Puncaknya, pada 14 Mei 2024, akses jalan menuju SMP/SMA Kristen Petra ditutup oleh 3 pengurus RW Perumahan Tompotika, hingga pihak Yayasan Perhimpunan Pendidikan dan Pengajaran Kristen Petra, meminta mediasi ke kepolisian setempat.
"Jadi kami pun mencapai kesepakatan udah tidak menerima dari Petra lagi. Selama ini kami tidak pernah menerima uang dari Petra sebulan 140 juta. Mungkin sekarang yang berada di luar, kawan-kawan wartawan ingin tahu. Kami terkenal gara-gara pungli dan korupsi," ucap Umi Lulu.
"Kami ingin yang terbaik. Kami ingin kekeluargaan. Karena Petra ini bukan 1 atau 2 tahun disini, petra ini udah 40 tahun berdampingan dengan kami. Gak tau kenapa baru kemarin kok bisa timbul hal-hal yang tidak diinginkan. Ya mungkin ini ridho Allah untuk diberikan solusi, dan agar kita lebih dekat," tambahnya.
Sementara itu, Yayasan Perhimpunan Pendidikan dan Pengajaran Kristen Petra, melalui Wakil Direktur Sarana dan Prasarana, Robertus Prananta menerima usulan dari Wali Kota Eri Cahyadi, demi mendapatkan titik temu di permasalahan tersebut.
"Jadi pada hari ini, kami dari Petra mengucapkan terimakasih kepada Pak Eri, luar biasa akhirnya kita ketemu dan tadi diskusi juga lancar. Kami menerima usulan-usulan itu, dan seperti yang Pak Eri sampaikan, Petra akan melakukan pembenahan di lalu lintas supaya tidak terjadi kemacetan, ataupun jika terjadi kemacetan tapi bisa diurai dengan lebih cepat," jelas Robertus.
"Kami juga bekerja sama dengan pihak Dishub untuk membantu kami memberikan perhitungan, supaya bagaimana caranya lalin bisa lancar di daerah Tompotika. Lalu juga untuk CSR kami di bozem, kami akan membersihkan itu, kami juga akan bekerja sama dengan pihak DLH, kami juga dibantu Pak Eri supaya cepat bozem ini dinikmati warga. Jadi bozem bukan hanya sebagai tempat buangan, tapi juga tempat wisata," tandasnya.
Kontributor : Dimas Angga Perkasa
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Bencana Alam Tak Bisa Dihitung dengan Kalkulator
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
Terkini
-
Tidak Ada Berita Seharga Nyawa: Aksi Solidaritas Wartawan untuk 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau
-
Gubernur Khofifah Terima Audiensi PT Wiraraja Madura Internasional dan Delegasi Investor Kawasan
-
Dipecat PDIP Usai Kunjungi Jokowi, Achmad Hidayat Singgung Eri-Armuji
-
Santriwati di Ponpes Malang Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual, Polisi Turun Tangan
-
Mimpi Ekspor ke Swedia Pupus, Gudang Kerajinan Jati di Ngawi Terbakar Hebat