menilai jika YPI membandel dan melakukan pelanggaran, yakni tetap melakukan pembangunan meski sudah diperingatkan, sehingga Pemkot Surabaya memasang segel pada gedung tersebut.
"Jadi misal ada bangunan, enggak punya IMB ya urusan IMB. Kalau misal tanahnya masih ngurus ya udah ndak apa-apa, tapi jangan membangun lagi, karena ini rumah-rumah lama. Kalau dia membangun ya kami segel, kalau dia tidak membangun ya tidak apa-apa bisa dilanjut jalannya. Karena ini adalah masa lalu dan peraturan tidak berlaku surut," katanya.
"Ada surat peringatan untuk jangan membangun dulu karena bangunannya itu tidak memiliki IMB. setelah itu surat-suratnya tidak ada sudah diperingatkan untuk jangan membangun, tapi Alhamdulillah bangun terus yang salah siapa? Saya ingin meluruskan, mulai sesuatu yang baik dengan niatan yang baik dan hati yang baik," imbuh Eri.
Dalam masalah ini, sebenarnya Eri Cahyadi sudah memberikan keluwesan pada YPI, dengan memperbolehkan sekolah maupun MI tetap menggunakan gedung. Namun dikarenakan imbauan atau peringatan dari Pemkot Surabaya tak dihiraukan, maka pemerintahan bertindak tegas.
Kalau mereka tidak punya sertifikat, tidak punya bukti hak kepemilikan, tapi sudah berdiri ya kita biarkan beroperasi. Tapi ini malah bangun terus, lah ini berarti yang salah siapa. Saya sudah peringatkan mereka bolak-balik kok masih membangun, seharusnya kan berhenti membangun dan tetap melanjutkan operasional sekolahnya. Sehingga apa sehingga akan ada rasa keadilan," ungkap Eri.
Eri juga segera memanggil para pengurus YPI guna mencari jalan keluar dan para siswa-siswi sekolah maupun MI Cokroaminoto bisa kembali menggunakan gedung yang tersegel tersebut.
"Sepulang saya dari umroh itu, saya panggil semuanya untuk kumpul jadi satu di depan wartawan ngomong, apakah mereka pernah dikasih peringatan setelah itu dia bangun terus. Kalau dia sudah mengucapkan kesalahan dan mengakui serta setuju untuk berhenti membangun maka silahkan, tapi jangan pernah dibangun yang atasnya. Sehingga apa dia harus bisa menghargai dan mengamankan murid-muridnya. Tidak dengan rasa egonya, untuk pendidikan atau mencari murid baru ya tidak begitu," ungkap Eri.
Selain itu, Pemkot Surabaya menjelaskan, jika penyegelan tersebut diperuntukan menghentikan proses pembangunan gedung, bukan sekolah atau proses belajar mengajar, sedangkan saat ini, YPI membangun opini masyarakat terbalik.
"Karena pemerintah tidak menyegel sekolah tapi hanya menyegel bangunan bagian atas. Mereka terus membangun meskipun itu sudah disegel Lha ini gimana Terus. Nah ini lebih baik duduk bersama dan nanti ditanya benar nggak itu sudah dilarang tapi tetap bangun.
Makanya itu yang akan saya ambil dan nanti insya Allah Saya baru pulang umroh, mungkin Insya Allah besok saya akan Panggil Cipta Karya untuk memberitahukan semuanya untuk menemukan solusi bukan untuk mencari siapa yang benar dan siapa yang salah. Saya hanya ingin mengatakan, ayo taati aturan dan jangan pernah ikut membebankan yang lainnya!" tandasnya.
Berita Terkait
-
Beda Nasib Dua Anak Asuh Shin Tae-yong, Naturalisasi Persib Bandung dan The Golden Boy Persebaya Surabaya
-
Persebaya Hancurkan Tuan Rumah Persita 5-0, Aji Santoso: Penampilan yang Sempurna
-
Persebaya Tampil Spektakuler Tumbangkan Persita Tangerang 5-0, Aji Santoso Puji Pemain Baru
-
Persebaya Awali Putaran Kedua dengan Kemenangan Telak 5 - 0 atas Tuan Rumah Persita Tangerang
-
Bukan Ponorogo, Surabaya Jadi Kota dengan Perkawinan Anak Tertinggi di Indonesia
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Gubernur Khofifah Terima Penghargaan CSR dan Pengembangan Desa Berkelanjutan Award 2026
-
Momentum Hari Kartini, Gubernur Khofifah Bagikan BBM Gratis & Sembako untuk Ojol Perempuan di Malang
-
Holding Ultra Mikro BRI Percepat Inklusi Keuangan dan Naik Kelas Debitur PNM
-
Gugatan Rp7 Miliar Ressa Terhadap Denada Kandas: Hakim PN Banyuwangi Sebut Salah Alamat
-
Ribuan Jemaah Embarkasi Surabaya Terbang ke Tanah Suci, 2 Orang Terpaksa Tertunda Karena Sakit