SuaraJatim.id - Peristiwa tragis terjadi di Jember, Jawa Timur. Seorang anak menjadi otak pembunuhan ibu kandungnya sendiri. Pelaku ditangkap oleh dua orang laki-laki, satu diantaranya berstatus kekasih anak durhaka tersebut.
Korban bernama Hasiya (60) meninggal dunia setelah dibunuh oleh putrinya, SN (40) dibantu oleh sang kekasih SA (50) asal Lumajang dan AW (50) yang berstatus rekan kerja dari korban.
Hasiya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa dan ditemukan di Desa Keting, Kecamatan Jombang, 13 November 2023. Hasiya diketahui sempat bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) di Surabaya dan korban kemudian pindah ke Jember dan tinggal bersama putrinya.
Di Jember, korban kemudian bekerja bersama AW, pria asal Mojokerto yang kesehariannya menagih utang. Usut punya usut, penyebab SN tega menghabisi nyawa ibu kandungnya lantaran Hasiya menolak hubungannya dengan SA.
Sakit hati karena hubungan percintaannya dengan SA ditolak, SN kemudian merencanakan pembunuhan terhadap Hasiya.
SA kemudian meminta izin kepada SN untuk memberi pelajaran kepada Hasiya. Entah apa yang ada di benak SN, sehingga mengabulkan keinginan kekasihnya itu.
Demi memuluskan niatnya, SA meminta bantuan AW. Maka pada Minggu (13/11/2023) dini hari jam setengah dua itu, AW menjemput Hasiya. Percaya dengan rekan sekerjanya itu, Hasiya pun berboncengan menuju Keting dengan dibuntuti SA dan SN.
Sampai di lokasi yang jauh dari pemukiman penduduk, Hasiya dibunuh oleh para pelaku. AW memukul kepala korban dengan sabit, sedangkan SA menggorok lehernya.
Celana Hasiya juga dilepas untuk mengambil uang Rp 1,2 yang disimpan di sana. Celana dan pisau itu dibuang para pelau ke sungai.
Baca Juga: Teganya Si Fajri Tawarkan Istrinya Lewas Aplikasi MiChat di Malang
“Otaknya SA. Rencana awalnya memberi pelajaran. Namun terbukti pada saat pelaksanaan, tidak ada upaya dari SN untuk menghalangi penganiayaan korban atau melaporkannya, melainkan malah melindungi tersangka,” kata Kepala Kepolisian Resor Jember Ajun Komisaris Besar Moch Nurhidayat seperti dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com
AW kemudian ditangkap di Kalimantan Timur, sementara SA diringkus polisi di Kencong. Barang bukti berupa sepeda motor yang digunakan untuk menjemput Hasiya sudah digadaikan. Para tersangka dijerat dengan pasal 338, 339, 340 junto 55 ayat 1 KUHP.
“Ancamannya hukuman mati, seumur hidup, dan 20 tahun penjara," kata Nurhidayat.
Berita Terkait
-
Teganya Si Fajri Tawarkan Istrinya Lewas Aplikasi MiChat di Malang
-
Tiara Andini Bikin Penonton Jember Heboh Usai Ucapkan Ini dalam Bahasa Madura
-
Status Korban Bunuh Diri di Universitas Brawijaya Terkuak, Polisi Beberkan Soal Penyakit
-
Profil Bupati Cantik Banyuwangi yang Raih Penghargaan dari Presiden, Hartanya Bikin Melongo!
-
Suami di Sidoarjo Habisi Nyawa Istri Pakai Tabung Gas, Gara-gara Sering Diomeli
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
Terkini
-
Empat Nyawa Melayang dalam Ledakan Pabrik SPS Lamongan, Polisi Libatkan Labfor
-
Razia Gabungan Lapas Kelas II A Kediri, Petugas Temukan Barang Berbahaya Ini
-
Pemkot Surabaya Rebut Kembali Lahan Senilai Hampir Rp1 Triliun
-
Dicecar Kasus Dugaan Penipuan Rp214 Juta, Wawali Blitar: Jangan Tanya di Luar Urusan KONI
-
Dicap Underbow PKI oleh Majalah Terbitan Kemenag, GMNI Meradang: Fatal, Ini Bukan Sekadar Typo