SuaraJatim.id - Artsitekturnya tak tampak sama sekali sudah berdiri sejak ratusan tahun lalu. Bangunannya secara keseluruan juga terlihat modern.
Masjid Rahmat yang berada di Kembang Kuning, Surabaya ini telah berdiri sekitar abad ke-14. Konon, masjid tersebut merupakan berawal dari sebuah musala kecil yang didirikan Sunan Ampel.
Melansir dari laman Pemkot Surabaya, Masjid Rahmat merupakan masjid tertua di Surabaya.
Dahulu bentuknya hanya gubuk surau tiban dengan atapnya dari bambu dan jerami. Kisah berdirinya masjid diawali saat Raden Rahmat atau Sunan Ampel baru tiba dari Majapahit.
Beliau melakukan perjalanan menggunakan perahu kecil melalui Sungai Berantas menuju ke kawasan Ampel Denta. Sebuah tanah yang dijanjikan Prabu Brawijaya, raja Majapahit kala itu.
Dalam perjalanannya Sunan Ampel singgah di kawasan Kembang Kuning. Beliau memutuskan untuk tinggal sejenak sembari menyebarkan agama Islam.
Diceritakan, penyeberan agama Islam oleh Sunan Ampel di kawasan tersebut tidak berjalan mulus. Ujian datang dari Mbah Wirasoeroyo, tokoh di Kembang Kuning yang berjuluk Ki Mbang Kuning.
Mbah Wirasoeroyo yang masih beragama Hindu mengajak Sunan Ampel atau Raden Rahmat berduel.
Singkat cerita, Ki Mbang Kuning takluk dari Sunan Ampel dan mau memeluk Islam. Sunan Ampel lantas mendirikan surau kecil untuk berdakwah. Namun seiring berjalannya waktu, Sunan Ampel melanjutkan perjalanannya ke Ampel Denta.
Mbah Wirasoeroyo tetap tinggal di surau tersebut. Berjalannya waktu, Mbah Wirasoeroyo meninggal dunia. Surau kecil peninggalan Sunan Ampel tidak terurus ditutupi hutan belantara.
Beberapa puluh tahun kemudian surau kecil dengan tatakan batu bata dengan empat tiang dan beratapkan daun tebu tersebut ditemukan oleh warga.
Hingga akhirnya musala tersebut dibangun menjadi masjid. Tempat tersebut sempat dijuluki oleh warga sebagai masjid tiban.
Pada tahun 1967 Masjid Rahmat sempat direnovasi dan diresmikan oleh Presiden RI pertama Soekarno. Hingga sekarang masjid tersebut menjadi jujukan umat Islam. Di bulan-bulan tertentu, masjid tersebut banyak diziari warga sekitar Surabaya, seperti Gresik dan Lamongan.
Tidak jauh dari Masjid Rahmat, terdapat makam Wiroseroyopun yang dikenal sebagai Mbah Karimah dimakamkan tak jauh dari lokasi Masjid Rahmat. Di dalam masjid juga terdapat sebuah sumur yang konon tak pernah kering.
Masjid ini juga memiliki radio Islam pertama bernama Yasmara yang digunakan sebagai syiar agama Islam. Hingga sekarang adzan Masjid Rahmat atau Kembang Kuning digunakan sebagai rujukan penanda adzan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Bus Eka Ludes Terbakar di Madiun, Penumpang Lari Selamatkan Diri
-
Tuntaskan DPT Muktamar, Gus Ipul: 556 Cabang dan Wilayah Berhak Jadi Peserta
-
Dari Aceh ke Flores, Safrizal ZA Soroti Pentingnya Respons Cepat di Lokasi Bencana
-
Pasien Depresi di Gresik Dirudapaksa di Gubuk Sawah Berkedok Pengobatan Alternatif
-
Stok Bantuan Gempa NTT Masih 577 Ton, BNPB Siapkan Tambahan Distribusi Udara